{"id":93574,"date":"2020-12-12T06:10:35","date_gmt":"2020-12-11T23:10:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=93574"},"modified":"2021-08-13T13:14:45","modified_gmt":"2021-08-13T06:14:45","slug":"gerobak-angkringan-harusnya-jadi-ruang-aman-untuk-perempuan-yang-jajan-dan-nongkrong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gerobak-angkringan-harusnya-jadi-ruang-aman-untuk-perempuan-yang-jajan-dan-nongkrong\/","title":{"rendered":"Gerobak Angkringan Harusnya Jadi Ruang Aman untuk Perempuan yang Jajan dan Nongkrong"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi tempat berkeluh kesah pelanggan adalah makanan pokok saya sebagai bakul angkringan. Seolah tampak seperti saya tidak mempunyai masalah sedikit pun di mata mereka. Padahal, masalah saya sangat banyak. Seperti misalnya kehilangan ganjal untuk gerobak angkringan, tenda biru yang sudah mulai sobek, dan tiang penyangga yang semakin rapuh seperti hati saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada seorang pelanggan perempuan, yang memberikan sebuah apresiasi tentang murahnya makanan di angkringan. Kami mengobrol jauh tentang latar belakang diri masing-masing saat blio nongkrong di gerobak angkringan milik saya. Blio sempat mengutarakan tentang pandangan positif sebagai seorang pelanggan angkringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blio ini adalah seorang mahasiswi di sebuah kampus ternama di Yogyakarta. Menuturkan tentang awal kenyamanan dirinya selama di angkringan. \u201cKalau dari saya sendiri sih suka karena murah, mas. Tapi, nggak cuma itu, bahkan bapak-bapak yang sekadar ngopi itu sering saya ajak cerita ngalor ngidul. Nggak terkecuali si empunya angkringan juga sih.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menghargai setiap pandangan orang yang baru saja saya temui mengenai hal positif yang ada di angkringan. Tapi, saya kok jadi sedikit waswas mengenai penuturan dari mbak-mbak yang tidak saya sebut namanya ini. Kemudian saya bertanya kepada mbak ini, \u201cApakah njenengan punya pandangan bahwa gerobak angkringan adalah ruang aman untuk sekadar curhat?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau buat saya sendiri, bentuk dari ketidakamanan itu yang semisal pas di angkringan banyak cowok ngumpul gitu, Mas. Mending saya cari gerobak angkringan lain saja. Dan kadang juga sering banget dipelototin sama bapak-bapak atau cowok-cowok yang ada di sana, Mas. Lha wong saya aja nggak cantik kok. Tapi, mungkin menurut saya bentuk ketidakamanan atas sudut pandang cewek yang lemah seperti itu aja sih.\u201d Ujar mbak-mbak tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sempat saya berpikir bahwa yang namanya angkringan adalah sebuah wadah untuk berkumpulnya sebuah ide, gagasan, atau titik terang dalam masalah sehari-hari. Namun, saya tetap berpikir seperti apa yang menjadi pemikiran mbak-mbak cantik tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, menurut pandangan saya tentang pelanggan wanita yang sekadar jajan makanan dan minuman di angkringan itu istimewa. Akan tetapi, perkataan mbak-mbak cantik yang saya temui ini telah memberikan saya sebuah pukulan untuk lebih dalam memperhatikan ruang aman bagi perempuan yang jajan di angkringan. Sebisa mungkin, bagaimana caranya agar kaum perempuan bisa lebih berekspresi atas dirinya. Terutama jika memang ada pelanggan perempuan yang ingin sekadar merasakan waktu kesendiriannya dan nongkrong di bangku gerobak angkringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari balik keramaian angkringan, saat bapak-bapak yang sedang tertawa keras sambil bermain kartu, di sana ada pelanggan perempuan yang tidak dapat menikmati waktu kesendiriannya. Bahkan banyak perempuan yang memilih untuk menikmati waktu kesendiriannya di kafe yang sedikit agak mahal agar lebih tenang dalam berekspresi maupun mengenal diri sendiri tanpa gangguan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaran saya ya, Mas. Angkringan kan murah dan kita juga bisa ambil apa aja semau kita di sini. Tolong dipertimbangkan lagi kalau ada cowok-cowok yang ngumpul. Dibiasakan jangan nglirik-nglirik atau apalah yang bikin kita nggak nyaman. Apalagi kalau sudah dipanggil-panggil sama digodain gitu, Mas. Takut beneran soalnya.\u201d Sambung mbak-mbak tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika saya terdiam, merenung dan menahan pipis di celana karena penuturan dari mbak-mbak yang saya temui ini. Saya berpikir bahwa saya telah gagal memperhatikan kenyamanan konsumen. Menciptakan ruang aman untuk perempuan di sebuah gerobak angkringan, menurut saya nggak masalah. Akan tetapi, yang penting dan yang paling penting adalah kemauan para pelanggan lain untuk tidak terlalu agresif dalam menyapa perempuan yang sekadar jajan di angkringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah angkringan itu diperuntukkan untuk semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan? Tidak ada batasan untuk berkeluh kesah karena semua manusia punya masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya pun, sekadar nasihat dan peringatan kepada pelanggan yang agresif ke perempuan agaknya\u00a0 masih kurang dan tidak akan cukup. Menanggapi hal tersebut, mungkin setelah ini saya akan lebih memperhatikan lagi tentang keamanan konsumen (khususnya perempuan) dan memberikan edukasi untuk pelanggan yang sedang nongkrong di angkringan. Tentu saya juga akan menyampaikan keluh-kesah mbak-mbak tersebut. Sudah waktunya, giliran saya sebagai bakul angkringan untuk berkeluh kesah kepada pelanggan. Alon-alon waton kelakon.<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/@apasaric\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aleksandar Pasaric<\/a> via <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1164675\/pexels-photo-1164675.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=750&amp;w=1260\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pexels.com<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kemampuan-terpendam-bakul-angkringan-adalah-jadi-pendengar-yang-baik-bagi-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kemampuan Terpendam Bakul Angkringan Adalah Jadi Pendengar yang Baik bagi Pelanggan <\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/grantino-gangga-ananda-lukmana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Grantino Gangga Ananda Lukmana&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:4737,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;12&quot;:0,&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;}\">Grantino Gangga Ananda Lukmana<\/span><\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya mungkin telah gagal memperhatikan kenyamanan konsumen. Harusnya saya ciptakan ruang aman buat perempuan dalam naungan gerobak angkringan.<\/p>\n","protected":false},"author":1166,"featured_media":94197,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9696,122],"class_list":["post-93574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bakul-angkringan","tag-perempuan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1166"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93574"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93574\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}