{"id":91608,"date":"2020-12-03T14:00:04","date_gmt":"2020-12-03T07:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=91608"},"modified":"2022-02-03T11:34:31","modified_gmt":"2022-02-03T04:34:31","slug":"nostalgia-pacaran-di-koridor-taman-dan-kantin-sekolah-mana-yang-lebih-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nostalgia-pacaran-di-koridor-taman-dan-kantin-sekolah-mana-yang-lebih-nyaman\/","title":{"rendered":"Nostalgia Pacaran di Koridor, Taman, dan Kantin Sekolah: Mana yang Lebih Nyaman?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu SMA, saya pernah pacaran lebih dari dua tahun. Saya rasa pacaran selama itu tergolong setia untuk tingkat anak sekolah. Sifat setia di dalam diri saya sebenarnya wajar karena zodiak saya Virgo. Ditambah lagi kekasih saya berzodiak Capricorn. Makanya saat itu kami sangat cocok. Wow.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sekolah, kami adalah pasangan yang dikenal seluruh warga sekolah. Hingga sekarang saja, meski kami sudah putus, mereka masih mengingatnya. Beberapa teman saya sebenarnya menyayangkan keputusan saya ketika mengakhiri hubungan dengan si kekasih, tapi mau gimana lagi? Kalau sudah nggak nyaman memang sebaiknya udahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah seperti kebanyakan orang yang suka bernostalgia di masa sekolahnya, saya juga pengin berbagi cerita. Tapi, bukan soal hal-hal lucu maupun menyebalkan, saya hanya ingin bernostalgia tentang betapa nyamannya dulu pacaran di koridor, taman, dan kantin. Dengan pengalaman pacaran selama lebih dari dua tahun tentu saya sudah kenyang dengan tempat-tempat tersebut dan tahu betul kekurangan serta kelebihannya. Kira-kira mana yang lebih nyaman?<\/span><\/p>\n<h4>Koridor<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau lagi malas cari tempat yang sepi, koridor kelas bagi saya sudah cukup. Mau siswa lain merasa risih dan terganggu, bodo amat sih. Enaknya pacaran di koridor kelas adalah spotnya yang lumayan terbuka, saya senang kalau ada siswa lain yang iri melihat kemesraan saya dengan si doi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pikir, meski tidak sepopuler tempat-tempat yang lain, koridor merupakan tempat yang sangat asyik untuk nongkrong. Terlebih, biasanya koridor sekolah memiliki tempat duduk di depan kelas agar bisa menikmati waktu istirahat jika sedang malas ke kantin. Sebelum pulang sekolah pun saya sering duduk-duduk sebentar bersama si doi sambil ngobrolin banyak hal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, nggak enaknya pacaran di koridor kelas yaaa nggak bisa bebas. Misalnya, nggak bisa menggenggam tangan doi yang mulus banget. Akhirnya kedua tangan saya cuma bisa saya masukin ke dalam saku jaket. Ngobrol pun jadi nggak begitu intens karena suara berisik dari siswa-siswa lain yang lagi main basket atau ngerumpi.<\/span><\/p>\n<h4>Taman<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, pacaran di taman sekolah boleh dikatakan romantis banget. Sebab, berada di antara rindang dan hijaunya pepohonan memang top banget. Selain bisa melihat bangunan sekolah yang megah kalau diperhatikan dari kejauhan, pepohonan, yang entah sudah berapa lama usianya itu, jadi saksi saat doi sedang marah, nangis atau cemberut lantaran saya mengejek artis idolanya, Eza Gionino.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi taman sekolah mungkin hampir sama seperti koridor, yakni sebagai tempat nongkrong. Nah kebetulan di taman sekolah saya ada tempat duduknya. Bedanya, taman sekolah memiliki suasana yang sejuk karena banyak tumbuhan di sana. Ditambah lagi siswa-siswi lain suka pacaran juga di bangku taman. Kadang saya ketemu sahabat saya yang juga lagi pacaran di taman. Jadi double date gitu deh.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak enaknya pacaran di taman sekolah, berdasarkan pengalaman saya, suka kehabisan bahan obrolan. Biasanya ini gara-gara saya lebih suka menikmati suasana tempatnya, apalagi saya suka warna hijau. Konon, orang yang suka warna hijau dikenal sebagai orang yang setia, penuh perhatian, dan jujur. Dan orang seperti ini cenderung mengutamakan rasa aman dan nyaman bersama tempat di sekitarnya, bukan dengan kekasihnya.<\/span><\/p>\n<h4>Kantin<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kantin memang jelas tempat paling strategis buat janjian. Apalagi sewaktu SMA, saya anak IPA dan doi anak IPS. Tinggal ketik SMS &#8220;biasa&#8221; terus ketemuan deh di kantin. Sebagai cowok, tentu saja saya yang traktir pacar makan siang atau jajan di kantin, meskipun uang jajan saya sumbernya dari orang tua.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, kantin bisa dijadikan tempat pemuas rasa lapar sekaligus pemuas rasa kangen. Bukan kangen sama ibu kantinnya lho, kangen sama si doi laaah. Nah bermesraan di kantin asyiknya bukan pas jam istirahat, tapi pas jam sekolah sudah usai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ketiga tempat yang pernah saya jadikan tempat pacaran, kantin adalah tempat paling favorit buat pacaran. Bisa makan bareng sambil bersenda gurau sama si doi. Di kantin, saya biasanya lebih nyambung buat ngobrol karena perut sudah terisi. Mau ngobrolin sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Arti Sahabat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ayo<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mau ngobrolin lagu-lagunya Avenged Sevenfold ayo, ngobrolin lainnya juga ayo dah. Nggak enaknya pacaran di kantin palingan karena gengsinya. Makanan yang saya pesan harus lebih elite daripada pasangan lain dong.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah menurut kalian, mana tempat pacaran yang lebih nyaman?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-cincau-es-cendol-dan-es-goyobod-mana-yang-paling-segar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Es Cincau, Es Cendol, dan Es Goyobod: Mana yang Paling Segar? <\/a><\/strong><strong>dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-ridwansyah\/\">\u00a0Muhammad Ridwansyah<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">\u00a0di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sewaktu SMA, saya pernah pacaran lebih dari dua tahun. Saya rasa pacaran selama itu tergolong setia untuk tingkat anak sekolah. Sifat setia di dalam diri saya sebenarnya wajar karena zodiak saya Virgo. Ditambah lagi kekasih saya berzodiak Capricorn. Makanya saat itu kami sangat cocok. Wow. Di sekolah, kami adalah pasangan yang dikenal seluruh warga sekolah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":867,"featured_media":92632,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[599,167],"class_list":["post-91608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-nostalgia","tag-pacaran"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/867"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91608\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}