{"id":92709,"date":"2020-12-10T09:05:01","date_gmt":"2020-12-10T02:05:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=92709"},"modified":"2020-12-09T19:39:20","modified_gmt":"2020-12-09T12:39:20","slug":"ikatan-cinta-adalah-fifty-shades-of-grey-versi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ikatan-cinta-adalah-fifty-shades-of-grey-versi-indonesia\/","title":{"rendered":"Ikatan Cinta Adalah Fifty Shades of Grey Versi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali dua kali saat lewat di depan televisi, antara pukul 19.30 hingga 21.30, saya dipaksa menyaksikan sinetron<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Apalagi penyebabnya kalau bukan istri saya yang kadung gandrung dengan friksi dan flirting antara Andin (Amanda Manopo) dan Mas Al (Arya Saloka). Dia bilang, menonton sinetron itu adalah me time setelah seharian terkungkung dalam tembok tinggi laboratorium kampus dan mengisap udara bahan kimia yang entah apa saja kandungannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja saya tidak langsung percaya, saya punya dugaan lain. Saya yakin istri saya begitu terbawa pada jalan cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena satu atau dua tahun lalu pernah saya \u201ccekoki\u201d film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Grey<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak hanya satu, namun tiga sekuel sekaligus. Sebentar, kalian para pemuja Dakota Johnson jangan dulu tersulut emosinya, jangan gampang ke-trigger. Sabar dulu, saya akan berikan penjelasan yang panjang, lebar, dan tinggi sampai bisa diterima oleh akal sehat kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun lalu,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Fifty Shades of Grey, Fifty Shades of Darker, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Freed <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa jadi merupakan hawa segar bagi para jomlo yang telah menantikan masa bersejarah \u201cfilm BF\u201d ditayangkan di bioskop. Meskipun demikian, bagi kritikus film amatiran seperti saya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Trilogy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tak ubahnya seperti sinetron Indonesia yang telah puluhan tahun saya tinggalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikan polanya, gadis biasa bertemu dengan miliarder muda, saling jatuh cinta, lalu menikah. Bedanya ya hanya di konfliknya, sexual intercourse yang sudah jadi hal biasa di pergaulan Barat ditempatkan sebagai masalah besar dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Trilogy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Premisnya si gadis biasa, Anastasia, ternyata virgin, hal yang sangat janggal dalam pergaulan di Amerika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, si cowok Grey, seperti menjawab hasrat mesum banyak lelaki, adalah seorang masokis kaya raya, kalau tidak mau disebut sebagai anak pungut korban masokisme. Di sinilah titik temu antara sinetron<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ikatan Cinta <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Grey<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: \u201cMasokisme\u201d Mas Al terhadap Andin. Tentu saja tidak secara eksplisit ditunjukkan interaksi seksualnya, kan jadi nggak ada yang ditonton kalau seluruh adegannya kena sensor KPI. Namun, bisa disebut sebagai masokisme \u201cverbal\u201d dan masokisme \u201csikap\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua ibu-ibu penggemar die hard Mas Al tentu akan ngamuk<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kalau saya menuduh Aldebaran sebagai masokis yang suka main tangan. Istilah masokisme sikap bisa diperhatikan dari sikap Mas Al yang seolah ignorant pada Andin. Meskipun bisa terlihat jelas dari mbatin khas sinetron bahwa Mas Al itu sebenarnya mau, tapi cuma malu ngaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter Mas Al juga menjelaskan fenomena yang jamak terjadi dalam kehidupan anak muda masa kini, bad boy selalu lebih banyak gebetan dan pacarnya ketimbang cowok baik-baik. Kalian para lelaki jomlo harusnya berhenti sambat di media sosial dan fokus belajar dari Mas Al, dengan cara memburu semua episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari awal di YouTube.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kecenderungan masokistik dalam diri Mas Al, persamaan lainnya dengan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Grey<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tentu saja premis karakter laki-laki muda yang kaya. Apalagi jabatannya CEO, persis seperti jabatan Christian Grey dalam film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Grey<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Barangkali hanya berbeda bidang usahanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya mengira nama tokoh Aldebaran pastilah merepresentasikan pekerjaan mantan astronot, minimal filantropis yang kerap mendanai proyek NASA ke luar angkasa. Mengingat kata Aldebaran mengacu pada bintang Aldebaran dalam susunan rasi bintang Taurus. Lalu saya kecewa, saya sadar bahwa karakter sinetron mustahil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">back story<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sedalam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap Mas Al yang dingin bisa saja mengacu pada karakteristik bintang Aldebaran yang jauh lebih \u201cdingin\u201d dibandingkan matahari. Bintang Aldebaran memiliki suhu permukaan sebesar 3900 Kelvin, jauh di bawah suhu permukaan matahari yaitu sebesar 5778 Kelvin. Oh I see, ternyata sikap cuek, dingin, dan acuh tak acuh Mas Al berasal dari filosofi bintang Aldebaran. Akan tetapi, semua serba-serbi astronomi itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifty Shades of Grey.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu teori lainnya saya kembangkan berkaitan dengan pekerjaan Mas Al sebagai CEO. Kecurigaan saya terbukti setelah mempelajari seluruh iklan yang tampil selama sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tayang. Saya sampai pada satu kesimpulan mencengangkan: Mas Al adalah CEO perusahaan pangan multinasional. Saya yakin ibu-ibu penggemar Mas Al tidak pernah memperhatikan hal ini, mereka justru kesal dan sebal kalau adegan iklan yang diperagakan oleh beberapa pemeran sinetron tiba-tiba muncul dengan wajah tanpa dosa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh pengamatan saya, setidaknya ada sekitar delapan sampai sepuluh produk industri pangan yang muncul dalam sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulai dari permen Kis (Mayora), Zuperrr Keju (Mayora), mie Lemonilo (PT Lemonilo Indonesia Sehat), Mie Sedaap (Wings), Mie Tasty (Wings), kopi instan Gilus Mix (Torabika), dan kopi instan Lokalate (Nutrifood). Sungguh keren, ternyata Mas Al adalah CEO dari lima perusahaan pangan multinasional berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terang saja ibu-ibu muda cinta mati pada Mas Al, tidak hanya bad boy yang suka malu tapi mau, namun juga horang kaya, sultan bahkan. Mobilnya saja Mercedes terbaru yang saya nggak tahu serinya, kurang helikopter aja ini biar makin bikin meleleh hati ibu-ibu. Bayangkan Mas Al mencari Andin yang suka minggat dari rumah dengan helikopter sungguhan, membelah kemacetan Jakarta di awal musim hujan yang muram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mestinya, sesekali jajaran produser dan sutradara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bikin satu scene di pabrik pangan kenamaan. Misalnya sedang meninjau kapasitas produksi mi instan, atau melakukan kunjungan industri bulanan. Tunjukkan dong kemampuan manajerial tingkat tinggi yang dimiliki Mas Al, biar nggak dikira CEO yang cuma bisa ongkang-ongkang macam komisaris mantan relawan kampanye presiden di suatu negara khayalan.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banggalah-jadi-budak-micin-perdebatan-soal-tidak-sehatnya-msg-bukan-perkara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Banggalah Jadi Budak Micin, Perdebatan soal Tidak Sehatnya MSG Bukan Perkara<\/a><\/b>\u00a0<b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/adi-sutakwa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Adi Sutakwa<\/a>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain kecenderungan masokistik dalam diri Al, persamaan lainnya dengan Fifty Shades of Grey tentu saja premis karakter lelaki muda yang kaya.<\/p>\n","protected":false},"author":1076,"featured_media":92767,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9649,7036],"class_list":["post-92709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ikatan-cinta","tag-review-sinetron"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1076"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92709"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92709\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}