{"id":929,"date":"2019-05-11T16:00:51","date_gmt":"2019-05-11T09:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=929"},"modified":"2021-10-08T13:27:42","modified_gmt":"2021-10-08T06:27:42","slug":"taring-babi-komunitas-punk-yang-memberi-inspirasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/taring-babi-komunitas-punk-yang-memberi-inspirasi\/","title":{"rendered":"Taring Babi, Komunitas Punk yang Memberi Inspirasi"},"content":{"rendered":"<p>Sadar atau tidak, segelintir orang memiliki stigma negatif ketika melihat seseorang yang berpakaian atau bergaya ala <em>punk<\/em>. Ketika mendengar kata <em>punk<\/em> disebutkan pun, bisa jadi sudah berprasangka, <em>overthinking<\/em>. Perilaku dan sikap yang urakan, \u00a0pakaian yang kucel, bau (ada anggapan mereka tidak mandi), tidak segan untuk melakukan tindak kriminal, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Kembali lagi, pemikiran seperti itu, bergantung pada stigma dan pola pikir seseorang.<\/p>\n<p>Tidak semua anggota <em>punk<\/em> seperti demikian. Ada anggota atau lebih tepatnya komunitas <em>punk<\/em> yang dapat dikatakan kreatif, karena memang terbiasa membuat kerajinan tangan, menyablon, demi menghidupi teman-teman di komunitas tersebut. Mereka juga tidak segan untuk memberikan pertolongan kepada orang di sekitar yang membutuhkan.<\/p>\n<p>Taring Babi, itulah nama komunitas <em>punk<\/em> yang dibentuk oleh Mike, yang juga merupakan salah satu personil band bergenre <em>punk<\/em>, Marjinal. Komunitas Taring Babi sendiri berlokasi di kawasan Setu Babakan, Jalan Setiabudi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Semasa kuliah semester akhir, saya mendapat kesempatan datang, bertemu, dan wawancara langsung dengan Mike untuk keperluan skripsi di Taring Babi, fokus penelitannya adalah perilaku menolong pada anggota komunitas <em>punk<\/em>. Hari pertama datang, saya beranikan diri melancong ke Jalan Setiabudi dengan menggunakan kendaraan pribadi, berhubung saat itu transportasi <em>online<\/em> belum seaktif saat ini.<\/p>\n<p>Tidak sulit menemukan lokasi Komunitas Taring Babi, dari Jalan Setiabudi hanya beberapa meter, terlihat satu tempat yang terlihat cukup ramai dikunjungi atau ada saja orang yang datang. Saya yang ketika itu belum terbiasa berkomunikasi dengan anak <em>punk<\/em>, ada sedikit rasa takut dan bingung, bagaimana cara memulai komunikasi yang baik.<\/p>\n<p>Sampai akhirnya, seseorang dari dalam menyapa, \u201ckenapa cuma di depan? Sini masuk.\u201d Mike menyapa dari dalam. Setelah disapa dan diminta masuk, akhirnya saya memberanikan diri untuk berkomunikasi.<\/p>\n<p>Sebelum datang, jelas saya mencari tahu terlebih dulu sedikit tentang Komunitas Taring Babi, termasuk sosok seorang Mike. Tertulis di beberapa media, memang dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka menolong. Dari sifat ramah yang sudah ditunjukan, rasanya memang berbanding lurus dengan info yang saya dapatkan.<\/p>\n<p>Semua orang yang ada di komunitas tersebut terbilang ramah dengan orang sekitar, termasuk saya sebagai orang yang baru hadir, pun kepada anak-anak. Setelah saya menjelaskan apa keperluan saya datang, dan melakukan sedikit basa-basi, saya diberi kesempatan untuk melihat-lihat suasana di dalam komunitas ini. Termasuk jika ingin membuat kopi, bisa dibuat sendiri dengan pergi ke dapur dan memilih kopi mana yang disukai.<\/p>\n<p>Saat saya berada di Taring Babi, beberapa kali juga Mike diliput oleh beberapa stasiun TV, tanpa berlama-lama, langsung diwawancara dan diajukan beberapa pertanyaan untuk bahan berita.<\/p>\n<p>Ada banyak kerajinan tangan yang dibuat, termasuk rak buku di dalamnya. Dari mulai sablon, ukiran dari kayu, dan grafiti pada dinding. Khusus untuk buku, memang disediakan untuk dibaca, bukan sekadar pajangan. Mike berpendapat, menjadi seorang <em>punk<\/em> harus memiliki wawasan yang luas dan baik.<\/p>\n<p>Yang menurut saya paling <em>epic<\/em>, adalah satu kalimat yang terdapat pada lorong di samping rumah, bertuliskan, \u201cdi sini bukan tempat untuk menjadi <em>punk<\/em>, di sini bengkel untuk menjadi dirinya sendiri\u201d. Setelah saya dan Mike berbincang, jelas memang dia tidak pernah memaksakan pemahaman <em>punk<\/em> untuk wajib diikuti kepada siapa pun. Menurutnya, <em>punk<\/em> sendiri berarti kebebasan dengan tetap bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. <em>Punk<\/em> itu bebas menjadi diri sendiri, seperti apa yang dimau, tambahnya.<\/p>\n<p>Mike juga menekankan, selama hidup, dia ingin menjadi berguna bagi sesama. Salah satunya dengan memberikan pertolongan kepada siapa pun yg membutuhkan, khususnya orang sekitar. Hal tersebut dibuktikan dengan selalu menolong tetangga yang berada di lingkungan tersebut. Ketika saya datang ke sana, Mike dan yang lain sedang membuat tempat duduk untuk di alun-alun warga dari bahan baku kayu. Saat sedang banjir, Mike juga mengajak teman-temannya untuk membantu warga memberikan bantuan berupa tenaga dan makanan.<\/p>\n<p>Ditegaskan juga bahwa komunitas Taring <a href=\"https:\/\/mojok.co\/mig\/esai\/tukang-onar-di-negeri-ini-memang-babi-namanya\/\">Babi<\/a> ini terbuka untuk siapa pun yang mau belajar, bahkan jika ingin menemukan jati diri. Untuk sekadar singgah, dan lain sebagainya. Ada banyak yang bisa dipelajari, mulai dari membuat desain, menyablon, ukiran dari kayu, juga jika ingin mengetahui banyak tentang musik. Pada beberapa kesempatan, saya juga beberapa kali bertemu dengan mahasiswa dari kampus lain, yang juga sedang membuat tugas akhir.<\/p>\n<p>Dari apa yang saya lihat, betul-betul membuat kagum dan mengubah pandangan perihal <em>punk<\/em>. Mike yang diketahui juga masih belajar dan mendalami tentang <em>punk<\/em>, memberi sedikit pesan, tentang bedakan antara orang yang hanya bergaya <em>punk<\/em> dan memang yang memiliki jiwa <em>punk<\/em>.<\/p>\n<p>Menurutnya, orang yang bergaya <em>punk<\/em> lalu melakukan suatu tindak kriminal, itu bukan <em>punk<\/em>, itu hanya penjahat yang bergaya ala <em>punk<\/em>. Jelas mencoreng budaya\u00a0itu sendiri. Sama halnya seperti pejabat berdasi yang melakukan tindakan korupsi. Menjadi <em>punk<\/em>, artinya bebas menjadi diri sendiri, namun tetap bertanggungjawab terhadap apa pun yang dilakukan, tegasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sadar atau tidak, segelintir orang memiliki stigma negatif ketika melihat seseorang yang berpakaian atau bergaya ala punk. <\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":1009,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[247,248,246,245],"class_list":["post-929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-komunitas","tag-musik","tag-punk","tag-taring-babi"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/929\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}