{"id":94470,"date":"2020-12-15T06:50:16","date_gmt":"2020-12-14T23:50:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=94470"},"modified":"2020-12-14T13:13:02","modified_gmt":"2020-12-14T06:13:02","slug":"hal-yang-menguntungkan-ketika-menggunakan-fitur-instagram-private","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-yang-menguntungkan-ketika-menggunakan-fitur-instagram-private\/","title":{"rendered":"Hal yang Menguntungkan Ketika Menggunakan Fitur Instagram Private"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram merupakan salah satu platform untuk berbagi foto dan video yang memiliki pengguna paling banyak di dunia. Dengan banyaknya fitur yang diberikan oleh Instagram, ada banyak peluang yang bisa diperoleh untuk mendapatkan profit dan benefit dengan memanfaatkan fitur-fitur tersebut. Salah satunya adalah fitur Instagram private.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitur ini digunakan agar akun pengguna terkunci. Tentu saja, tidak sembarang orang bisa mengakses dan berkontak dengan pemilik akun. Intinya fitur Instagram private bisa digunakan untuk membatasi akun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya haqqul yaqin bahwa orang-orang yang menggunakan fitur tersebut memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Ya, masa sih melakukan sesuatu tanpa alasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, ketika tulisan ini dibuat, saya juga menggunakan Instagram private. Artinya, saya cukup tahu dan paham apa saja keuntungan yang diperoleh dari penggunaan fitur tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Startegi untuk menambah jumlah pengikut<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, akun Instagram yang di-private merupakan suatu strategi yang digunakan untuk menambah jumlah pengikut. Sebab, saya sering menjadi korban akibat dari penggunaan fitur tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya saja, ketika beberapa teman wanita saya yang sering membuat instastory berupa foto bersama teman-teman wanitanya, serta menandai akun Instagram teman-temannya tersebut. Sebagai seorang lelaki normal, ketika melihat ada sesuatu yang indah dan enak dipandang, kedua jempol dari tangan saya secara spontan serta dengan kecepatan tinggi langsung kepoin akun yang ditandai tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya klik, ternyata akun tersebut menggunakan fitur Instagram private. Rasa penasaran yang masih tinggi mendorong saya untuk mengikuti akun tersebut dengan harapan saya bisa melihat semua postingan foto dirinya.Akhirnya bertambahlah satu orang pengikut Instagram miliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di momen lain, ketika saya sering mendapatkan notifikasi dari instagram yang isinya &#8220;si A mulai mengikuti Anda&#8221;, setelah saya lihat si A itu siapa, akunnya malah di-private. Lagi-lagi karena penasaran, saya mencoba untuk mengikuti balik si A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa momen cukup dijadikan alasan bahwa Instagram private bisa digunakan sebagai strategi untuk menambah jumlah pengikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, karena saya merupakan salah satu bagian dari mereka, golongan orang yang akun Instagramnya digembok, saya tahu apa yang harus saya lakukan. Saya juga punya suatu strategi khusus untuk melawan strategi yang mereka buat. Yaitu dengan cara memencet tombol &#8220;berhenti mengikuti&#8221; jika permintaan saya untuk mengikuti akun mereka sudah diterima dan ketika saya sudah melihat postingannya. Mudah sekali.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Agar postingan yang nyeleneh tidak diketahui keluarga<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa dari kita mungkin mempunyai unggahan foto atau video di Instagram yang menarik dan keren, tetapi jikalau diketahui orang tua atau sanak saudara bisa-bisa menjadi masalah yang berbuntut panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada seorang teman yang pernah curhat ke saya bahwa dia dengan sengaja memprivasi akun Instagramnya dengan tujuan untuk tidak dilihat oleh orang tua beserta tante, paman, pakde, bude, serta saudara-saudaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut diakibatkan oleh unggahan serta seringnya mengupload instastory yang bisa mengakibatkan berlusin-lusin kalimat petuah dan nasihat yang kalau didengar bisa membuat sakit kepala. Bagaimana tidak, foto-foto di Instagram serta highlight instastory-nya bertemakan hal-hal yang tidak bisa dibilang \u201cfamily friendly\u201d. Seperti adanya pose ia sedang memegang sebatang rokok, adanya botol minuman keras yang ia pegang, foto berpelukan dengan pacarnya, sampai foto dirinya yang sedang mengacungkan jari tengah ke kamera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia beranggapan bahwa dengan Instagram private, maka ia melakukan suatu tindakan preventif agar bisa terlihat keren tanpa dicoret dari kartu keluarga. Pertemanan berjalan mulus, keluarga pun nggak ngomel.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Kontrol terhadap komentar-komentar menyebalkan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita melakukan privasi akun Instagram, secara otomatis akan membuat konten yang diunggah secara terbatas hanya bisa dilihat oleh akun-akun yang mengikuti kita. Ini juga merupakan suatu keuntungan karena kita telah membatasi komentar-komentar yang bisa membuat sesak. Beberapa orang tidak ingin orang lain berkomentar \u201csok tahu\u201d dan merusak mood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal ada konten yang diunggah untuk menyatakan suatu pendapat terkait suatu hal atau isu yang bisa memancing komentar pengguna lain. Sedari awal kita bisa meminimalisir banyaknya komentar nyeleneh karena khalayak ramai tidak bisa secara bebas melihat postingan yang dibuat. Toh, orang-orang yang mengikuti kita di media sosial adalah orang-orang yang kita \u201crelakan\u201d untuk mengonsumsi unggahan kita. Tentu kita juga sudah mengukur akan seperti apa pendapat mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga pengikut kita yang ikut berkomentar secara nyeleneh, tapi setidaknya kita sudah mereduksi komentar negatif. Berbeda dengan akun yang unggahannya bisa dikonsumsi publik. Risiko dihujat dan dinyinyirin lebih besar.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Merapikan direct message yang masuk<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang kita peroleh ketika menggunakan fitur Instagram private adalah bisa merapikan pesan yang masuk. Dengan fitur tersebut, pesan yang masuk melalui direct message akan lebih terkontrol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ada non-follower yang mengirim pesan, kita bisa menerima atau menolak pesan masuk yang dikirimkan oleh mereka. Terlihat keren memang. Kita jadi mempunyai keistimewaan untuk mengelola pesan yang masuk dari orang-orang yang berpeluang untuk iseng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi dengan ini kita bisa menghindari upaya pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang asing. Siapa juga yang mau tiba-tiba dikirim gambar yang tidak senonoh melalui direct message? Astaghfirullah! Segeralah bertaubat wahai kalian yang sering melakukan kegiatan tidak pantas tersebut. Dengan memprivasi akun Instagram kita, setidaknya kita bisa melakukan pencegahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram private atau Instagram publik adalah pilihan. Menggembok akun kita bisa memberikan banyak keuntungan dan upaya-upaya pencegahan terhadap hal yang tidak diinginkan. Biarlah kita jadi sosok misterius di media sosial, yang penting orang aslinya ramah dan terbuka. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sejarah-dan-proses-terbentuknya-anggapan-pemakai-kacamata-itu-pintar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sejarah dan Proses Terbentuknya Anggapan Pemakai Kacamata Itu Pintar<\/a> dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-ilham-sadikin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Ilham Sadikin<\/a>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pakai Instagram private bisa mencegah hal yang tidak diinginkan. Biarlah kita jadi sosok misterius di medsos yang penting aslinya ramah.<\/p>\n","protected":false},"author":1124,"featured_media":71256,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1093,102],"class_list":["post-94470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-instagram","tag-media-sosial"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1124"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94470"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94470\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}