{"id":9289,"date":"2019-08-09T07:00:31","date_gmt":"2019-08-09T00:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=9289"},"modified":"2022-02-09T14:04:31","modified_gmt":"2022-02-09T07:04:31","slug":"mengenal-kepribadian-orang-lewat-caranya-ketawa-saat-chat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-kepribadian-orang-lewat-caranya-ketawa-saat-chat\/","title":{"rendered":"Mengenal Kepribadian Orang Lewat Caranya Ketawa Saat Chat"},"content":{"rendered":"<p>WhatsApp menjadi aplikasi yang sering dipakai oleh masyarakat dunia khususon Indonesia yang mobilitas komunikasi dan informasinya sangat tinggi.\u00a0Grup WhatsApp pun dibuat dari grup <em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ya-tuhan-mengapa-ghibah-itu-menyenangkan\/\">ghibah<\/a> online<\/em>, grup <a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/ulasan\/pojokan\/susahnya-menghadapi-humor-grup-wasap-bapak-bapak\/\">chat bapak-bapak<\/a>, grup keluarga, grup mantan, grup reuni sekolah, dan alasan dibuatnya pun bermacam-macam, mulai dari <em>ghibahin<\/em> tetangga sampai mencari informasi terkini tentang <del>mantan<\/del> desa.<\/p>\n<p>Di dalam proses <em>chatting<\/em> ria ini tentu saja disisipkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menurut-kamu-apa-arti-emoji-dua-telapak-tangan-yang-menyatu-ayo-kita-sepakati\/\">berbagai macam emoji<\/a> untuk mewakili perasaan senang, marah, sedih, cinta <del>tapi<\/del> benci, suka dan duka.\u00a0Maka tidak heran hanya dari gaya <em>chatnya<\/em> pun ada sebagian orang yang langsung bisa menebak bagaimana kepribadiannya, ya hanya dari cara si doi membalas <em>chat<\/em> ketawa, <em>gaes<\/em>.<\/p>\n<p>Nah tulisan ini juga akan membahas terkait menebak kepribadian seseorang melalui cara tertawanya di media sosial. Dari banyaknya sistem bahasa dan sistem tanda tertawa, saya akan mengambil lima <em>sample<\/em>. Dan ini juga sudah melalui wawancara dengan beberapa sumber.<\/p>\n<p>Meskipun sudah melalui beberapa sumber, hasil analisis dan data ini tentu saja masih sangat bisa untuk diperdebatkan, dan masih berpeluang untuk dikritik sana sini, atau bahkan dibantah sama sekali. Namun di sini izinkan saya memaparkan penemuan dan penelitian tipis-tipis saya terkait korelasi kepribadian, dengan tertawa <em>online<\/em> via WhatsApp<\/p>\n<p><strong>1. Hahaha<\/strong><\/p>\n<p><em>Haha<\/em> secara umum menandakan tawa yang pecah, <em>kecowagan<\/em> paripurna, tawa yang penuh, dan tawa yang tanpa kepura-puraan apa adanya (meskipun seringkali juga bisa diartikan untuk menutup satu obrolan yang garing alias membosankan).\u00a0Maka orang yang menggunakan tawa <em>haha<\/em> dalam <em>chattingannya<\/em> bisa jadi dia adalah orang yang garing tapi mencoba untuk basah.<\/p>\n<p>Orang yang menggunakan <em>haha<\/em> dalam <em>chattingannya<\/em> kemungkinan adalah orang dengan kepribadian jujur apa adanya dan mainstream seperti orang kebanyakan.\u00a0Tapi <em>haha<\/em> sekarang ternyata disalahgunakan untuk menyudahi obrolan yang krik-krik<\/p>\n<p><strong>2. Hehehe<\/strong><\/p>\n<p><em>Hehe<\/em> biasanya digunakan oleh <a href=\"https:\/\/tirto.id\/jangan-ragu-jadi-pribadi-yang-introvert-cioT\">orang yang pendiam<\/a>, pemalu dan nggak banyak omong. <em>Hehe<\/em> oleh jenis tipe orang ini digunakan sebagai tanda menghormati lawan <em>chat<\/em>, sopan santun, dan tak ingin melukai <em>sohibul chatting<\/em>. Tapi tidak jarang, lagi-lagi <em>hehe<\/em> disalahgunakan untuk menyudahi <em>chattingan<\/em> yang kelewat garing. Aku bisa apa? <em>Hiks<\/em><\/p>\n<p><strong>3. Hihihi<\/strong><\/p>\n<p>Saat mewawancarai seorang guru, beliau mengatakan bahwa <em>hihi<\/em> biasanya digunakan oleh orang-orang yang memiliki kepribadian perfeksionis. Soalnya pada <em>chat<\/em> ketawa jenis <em>hihi<\/em>, ada sesuatu yang ditahan, tertawanya tidak lepas karena mereka harus jaim dong. Jaga imej gitu.<\/p>\n<p>Tapi lagi-lagi dan lagi-lagi, chat ketawa <em>hihi<\/em> hanya berakhir kepada tanda untuk menyudahi obrolan yang gitu-gitu aja nggak ada variasinya, nggak ada kreatifnya sama sekali, terus kalau sudah <em>hihi<\/em> kamu mau balas apa? Ya tak bisa balas apa-apa\u2014pasrah. Malah terkadang <em>chat<\/em> ketawa hihi hanya berakhir dengan centang biru dua. Lalu ditinggalkan tanpa alasan, tanpa bilang-bilang, lalu menghilang.<\/p>\n<p><strong>4. Wkwkwk<\/strong><\/p>\n<p><em>Wkwk<\/em> adalah jenis tertawa yang lucu-lucu <del datetime=\"2019-08-08T04:36:33+00:00\">bgsd<\/del>. Selain unsur lucu dan <em>gemesyy<\/em>, di situ juga disisipkan semacam ejekan tipis-tipis, apalagi di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ada-apa-dengan-lomba-meme-kemdikbud\/\">tangan anak meme<\/a>, <em>chat<\/em> tawa jenis <em>wkwk<\/em> berevolusi menjadi <em>awokwokwok<\/em> yang kadar mengejeknya ditingkatkan dua digit.<\/p>\n<p>Orang yang menggunakan jenis tawa <em>wkwk <\/em>tentu saja memiliki kepribadian yang humoris, mudah akrab, dan disukai banyak orang. Tapi ingat loh ya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-yang-lucu-di-luar-biasanya-hancur-di-dalam\/\">orang yang lucu di luar biasanya hancur di dalam<\/a>. <em>pfffttt<\/em><\/p>\n<p>Ada juga yang menggunakan jenis tawa <em>wqwq<\/em> biar tampil beda katanya. Karena <em>wqwq<\/em> juga masih jarang digunakan oleh orang kecuali sedikit. Inginnya sih beda tapi jatohnya tetap sama kembali ke <em>wkwk<\/em><\/p>\n<p><strong>5. Wikwikwik<\/strong><\/p>\n<p>Hati-hati bagi kalian yang mendapatkan <em>chat<\/em> tawa jenis <em>wikwik<\/em>. Ini bukan hanya sekadar tawa, ada latar belakang sejarah yang panjang di belakangnya. Kita harus memahami konteks tawa <em>wikwik<\/em> ini saat <em>boomingnya<\/em> lagu dari negeri <del>kominhap<\/del> Thailand.<\/p>\n<p>Orang yang <em>chat<\/em> menggunakan wikwik biasanya memiliki kepribadian, maaf,\u00a0 &#8220;bajul buntung&#8221;. <em>Wikwik<\/em> bagi mereka bukan sekedar tanda tawa, tapi juga pikiran untuk melakukan perbuatan yang diinginkan. Jadi saya sarankan untuk segera memblokir orang jenis ini. Tapi ya itu hanya sekadar saran, hanya alternatif opsi, eksekusi dan keputusannya tentu saja berada di tangan Anda.<\/p>\n<p>Demikian pemaparan saya terkait korelasi jenis <em>chat<\/em> tawa dengan kepribadian seseorang, tentu saja masih ada kekurangan di sana-sini yang mesti dikritisi dan diperbaiki. Semoga bermanfaat. Tabik.\u00a0(*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tapi lagi-lagi dan lagi-lagi, chat ketawa hihi hanya berakhir kepada tanda untuk menyudahi obrolan yang gitu-gitu aja ga ada variasinya.<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":9414,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[831,1492,2377,2376,2209,307],"class_list":["post-9289","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-chat","tag-ghibah","tag-grup-chat","tag-ketawa","tag-percakapan","tag-whatsapp"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9289"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9289\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}