{"id":9226,"date":"2019-08-07T07:00:37","date_gmt":"2019-08-07T00:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=9226"},"modified":"2022-02-09T14:27:01","modified_gmt":"2022-02-09T07:27:01","slug":"meski-nama-mirip-perempuan-saya-tetap-chelsea-tapi-bukan-chelsea-islan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meski-nama-mirip-perempuan-saya-tetap-chelsea-tapi-bukan-chelsea-islan\/","title":{"rendered":"Meski Nama Mirip Perempuan, Saya Tetap Chelsea Tapi Bukan Chelsea Islan"},"content":{"rendered":"<p>Kalau suatu hari kamu mendengar nama Chelsea Venda tanpa melihat foto atau mengetahui orangnya, apa yang terlintas di pikiranmu pertama kali? Mungkin beberapa orang langsung kepikiran Chelsea Islan kan\u2014seorang perempuan cantik dengan rambut hitam yang menawan? Jika memang begitu, ya sudahlah, kamu nggak sendiri, kok.<\/p>\n<p>Sebagai seseorang yang lahir di generasi 90-an, mempunyai nama depan Chelsea membuat saya cukup bangga\u2014setidaknya dimirip-miripin Chelsea Islan. Orang tua saya rupanya cukup visioner juga dengan memberi nama depan saya Chelsea. Nama yang keren.<\/p>\n<p>Sayangnya, realita dunia kadang tak sesuai harapan.\u00a0Sudah nggak terhitung saya disangka oleh banyak orang bukan sebagai seorang laki-laki, berkat nama mirip perempuan yang saya punya. Sebagian membuat saya ingin tertawa sendiri, sebagiannya lagi membuat bibir ini berkerut. Bikin risih!<\/p>\n<p>Sejak sekolah dasar sampai sekarang di bangku kuliah, kejadian itu terus berulang padahal saya merasa nggak daftar remidian.\u00a0 Saya terus menghadapi perlakuan yang sama pada saat presensi.<\/p>\n<p>\u201cChelsea Venda,\u201d panggil dosen.<\/p>\n<p>\u201cChelsea!\u201d ucapnya lagi.<\/p>\n<p>Dosen itu memanggil saya sambil melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi matanya hanya fokus ke gerombolan perempuan. Ketika saya mengacungkan tangan, beliau pun kaget. \u201cLoh, Chelsea itu laki-laki?\u201d tambahnya dengan raut muka keheranan.<\/p>\n<p>Setelah itu, beragam pertanyaan lain muncul hanya karena nama Chelsea adalah nama mirip perempuan. Beberapa teman di kanan dan kiri tak luput berbisik, seolah nama ini harusnya disematkan ke seorang perempuan, bukan pada saya. Seolah\u2013olah, mereka ingin menyerbu saya dengan beribu pertanyaan, \u201cKok namanya Chelsea? Aku kira Chelsea itu perempuan. Eh, taunya laki-laki.\u201d Untung aja nggak ada yang mengira saya ini <a href=\"https:\/\/tirto.id\/victorias-secret-pakai-model-transgender-pertama-valentina-sampaio-efJq\">seorang transgender<\/a>.<\/p>\n<p>Kejadian paling menjengkelkan adalah ketika saya akan membayar uang SPP kuliah kemarin. Ketika saya maju ke depan loket, mas-mas penjaga loket dengan santainya ngomong, \u201cKakaknya Chelsea, Mas?\u201d<\/p>\n<p>Segera, saya jawab, \u201cBukan, Mas!\u201d sembari mengeluarkan uang di dompet. Ternyata, rasa penasaran mas-mas loket itu belum kelar juga.<\/p>\n<p>\u201cOh, pacarnya Mbak Chelsea ya, Mas? Atau udah nikah, sampai-sampai uang SPP aja Masnya yang bayar?\u201d tambahnya. Dalam hati, saya ingin mengatakan, <em>\u201cP<\/em><em>acare matamu<\/em><em>,<\/em> <em>C<\/em><em>uk!<\/em><em>\u201d<\/em><\/p>\n<p>\u201cChelsea itu saya sendiri, Mas,\u201d ucap saya dengan tenang. Sontak, suasana canggung pun muncul.<\/p>\n<p>Tapi, serius deh. Memangnya, sebegitu perempuankah nama Chelsea? Kok bisa-bisanya saya sendiri yang punya nama malah dianggap pacarnya si Chelsea?!<\/p>\n<p>Tak dipungkiri, yang mempopulerkan nama Chelsea pertama di Indonesia itu memang perempuan. Mari kita daftar satu-satu: Mulai dari Chelsea Olivia yang dulu sering main sinetron, yang suaminya bernama Glenn Alinskie, lalu ada Agatha Chelsea si penyanyi jebolan Idola Cilik, dan yang terakhir ada Chelsea Islan, seorang perempuan yang belakangan ini menjadi sosok yang bisa membahagiakan imajinasi laki\u2013laki. Tak tanggung-tanggung, ada pula pedoman hidup yang baru populer: harta, tahta, Chelsea Islan. <em>hehehe<\/em><\/p>\n<p>Tapi, tolong ya, hanya karena yang populer pakai nama Chelsea itu perempuan, bukan berarti semua yang punya nama Chelsea itu auto-perempuan! Huh. Nggak gitu juga, <em>keleus<\/em>.<\/p>\n<p>Kesalahan\u2013kesalahan persepsi yang orang lain sangkakan ke saya ternyata juga terjadi oleh orang terdekat saya: kedua orang tua saya. Aneh sekali, saya pun dibuatnya heran. Tapi yang jelas, di kartu keluarga saya, pada kolom jenis kelamin, saya dituliskan sebagai seorang perempuan. Busyet, ini semua cuma karena nama mirip perempuan!<\/p>\n<p>Entah apa yang ada di pikiran orang tua saya pada waktu itu. Saya juga nggak tahu apakah petugasnya salah <em>input<\/em> atau dasarnya orang tua saya saha yang ingin punya anak perempuan. Tulisan \u201cperempuan\u201d di kartu keluarga itu dibiarkan begitu saja, bahkan sampai menjelang lulus SMA. Saat akan membuat KTP, barulah saya urus segala sesuatunya.<\/p>\n<p>Bagaimana keganjilan ini terjadi, sungguh membuat saya geli sendiri. Kejadian seperti ini nyatanya juga dialami oleh teman saya, Yudha Ade. Kalau saya punya nama mirip perempuan, teman saya ini memiliki nama yang mirip laki-laki. Pada saya, dia bercerita bahwa, sejak kecil, dia sering dianggap sebagai laki\u2013laki. Pertanyaan\u2013pertanyaan seputar, \u201cNamanya Yudha, tapi kok perempuan?\u201d sudah menjadi rutinitas yang harus dijawab setiap kali dia memasuki lingkungan baru.<\/p>\n<p>Saya dan Yudha pernah berada di satu kelas yang sama. Pada saat presensi berlangsung, keheranan orang\u2013orang makin menjadi-jadi, bahkan sampai ada yang menyarankan kami untuk bertukar nama. Argumennya masih sama\u2014Chelsea itu nama perempuan sedang Yudha nama laki-laki.<\/p>\n<p>Duh, memangnya kenapa, sih, punya nama yang keperempuan-perempuanan alias nama mirip perempuan? Memangnya itu ngaruh sama proses tumbuh kita dan jalinan pertemanan kita? Kan nggak! Lagian, siapa, sih, yang mengotak\u2013ngotakkan nama untuk perempuan dan nama untuk laki-laki? Sejak kapan ada pembagian serupa dan mengapa di kultur masyarakat kita seolah seperti mengamininya?<\/p>\n<p>Sudahlah, berhenti mengotak\u2013ngotakkan bahwa nama ini hanya untuk perempuan dan yang ini khusus untuk laki-laki. Lagian Chelsea itu nama yang keren, seperti nama klub bola nan jauh di sana.<\/p>\n<p>Seking kerennya, \u00a0saya pernah bertanya ke orang tua, kenapa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/sw\/esai\/nasib-punya-bapak-nggak-kreatif-kasih-nama-cuma-satu-kata\/\">memberi nama<\/a> Chelsea. Saya pikir jawabannya akan sekeren yang dibayangkan, meski nama ini dicap sebagai nama mirip perempuan. Tapi, coba tebak?<\/p>\n<p>Jawaban dari orang tua saya sungguh nggak terduga. Kata mereka, \u201cChelsea itu singkatan, Nak, <em>CEritane Laire jam SEpuluh Awan<\/em>. Itu pun karena kamu dulu lahirnya pagi sekitar jam 10.\u201d<\/p>\n<p>Mantul! Mantap betul!<\/p>\n<p>Ah, seandainya saja orang-orang yang <em>kekeuh<\/em> bilang nama saya mirip perempuan dari zaman dulu itu bisa membaca penjelasan terakhir barusan. Nama saya boleh saja nama mirip perempuan, tapi maknanya tetap netral\u2014kayak nama <em>band. hehe<\/em><\/p>\n<p>Biar nggak ngeyel terus!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin beberapa orang langsung kepikiran Chelsea Islan kan\u2014seorang perempuan cantik dengan rambut hitam yang menawan? Ya sudahlah, kamu nggak sendiri, kok.<\/p>\n","protected":false},"author":213,"featured_media":9232,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[1372,2309,2306,34,2308,1529,413,2307,46],"class_list":["post-9226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-artis","tag-cerita-lucu","tag-chelsea-islan","tag-mahasiswa","tag-memberi-nama-anak","tag-nama","tag-problematika","tag-salah-sangka","tag-wanita"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/213"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9226"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9226\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}