{"id":91476,"date":"2020-12-01T07:34:15","date_gmt":"2020-12-01T00:34:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=91476"},"modified":"2020-11-30T22:10:00","modified_gmt":"2020-11-30T15:10:00","slug":"3-strategi-bermain-tebak-tebakan-agar-kamu-dianggap-jago","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-strategi-bermain-tebak-tebakan-agar-kamu-dianggap-jago\/","title":{"rendered":"3 Strategi Bermain Tebak-tebakan agar Kamu Dianggap Jago"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tulisan<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/rzp\/rame\/list\/10-tebak-tebakan-yang-sebaiknya-tidak-pernah-kalian-dengar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> <span style=\"font-weight: 400;\">10 tebak-tebakan yang sebaiknya tidak pernah kalian dengar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, saya setuju bahwa tidak ada orang yang bodoh di dunia ini. Hanya mungkin kepintarannya ada pada bidang yang tidak berguna. Contohnya adalah orang yang pintar main tebak-tebakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saya pikir-pikir memang benar, apa gunanya sih pintar main tebak-tebakan? Paling dianggap jago. Tapi, entah kenapa (seperti yang pernah saya tulis <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-tebak-tebakan-sunda-yang-melegenda-walau-super-nyebelin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">) orang yang sudah terbiasa dan jago main tebak-tebakan pasti akan diingat sama teman-teman tongkrongan. Dan mungkin di situ nilai plus-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat masih kuliah, saya terbilang jago main tebak-tebakan. Awal teman-teman kuliah tahu saya jago bermain permainan yang mengasah otak ini adalah ketika salah satu dosen bertanya kepada kami, \u201cOrmas, ormas mana yang kompak dan banyak mendapatkan pahala?\u201d Kebetulan, dosen kami suka bercanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman saya, ada yang menjawab NU, lalu Muhammadiyah, tentu saja dengan jawaban-jawaban yang cukup logis. Tapi, dosen saya menimpalinya, \u201cSalah!\u201d katanya. Setelah teman-teman saya menyerah, mereka menyuruh saya untuk menjawabnya. Dan, saya kemudian menjawab, \u201cHTI, Pak. Sebab, ormas ini kompak. Buktinya mereka sering bertakbir \u2018Allahu Akbar\u2019\u201d. Sialan, jawaban saya benar. Kebetulan, kan, 2016 lalu HTI belum dibubarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, karena lihai main tebak-tebakan, saya ingin berbagi tentang strategi permainan ini agar dianggap jago sama lawan main kalian.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Punya opsi jawaban<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis tebak-tebakan paling mudah adalah plesetan kata. Dalam tebak-tebakan ini, memang terkesan simpel, tapi butuh berpikir keras. Sudah gitu, pertanyaan dan jawabannya terkadang tidak nyambung. Namun, tetap saja bisa diterima dan bikin tertawa terbahak-bahak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar dianggap jago main tebak-tebakan plesetan kata, strateginya adalah harus punya opsi jawaban. Artinya, meski pertanyaan kita terjawab benar sama lawan main, tetap saja kalian akan menang. Contohnya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian bertanya, \u201cCicak, cicak apa yang bisa nyanyi?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mesti punya opsi jawaban. Pertama, cicak rowo yang berarti lagu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cucak Rowo.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kedua, lagu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cicak-cicak di Dinding.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCicak, cicak apa yang bisa nyanyi?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lawan main menjawab, \u201cCicak rowo!\u201d jawaban ini benar, tetapi kita punya jawaban lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSalah! Yang benar adalah cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap&#8230;.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pun sebaliknya. Kalau dia menjawab cicak-cicak di dinding, kita bilang aja cicak rowo. Nah, dengan memakai strategi ini, kalian tidak akan kalah. Saya jamin. Maka dari itu, inilah kenapa saya jago banget main tebak-tebakan. Sekalipun lawan main saya menjawab benar, saya santai aja. Toh, ada jawaban lainnya.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Beri tebak-tebakan hitungan matematika<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau main tebak-tebakan lawan mainnya satu orang saja, kita wajib punya opsi jawaban. Sedangkan kalau banyakan, jangan pakai jenis tebak-tebakan plesetan kata. Sebab, biasanya semakin banyak yang ikutan, pertanyaan kita berpotensi akan terjawab. Jadi, berilah tebak-tebakan hitungan matematika. Pasalnya, saya yakin mereka akan terintimidasi dulu dengan angka-angka yang ada. Jenis tebak-tebakan ini bakal menguji logika mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda dua akuarium yang airnya bersih. Akuarium pertama, isinya batu lava tiga buah, eragon dua buah, dan fosil dua buah juga. Sedangkan akuarium kedua, isinya batu kali dua buah, unzai dan sansul tiga buah. Di dua akuarium itu, batu mana yang tidak ada?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pusing kan, tuh. Bakal langsung nyerah dulu, dah. Jawabannya adalah batu kering karena di dua akuarium itu semua batu pasti basah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda ubi 3 dikali 2, jadi berapa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya satu. Kenapa satu? Karena dalam bahasa Sunda, dikali artinya digali. Jadi ubi 3 digali 2, sisa 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya kalau main tebak-tebakan dengan banyak teman, strateginya beri tebak-tebakan hitungan matematika.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Gunakan kalimat, \u201cDi PR-kan aja\u201d dan \u201cSebenarnya saya sudah tahu\u201d<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi paling ampuh yang kerap saya gunakan adalah menggunakan dua kalimat tersebut. Ini yang bikin teman saya kesal setengah mampus. Untuk menggunakan kalimat, \u201cDi PR-kan saja\u201d adalah saat pertanyaan yang kita berikan terjawab benar meski sudah memakai strategi opsi jawaban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat, dulu saya pernah ngasih tebak-tebakan begini kepada mantan pacar saya, \u201cPenyanyi yang rambutnya nggak lurus?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia menjawab, \u201cAyu keriting!\u201d (Ayu Ting-Ting).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mampus. Dia menjawab benar. Tapi, karena saya tidak mau kalah. Saya bilang aja, \u201cSalah!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerus, jawabannya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh salah pokoknya..\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, jawabannya apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi PR-kan aja, ya. Besok dilanjut.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara untuk menggunakan kalimat, \u201cSebenarnya saya sudah tahu jawabannya\u201d adalah ketika pertanyaan lawan main sulit kita jawab. Lantaran kita tidak mau kelihatan bodoh, jawablah dengan kalimat tersebut. Jangan bilang, \u201cNyerah&#8230;.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lawan main, \u201cPenyanyi yang sering nggak sadarkan diri?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mampus. Agak pusing pertanyaannya, kan? Jawab aja, \u201cSebenarnya saya sudah tahu jawabannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa coba?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh udah tahu aja. Tapi, kasihan kan dari tadi saya menang terus.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, apa coba?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCoba, jawabannya apa emang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gobloknya, dia jawab sendiri, \u201cPingsan mambo..\u201d (Pinkan Mambo).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNah kan benar, saya tadi mau bilang gitu. Sebenarnya saya sudah tahu jawabannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh gituuu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLha, iya&#8230;.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga ketiga strategi ini membantu kalian agar dianggap jago main tebak-tebakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-tebak-tebakan-sunda-yang-melegenda-walau-super-nyebelin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">3 Tebak-tebakan Sunda yang Melegenda walau Super Nyebelin<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-ridwansyah\/\">\u00a0Muhammad Ridwansyah<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">\u00a0di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Entah kenapa orang yang sudah terbiasa dan jago main tebak-tebakan pasti akan diingat sama teman-teman tongkrongan.<\/p>\n","protected":false},"author":867,"featured_media":91975,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[9697,5760],"class_list":["post-91476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-tebak-tebakan","tag-tongkrongan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/867"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}