{"id":93068,"date":"2020-12-13T09:02:31","date_gmt":"2020-12-13T02:02:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=93068"},"modified":"2020-12-12T17:59:26","modified_gmt":"2020-12-12T10:59:26","slug":"4-alasan-ini-buktikan-kalau-kak-ros-di-serial-upin-dan-ipin-adalah-seorang-introvert","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-ini-buktikan-kalau-kak-ros-di-serial-upin-dan-ipin-adalah-seorang-introvert\/","title":{"rendered":"4 Alasan Ini Buktikan kalau Kak Ros di Serial Upin dan Ipin Adalah Seorang Introvert"},"content":{"rendered":"<p>Jeanne Roselia Fadhullah, itulah nama lengkap dari kakak Upin dan Ipin. Kak Ros lahir pada tanggal 27 Maret 1995. Di usia yang masih muda, dia sudah berperan layaknya seorang ibu bagi adik-adiknya karena orang tua mereka telah tiada. Itulah kenapa di mata saya, Kak Ros bagai wonder woman dan saya jadi ngefans sama dia.<\/p>\n<p>Sebagai penggemar sejati, tentu wajib hukumnya untuk mengenal lebih dekat sosok yang saya banggakan tersebut. Dan dari hasil pengamatan selama bertahun-tahun ini, saya meyakini bahwa Kak Ros adalah seseorang dengan kepribadian introvert. Introvert adalah tipe orang yang mengumpulkan energinya dari dalam diri sendiri. Apa saja ciri-ciri introvert yang ada pada diri Kak Ros? Simak ulasannya berikut ini.<\/p>\n<h4>#1 Menyukai kesunyian<\/h4>\n<p>Saat nonton film Upin dan Ipin, kalian pasti sering mendapati Kak Ros marah-marah kalau mendengar adik-adiknya berisik di dalam rumah. Mungkin kalian juga sempat geram dengan sikap kakak Upin dan Ipin yang seperti itu. &#8220;Masa gitu saja marah sih? Bukannya semua anak kecil itu memang suka berisik ya?&#8221;.<\/p>\n<p>Eits, tunggu dulu! Kalian jangan buru-buru menghakimi Kak Ros sebagai orang yang judes loh. Orang dengan kepribadian introvert memang mencintai kesunyian, karena di dalam kesunyianlah orang introvert me-recharge energi mereka. Jadi, ciri paling menonjol dari seorang introvert ya menghabiskan banyak waktu untuk &#8220;me time&#8221;. Makanya, sering banget kan kita lihat Kak Ros hanya duduk-duduk di depan TV, baca buku di meja belajarnya, dan jarang keluar rumah kalau nggak ada urusan.<\/p>\n<h4>#2 Lingkaran pertemanannya sempit<\/h4>\n<p>Pernah ada nggak sih episode Upin dan Ipin yang membagikan kisah Kak Ros bersama teman-temannya? Ada, tapi cuma sekali dan itu pun dari Jepang. Padahal dia masih SMA lho! Bukannya dia punya banyak teman dari sekolahnya ya? Kok dia malah sering terlihat sendirian? Nah, hal inilah yang semakin meyakinkan saya untuk mengategorikan Kak Ros sebagai introvert.<\/p>\n<p>Seorang introvert memang tidak mudah menjalin pertemanan. Namun, jangan beranggapan kalau orang introvert tidak menyukai pertemanan dan pilih-pilih. Orang introvert hanya tidak mudah klik dengan sembarang orang. Seorang introvert lebih memilih menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat atau orang yang bisa mengerti dia.<\/p>\n<p>\u201cKok ya jauh amat sih Kak Ros nyari teman?\u201d<\/p>\n<p>For your information, seorang introvert memang lebih tertarik berbincang melalui media sosial daripada di kehidupan nyata. Orang introvert juga lebih suka menulis daripada berbicara langsung. Mungkin, saat ngobrol dengan Hideko, yang merupakan sahabat pena, Kak Ros menemukan kecocokan. Walhasil, Hideko lah yang berhasil menjadi teman dekatnya.<\/p>\n<h4>#3 Punya ide-ide cemerlang<\/h4>\n<p>Nah, saat Upin dan Ipin gagal dalam ujian perkalian di sekolah, Kak Ros lah yang akhirnya mengajari Upin dan Ipin sampai bisa. Bahkan Fizi pun sampai terkesima melihat progres hafalan perkalian Upin dan Ipin. Fizi akhirnya pengin juga diajari sama kakak Upin dan Ipin.<\/p>\n<p>Cara Kak Ros mengajari adik-adiknya menurut saya unik banget. Apalagi saat mengajari Fizi ( anak yang dikenal tidak terlalu pintar), dia sampai mengerahkan banyak pasukan. Tidak hanya sekali itu, Kak Ros juga mengajari Upin dan Ipin mengingat warna-warna pelangi menjadi lebih mudah dengan cara yang tak biasa. Kalian nggak usah heran juga sih! Seorang introvert memang bisa menghasilkan ide dan berkarya di luar dugaan.<\/p>\n<h4>#4 Nggak bisa berbasa-basi<\/h4>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, Kak Ros diceritakan sebagai orang yang thas-thes \u00a0alias to the point. Intinya, dia jarang banget basa-basi. Kepada kedua adiknya pun, Kak Ros tidak bicara remeh-temeh layaknya kebanyakan orang yang sedang berbicara pada anak kecil.<\/p>\n<p>Meski demikian, Kak Ros beberapa kali bersikap jail pada adik-adiknya. Itu adalah sisi lain dari seorang introvert yang sebenarnya penyayang, tapi nggak mau bilang. Jadi, meski suka thas-thes, orang introvert itu aslinya asyik. Namun, orang introvert bisa bersikap seperti itu hanya pada orang-orang terdekatnya.<\/p>\n<p>Nah itulah bukti kalau kak Ros yang wangi dan comel adalah seorang introvert. Semoga artikel ini membantu kalian mengenal Kak Ros lebih dekat ya. Salam Upin dan Ipin.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-bukti-kalian-lebih-beruntung-daripada-nia-ramadhani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">3 Bukti Kalian Lebih Beruntung daripada Nia Ramadhani<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/johara-masruroh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Johara Masruroh<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggemar Upin dan Ipin tentu sudah tak asing dengan Kak Ros. Tahukah kalian kalau Kak Ros ternyata seorang introvert?<\/p>\n","protected":false},"author":1101,"featured_media":94435,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[457,5855],"class_list":["post-93068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-introvert","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}