{"id":93568,"date":"2020-12-11T12:38:27","date_gmt":"2020-12-11T05:38:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=93568"},"modified":"2020-12-10T20:42:40","modified_gmt":"2020-12-10T13:42:40","slug":"net-soccer-adalah-acara-berita-sepakbola-terbaik-yang-pernah-saya-tonton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/net-soccer-adalah-acara-berita-sepakbola-terbaik-yang-pernah-saya-tonton\/","title":{"rendered":"NET Soccer Adalah Acara Berita Sepakbola Terbaik yang Pernah Saya Tonton"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Net TV merupakan salah satu stasiun televisi favorit saya. Terutama pada lima tahun pertamanya mengudara di kancah pertelevisian Indonesia. Banyak acara-acara berkualitas serta out of the box yang dihasilkannya. Salah satunya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara ini pertama kali mengudara pada 2016 hingga akhir 2018. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri merupakan suksesor dari ESPN Indonesia yang sudah turun tayang alias tidak disiarkan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun ditayangkan pada tengah malam, yakni pukul 00.30 WIB, saya tetap setia untuk menantikan acara ini. Apalagi kalau saya tidak bisa tidur cepat. Acara ini adalah teman nokturnal terbaik saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penonton setia ESPN Indonesia dahulu, saya pada awalnya belum bisa menerima kehadiran acara ini. Akan tetapi, lambat laun saya mulai menjadi penggemar dari acara ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara konseptual, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah acara berita sepakbola terunik yang pernah saya lihat. Dipandu oleh dua host yang kerap bergantian sif, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyajikan pelbagai berita mengenai perkembangan sepakbola internasional (terutama Eropa) dan dalam negeri setiap harinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa kesempatan, terutama saat terdapat pertandingan penting atau seru, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan menghadirkan semacam analis atau yang biasa disebut sebagai expert. Para expert ini biasanya akan menyampaikan analisa atau prediksinya mengenai sebuah pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari acara ini juga saya mengenal sosok Coach Justin, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">expert<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang beberapa waktu lalu dijadikan bahan tulisan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ketika Coach Justin hadir, suasana studio seketika menjadi panas. Beliau tak segan untuk mengajak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">expert<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lainnya untuk berdebat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kehadiran para expert, terutama Coach Justin, acara ini juga terasa semakin hidup dengan persona para host-nya. Dari deretan host yang ada, Mas Panji Suryono dan Bung Jebret (Valentino Simajuntak) adalah sosok yang selalu saya tunggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika keduanya atau salah satunya hadir, lempar ledekan adalah hal yang lumrah terjadi. Misalnya ketika Manchester United kalah lalu Mas Panji menutupi kepalanya dengan semacam kardus. Atau Bung Jebret yang kerap di-ceng-in ketika Liverpool mengalami nasib sial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimmick<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">gimmick itulah yang membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terasa fluid alias tidak kaku. Rasanya seperti saat kita berada di tongkrongan. Menjadikan pendukung tim yang kalah sebagai bahan ledekan. Tapi dalam batasan wajar menurut aturan penyiaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring perkembangannya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kemudian bereksperimen dengan menambahkan satu segmen yang terbilang nyentrik. Saya lupa apa nama segmennya. Tetapi yang pasti, segmen ini selalu ditayangkan pada tiap malam Jum\u2019at.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun dibuka dengan alunan musik menyeramkan, segmen ini jauh dari kata horor. Alih-alih demikian, saya malah terhibur dan bahkan tertawa. Pada segmen ini, biasanya sang pembawa acara akan berpakaian ala mas-mas Jawa. Dia akan membacakan semacam cocoklogi primbon dengan sepakbola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, segmen tersebut adalah langkah yang cukup revolusioner. Saya sangat mengapresiasi pihak yang mencetuskan segmen tersebut. Meskipun barangkali tidak mampu mendongkrak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rating<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, segmen tersebut adalah bukti sekaligus warisan betapa kreatifnya pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam menyajikan acara ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah tidak ditayangkan lagi pada awal 2019. Sebelum resmi turun tayang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah memberikan semacam perpisahan melalui unggahan Instagram-nya pada akhir 2018 silam. Meskipun tanda-tanda tersebut tidak terlihat secara gamblang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedih rasanya melihat salah satu teman nokturnal terbaik saya ini menghilang begitu saja. Saya berharap agar hal tersebut hanya berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gimmick <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/hype\/read\/2020\/06\/02\/072100066\/usai-pamit-tonight-show-kini-kembali-tayang\"> <span style=\"font-weight: 400;\">acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tonight Show<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> beberapa waktu silam. Pergi untuk kembali mengudara di layar kaca. Namun, ekspektasi tak berpihak pada realita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesedihan saya sebagai penikmat sepakbola semakin lengkap dengan menghilangnya Net Sport. Acara yang selalu saya tonton setiap akhir pekan ini juga ikut turun tayang pada periode yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua tahun berselang alias 2020 ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dikabarkan bangkit kembali. Saya sendiri baru mengetahuinya dari kolom komentar di YouTube. Pada saat itu, saya sempat menulis \u201cKangen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d di channel Youtube milik Coach Justin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa saat kemudian, seorang netizen membalas dengan redaksi kalimat seperti ini, \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> udah ada lagi bro, cuma hostnya dua orang. Senin dan Selasa jam 23.00\/24.00 ada\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagai musafir yang menemukan air di padang pasir, saya pun antusias ketika mendengar kabar tersebut. Benar saja, ternyata hal tersebut bukan rumor. Mengingat saya sendiri sudah menemui beragam media sosial milik Net TV, namun tidak menemukan petunjuk apapun soal kebangkitan acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> versi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reborn<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut, saya benar-benar terkejut. Semua berubah 180 derajat. Mas Panji memang masih menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">host<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, kehadirannya ditemani oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">host<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> baru yang juga merangkap sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">expert<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Beliau adalah Bapak Gita Suwondo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun masih memakai konsep host dua orang, acara ini tidak menyelipkan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">gimmick<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">gimmick (baca: ledekan) seperti sebelumnya. Meskipun demikian, saya tidak begitu mempermasalahkannya. Lagipula, host pendamping Mas Panji tersebut bukan tipikal Bung Jebret.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya pribadi, kembalinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saja sudah membuat hati riang gembira. Yang terpenting, kehadiran mata saya ini di layar kaca bisa membuat rating acara ini bagus. Syukur-syukur kalau ratingnya naik. Terus konsep acaranya kembali seperti sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kebahagiaan saya tersebut tak berlangsung lama. Beberapa hari setelahnya, saya kembali tepekur di layar televisi pada jam yang telah ditentukan, yakni pukul 24.00 WIB. Namun, tiada kehadirannya pada jam yang telah ditentukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih demikian, saya malah mendapati adanya tayangan lain pada jam tayang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> versi reborn. Dan saya dapati hal tersebut selama beberapa hari. Lalu saya menyerah dan tak lagi menyalakan televisi kembali pada jam tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berharap agar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net Soccer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa kembali konsisten mengudara seperti dahulu. Syukur-syukur kalau semua acara Net TV dua tahun silam bisa kembali mengudara. Terutama acara Net Sport yang kerap menjadi nutrisi informasi olahraga saya, khususnya sepakbola, pada tiap akhir pekan. Semoga.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-anti-baper-saat-hari-ulang-tahun-tiba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tips Anti Baper Saat Hari Ulang Tahun Tiba\u00a0<\/a><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-fariz-kurniawan\/\"><b>Muhammad Fariz Kurniawan<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dipandu oleh dua host yang bergantian sif, Net Soccer menyajikan pelbagai berita mengenai perkembangan sepakbola internasional dan nasional.<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":93381,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-93568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}