{"id":94037,"date":"2020-12-10T15:21:32","date_gmt":"2020-12-10T08:21:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=94037"},"modified":"2021-04-01T18:48:18","modified_gmt":"2021-04-01T11:48:18","slug":"mau-pakai-alasan-apa-pun-korupsi-jelas-jelas-nggak-bisa-dibenarkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mau-pakai-alasan-apa-pun-korupsi-jelas-jelas-nggak-bisa-dibenarkan\/","title":{"rendered":"Mau Pakai Alasan Apa pun, Korupsi Jelas-jelas Nggak Bisa Dibenarkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada perdebatan di media sosial, saya berani bertaruh bahwa akan ada beberapa orang yang punya pendapat melawan arus. Sebenarnya, pendapat itu dibutuhkan, meski sering berakhir dengan blunder. Dan akhir-akhir ini, pendapat antimainstream yang sedang hangat adalah upaya \u201cmemanusiakan\u201d tindak korupsi yang dilakukan oleh Menteri Sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham, Anda marah dengan upaya tersebut. Sama, saya juga. Maksudnya, manusia bodoh mana yang menormalisasi korupsi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, nyatanya ada, dan mereka menggunakan analogi-analogi yang jika didengarkan bisa membunuh sel otak kita secara masif. Salah satunya adalah: memangnya kalau kalian dihadapkan dengan uang 17M, kalian bisa tahan? Orang waktu sekolah sering korupsi uang buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan, tenggelamkan orang-orang bodoh ini di palung Mariana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, argumen tersebut terlihat masuk akal dan terkesan seperti pengingat yang bijak. Jangan hina kesalahan orang lain jika diri Anda belum tentu tidak mengulanginya. Mending perkuat keimanan dan kualitas diri kita, juga bersyukur akan yang kita dapat sekarang. Begitu kan maksudnya? Bijak kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bijak ndasmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Korupsi, kecil besar, ya tetep aja salah. Dan itu juga bukan khilaf, Su. Mau bawa dosa masa lalu buat pengingat memang bagus, tapi nggak bisa juga buat membenarkan tindakan menteri. Lho, kalau kalian udah pakai analogi tersebut, jatuhnya tetap saja membenarkan. Kita mungkin pernah korupsi buku, tapi bukan berarti njuk membenarkan tindakan korupsi tersebut. Edan po.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kasih tahu ya, tindakan Menteri tersebut nggak bisa dibenarkan dengan logika apa pun karena pertama, kebangeten memakan hak orang yang membutuhkan, kedua, sudah tugas dia untuk paham godaan. Lha dia pikir jadi menteri itu tugasnya apaan kalau nggak mengelola bidang yang dipercayakan, termasuk dananya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau itu uang 17 miliar dolar sekali pun, barang seratus rupiah pun nggak boleh dia kantongi karena bukan haknya. Lha wong dari awal memang bukan untuk dia kok, udah dijelaskan untuk apa. Lha dapat ilham dari mana bisa bilang \u201cemang kalau disodorin uang segitu, kalian kuat?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logikanya jadi gini dong, makin besar dananya, makin maklum kalau dikorupsi, gitu? Kedengeran goblok kan? Nah makanya, kenapa logikanya dipakai?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kok heran, demi terlihat edgy dan engagement tinggi, bisa-bisanya bikin opini bodoh macam membenarkan tindakan korupsi. Apalagi jika dilakukan oleh akun dengan pengikut yang banyak, nyari apa sih emang? Kesempatan buat dapet endorse kacang mete apa gimana, Bos?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian boleh bilang, opini tersebut bisa jadi hanya gimmick atau satir\/sarkas belaka. Tapi, begini ya, ada garis yang jelas. Kalau lucu-lucuan macam \u201ckalau udah ketemu langsung sama Pak Menteri, kalian pasti tahu aslinya. Sebaik itu orangnya\u201d sih jelas ya satir. Tapi, kalau membenarkan korupsi, kok ya goblok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan gampang terjebak sama quote yang bilang kalau orang yang sering bikin sarkas itu tandanya jenius. Jenius beneran mah nggak akan bertindak goblok dengan membenarkan hal-hal yang jelas duduk perkaranya. Nggak usah berusaha keras bikin opini sarkas di medsos, serius, kalian malah nyusahin diri kalian sendiri nanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balik lagi ke analogi duit buku. Jadi begini ya, meski kalian pernah korupsi buku di masa lalu, bukan berarti kalian nggak boleh menyuarakan melawan tindakan tersebut. Manusia sebagai makhluk berpikir pasti tahu kalau hal itu salah dan sebaiknya nggak diulangin lagi. Sebab, bagaimanapun korupsi itu nggak bisa dibenarkan. Nggak usah terjebak perasaan bersalah masa lalu, kalau udah tau itu salah ya nggak usah diulangi. Kalau udah tau kalau perbuatan dosa masa lalu tersebut bikin korban, berarti makin paham bahwa praktik ini harus diberantas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin kok, orang yang mengecam tindakan tersebut padahal pernah melakukannya di masa sekolah itu sudah paham kalau yang dilakukan dia itu salah dan sebisa mungkin nggak mengulanginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya, apa pun alasannya dan keadaannya, jangan sekali-sekali membenarkan tindakan korupsi. Tindak bejat ini terjadi secara sistematis dan sudah menyengsarakan banyak masyarakat. Kalau dibenarkan malah makin susah untuk kita melawannya. Jangan pakai analogi apa pun untuk membenarkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia sudah runyam, jangan dibikin makin runyam dengan membenarkan hal yang jelas-jelas salah lewat analogi goblok.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/relasi-bunyi-sebuah-usaha-merawat-interaksi-seni-di-yogyakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Relasi Bunyi, Sebuah Usaha Merawat Interaksi Seni di Yogyakarta<\/a><\/b><b>\u00a0dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rizkyprasetya\/\"><b>Rizky Prasetya<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir-akhir ini, pendapat antimainstream yang sedang hangat adalah upaya \u201cmemanusiakan\u201d tindak korupsi yang dilakukan oleh Menteri Sosial.<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":94038,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9766,1115,9765],"class_list":["post-94037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bansos","tag-korupsi","tag-menteri-sosial"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94037"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94037\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}