{"id":94589,"date":"2020-12-18T06:00:01","date_gmt":"2020-12-17T23:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=94589"},"modified":"2020-12-17T22:49:09","modified_gmt":"2020-12-17T15:49:09","slug":"heran-saya-kenapa-harus-pacaran-online-kalau-bisa-offline","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/heran-saya-kenapa-harus-pacaran-online-kalau-bisa-offline\/","title":{"rendered":"Heran Saya, Kenapa Harus Pacaran Online kalau Bisa Offline?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengamati lebih dari 10 tahun berselancar di Facebook, rasanya tahun ini adalah puncak dari maraknya fenomena pacaran online. Banyak pengguna Facebook, atau mungkin akun media sosial lainnya yang tercebur dalam cerita cinta halu ini. Kenapa saya menyebutnya cinta halu? Bagaimana tidak halu, bertemu saja tidak pernah, tapi kok bisa bilang cinta?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika berpikir rasional, apa sih yang diharapkan dari sebuah pacaran online? Dijajanin, nggak, keluar ngedate, nggak juga. Apalagi pegangan tangan. Yang ada malah diduain. Ngenes banget, ya. Berkat masuk di grup-grup yang penghuninya kumpulan orang-orang oleng, saya melihat banyak sekali kasus pacaran online di sana. Itu yang baru saya tahu, belum yang di luar jangkauan saya. Saya yakin, pasti masih banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin saya bingung, rata-rata mereka sadar atas risiko yang harus mereka tanggung. Jangankan yang tidak pernah bertemu di dunia nyata, lha wong yang sudah kenal bertahun-tahun dan hampir naik pelaminan saja bisa berkhianat, kok. Ini yang baru bertemu secara daring sudah sok-sokan \u201caku milikmu\u201d. Serasa mereka yang punya hosting saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tolong beri tahu saya, apa sebutan yang cocok untuk hal semacam ini? Terlalu positif thinking? Terlalu bodoh? Atau hanya sekadar main-main? Heran saja jika ada yang sampai kelimpungan gara-gara pacaran online. Sebenarnya nalar mereka ke mana? Mungkinkah otaknya sudah jatuh sampai ke dengkul? Atau sudah berceceran di lantai dan belum sempat memungut? Woi, para pelaku cinta online &#8230; otak mana, otak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sebuah meme yang pernah lewat di timeline Facebook saya. Kurang lebih isinya begini, &#8220;Cinta Online. Cintanya maya, tapi sakitnya nyata.&#8221; Saya sempat tertawa membacanya, sebelum ada seorang teman Facebook curhat pada saya lewat messenger. Dia bercerita tentang pasangan online-nya yang sering semena-mena terhadapnya. Tidak mungkin saya menertawakan sahabat saya yang sedang menangis sesenggukan di seberang sana. Saya tidak setega itu, Bima! Ternyata begitu kuat ikatan emosional cinta seseorang. Akal seakan menghilang. Rasio entah pergi ke mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Cinta ini kadang-kadang tak ada logika.&#8221; Oh, ternyata Agnes ada benarnya juga, ya. Cinta ternyata memang bisa mengikis logika. Namun, tetap saja, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Sebenarnya masalah cinta ini memang sangat rumit. &#8220;Deritanya tiada akhir,&#8221; kata Cu Pat Kai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ke sana kemari, saya sedikit menemukan titik terang. Semua yang melibatkan emosi, ternyata bisa memicu konspirasi. Semua cinta rawan sakit hati! Tak terkecuali dengan pacaran online. Ada rindu tersendiri ketika tak ada tulisan \u201conline\u201d di chatroom-nya. Ada benci ketika tidak dihubungi. Juga muncul cemburu saat melihat ada interaksi dari orang lain pada unggahannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata sangat mirip dengan cinta dunia nyata. Luka dan air mata tetap ada, meski sama sekali tidak pernah bertatap muka. Ini adalah tentang psikis karena yang bekerja adalah rasa, bukan tentang sentuhan tangan belaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apakah pacaran online adalah sebuah kesia-siaan? Jika sudah terjerat cinta online, harus bagaimana? Menurut saya, sia-sia atau bukan, adalah tergantung yang menjalani. Yang jelas kita tidak tahu sama sekali tentang kepribadian asli masing-masing. Kalau memang sudah terlanjur terjebak, ya mau gimana lagi? Jalani saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ribet banget, kan? Sudah tahu ribet, kenapa tetap dipilih? Mending cari yang offline saja, yang sudah jelas bisa diketahui dengan mudah bagaimana seluk beluknya. Kalau sedang bertengkar bisa sekalian jambak-jambakan, bukan seperti pacaran online yang hanya bisa main blokir-blokiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang gemar berselancar di dunia maya, bijaklah dalam bermedsos. Ketahuilah batas antara dunia maya dan dunia nyata, karena cinta merupakan sebuah permainan yang berbahaya. Jangan sok bisa bebas dari luka akibat cinta, apalagi kalau kalian tergolong orang yang baperan. Jika sudah sakit, percaya, deh, bakal susah sembuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal serupa yang ikut terseret dalam fenomena ini adalah tentang maraknya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">selingkuh online<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>. <\/em>Wuuuih, jangan ditanya. Sudah tak terhitung jumlahnya. Entahlah, apa yang ada di pikiran mereka? Cari sensasikah? Bosan dengan pasangankah? Atau memang benar-benar cinta dengan selingkuhan online-nya? Ternyata dunia benar-benar sudah tua. Duh, Gusti &#8230; lindungi hamba dari godaan selingkuh online yang tidak pernah hamba tahu bagaimana nanti endingnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mbak, kok doanya gitu? Mbak sedang terjebak pacaran online?&#8221; Eh, sembarangan saja. Memangnya salah jika saya berdoa demikian? Saya kan juga manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan dosa. Hehehe &#8230;<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-suka-menyepelekan-luka-para-korban-ghosting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jangan Suka Menyepelekan Luka para Korban Ghosting<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pacaran offline kalau sedang bertengkar bisa sekalian jambak-jambakan, bukan seperti pacaran online yang hanya bisa main blokir-blokiran.<\/p>\n","protected":false},"author":1229,"featured_media":33744,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[16,4813],"class_list":["post-94589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hubungan","tag-kencan-online"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1229"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94589"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94589\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}