{"id":94053,"date":"2020-12-16T11:25:58","date_gmt":"2020-12-16T04:25:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=94053"},"modified":"2020-12-16T11:32:40","modified_gmt":"2020-12-16T04:32:40","slug":"paradoks-ajang-pop-academy-indosiar-kok-nggak-ada-kemajuan-sih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/paradoks-ajang-pop-academy-indosiar-kok-nggak-ada-kemajuan-sih\/","title":{"rendered":"Paradoks Ajang Pop Academy, Indosiar kok Nggak Ada Kemajuan, sih!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari sejenak kita lupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesian Idol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah sering dibahas dan fenomenal itu. Sekarang kita beralih ke acara tetangga yang sama-sama ajang pencarian bakat di bidang tarik suara, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah ajang pencarian bakat di Indosiar yang tayang sejak 5 Oktober 2020 dengan tagline keren yaitu, &#8220;Be <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> and Be A Super Stars&#8221;. Di acara ini ada 40 peserta yang akan beradu untuk menjadi juara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, acara tersebut adalah sebuah progres Indosiar. Saya yakin kamu juga tahu stasiun televisi yang satu ini identik dengan serial azab dan dangdutnya. Sejak 2014, Indosiar menayangkan program dangdut yang membuat namanya melejit, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">D&#8217;Academy Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, selain menambah warna di Indosiar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menjadi wadah baru bagi orang-orang yang berbakat di bidang musik genre pop. Saya menonton dari tahap audisi sampai sekarang, pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia dan semuanya bagus karena mempunyai karakternya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sangat disayangkan, di satu sisi saya melihat suatu paradoks. Alih-alih menjadi progres, kemasan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sama seperti acara-acara pendahulunya. Hal itu yang membuatnya stagnan sekaligus membosankan. Hal apa saja itu? Saya akan coba membahasnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Rundown acara<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas sudah saya katakan kemasan acara ini sama dengan pendahulunya. Sekali tayang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membutuhkan waktu selama 3 jam. Mulai jam sembilan malam sampai tengah malam, jam dua belas. Memang tidak ada yang salah dengan durasinya, acara lain pun sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun yang membuat saya kesal adalah dalam satu episodenya peserta yang tampil cuma lima! Iya lima, karena dibagi menjadi beberapa grup. Sebenarnya pembagian itu juga tidak salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas apa yang salah? Selama tiga jam itu, saya menonton lima peserta yang membawakan lagu kurang lebih 3-5 menit lalu dilanjut komentar para juri. Selebihnya saya menonton lawakan, sesi basa-basi dan tak ketinggalan pula sesi tangis-menangis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang-orang seperti saya yang cepat bosan, ketika peserta selesai menunjukkan suara merdunya, pasti akan memilih ganti channel atau pergi sebentar ke warung beli kopi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan lebih efisien jika sekali tayang, Pop Academy menampilkan lebih dari lima peserta. Jujur saja, saya penasaran dengan suara peserta yang lainnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Pembawa acara<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembawa acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keroyokan! Ini sama kayak jual-beli HP dengan sistem pembayaran COD. Ditambah orangnya ya itu-itu saja. Siapa lagi kalau bukan Irfan Hakim dan Gilang Dirga? Bukan cuman mereka, ada tambahan yaitu Rizky Billar, Raffi Ahmad, dan dua orang lain yang sering disebut Duo Bujang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi penasaran apa yang ada di dalam kepala pembuat acara ini dengan menghadirkan banyak pembawa acara? Apakah supaya terlihat meriah? Kalau iya, memang berhasil. Namun, berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya apa-apa, saya takut pesertanya jadi merasa tertekan. Pembawa acara ini sering bercanda dan memanas-manasi atau kata lainnya &#8220;julid&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mereka juga suka mengorek-ngorek kehidupan. Biasanya masa lalu dan perjuangan peserta untuk mengikuti acara ini yang pada akhirnya mengundang air mata keluar dari sarangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tolonglah, saya sudah khatam betul dengan pertunjukan macam itu. Lagi pula, saya menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar terhibur menikmati suara pesertanya, bukan untuk menangis sesenggukan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau tujuan saya menangis, lebih baik saya menonton serial azab. Saya meneteskan air mata bukan karena merenungi kehidupan, tetapi karena jalan ceritanya yang tidak masuk akal. Selain itu bisa juga saya buka history chat WhatsApp dengan Mbak Mantan dan memandang fotonya di galeri.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><b>#3 Penentuan juara<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pikir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan pakai sistem berbeda dalam menentukan juaranya. Saya berpikir seperti itu karena melihat jurinya yang tidak kalah kompetan dari acara tetangga. Namun, saya salah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menggunakan sistem vote dari penonton lewat SMS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah yang satu ini sudah pernah dibahas oleh penulis lain di Mojok dan saya setuju. Para juri hanya memberikan komentar, selebihnya penonton yang menentukan. Jadi bagi peserta yang sebelumnya sudah dikenal banyak orang, mempunyai kesempatan untuk bertahan lebih lama di ajang pencarian bakat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas bagaimana dengan peserta yang belum dikenal atau ternyata seorang introvert? Mereka juga akan mendapat dukungan dari orang-orang kok. Sebab, mereka mewakili daerah asalnya. Semua pasti ada jalannya masing-masing, tenang saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira cukup sampai di sini saja. Itulah beberapa paradoksnya. Terakhir saya mau bilang, memang benar saya menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pop Academy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi saya lebih cinta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesian Idol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hiya hiya hiya~<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/squidward-adalah-perwujudan-diri-kita-dalam-perspektif-absurdism\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Squidward Adalah Perwujudan Diri Kita dalam Perspektif Absurdism<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dian-rijal-asyrof\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dian Rijal Asyrof<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang a<\/em><em>pa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<\/div>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seharusnya Indosiar ada kemajuan, lagian memang benar saya menonton Pop Academy, tapi saya lebih cinta Indonesian Idol. Hiya hiya hiya~<\/p>\n","protected":false},"author":1110,"featured_media":90165,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2794,1997],"class_list":["post-94053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-indosiar","tag-program-televisi"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1110"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94053"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94053\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}