{"id":91393,"date":"2020-12-06T06:57:48","date_gmt":"2020-12-05T23:57:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=91393"},"modified":"2020-12-06T09:02:35","modified_gmt":"2020-12-06T02:02:35","slug":"zaman-dulu-belum-terasa-gaul-kalau-belum-punya-sony-ericsson-walkman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/zaman-dulu-belum-terasa-gaul-kalau-belum-punya-sony-ericsson-walkman\/","title":{"rendered":"Zaman Dulu, Belum Terasa Gaul kalau Belum Punya Sony Ericsson Walkman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 15 tahun lalu, wujud hape bisa dibilang beda banget dari yang biasa kita lihat sekarang. Boro-boro touch screen atau keyboard QWERTY, keypadnya saja masih berbentuk dial pad konvensional kok. Yang kalau mau ketik \u201cbaca\u201d saja lamanya minta ampun karena huruf B, A dan C masih satu tombol. Pada masa itu, salah satu simbol seberapa gaulnya seseorang adalah saat ia punya hape Sony Ericsson Walkman series\u2026 setidaknya hal itu yang berlaku di antara teman-teman sekolah saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu saya memasuki bangku SMP, kami sedang berada di tahap baru pertama kali punya hape seumur hidup sambil lagi demen-demennya musik pop. Jadilah kami satu sekolah rajin download ratusan MP3 dari lagu-lagu chart toppers kala itu via Limewire. Tapi, masalahnya di mana kami bisa menampung ratusan lagu tadi? Kala itu iPod masih jarang ada yang punya dan harganya mahal, jadi solusi yang paling pas itu ya beli Sony Ericsson Walkman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walkman sendiri sebenarnya sebuah alat elektronik yang fitur khasnya adalah pemutar musik. Benda ini sempat booming pada 80-an hingga 90an lalu. Sony Ericsson Walkman kemudian hadir dengan segmentasi yang mirip, yaitu untuk pencinta musik. Tombol-tombol playback tersedia langsung di muka hape, playback time musiknya sampai dengan 20 jam, speakernya sudah tergolong super jernih nan nyaring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan hape seri ini pun beragam banget, dari yang basic sampai top of the line. Sejujurnya, saya termasuk agak lamban mengikuti tren hape Walkman di sekolah saya. Hape yang saya pakai waktu itu justru Sony Ericsson K790 Cybershot langsiran ibunda tercinta yang terkenal akan fitur kameranya. Saya baru punya hape Sony Ericsson Walkman pertama ketika naik kelas ke SMP kelas 8, yaitu yang seri W880i.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">W880i yang diluncurkan pada tahun 2007 ini adalah salah satu hape paling ringan dan paling tipis yang tersedia di pasaran waktu itu. Setelah saya cari tahu kembali beberapa waktu lalu, memang benar hape ini ringannya luar biasa, beratnya hanya 71 gram dan ketebalannya \u201ccukup\u201d 9.4 millimeter kok!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seingat saya, hape ini merupakan kado ulang tahun saya yang ke-13. Saya bahagia luar biasa ketika dus handphone ini, yang besarnya kira-kira puluhan kali lebih besar dari handphone nya sendiri diserahkan ke saya. Ya jelas lah saya gembira, pertama karena K790 saya sudah baret retak sana sini sehingga butuh pengganti, yang kedua karena pada akhirnya saya memiliki hape yang notabene jadi tolok ukur tingkat gaul dan eksis siswa-siswa satu sekolah. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya ringan, materi muka hapenya juga terbilang bagus bahkan untuk ukuran hape zaman sekarang sekalipun. Tombol-tombolnya berlapis krom, dengan interface yang didominasi oleh brushed metal berwarna perak. Walaupun ukuran layarnya terbilang downgrade dibanding hape saya yang sebelumnya, namun itu bukan masalah karena waktu itu saya tidak memikirkan ukuran layar hape.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana dengan speakernya? Wah kalau yang itu tidak usah ditanya lagi, jernih nan menggelegar pokoknya! Headsetnya pun juga terbilang luar biasa nyaman pada masanya karena berbentuk in-ear earbuds yang menghasilkan kualitas audio maksimal plus noise cancelling.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu hari pertama masuk kelas 8 SMP, saya pun dengan penuh percaya diri membawa hape tersebut ke sekolah. Ketika istirahat makan siang, saya mengeluarkan si Sony Ericsson Walkman W880i dari kantong dan tak butuh waktu lama agar teman-teman sekelas memperhatikan. Praktis, mereka \u201cmenyoraki\u201d saya, \u201cWidiiih hape baru nih Wira!\u201d atau \u201cGaul ya sekarang lo hapenya Walkman!\u201d Saya pun cuma bisa senyam-senyum tengsin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya hape Sony Ericsson Walkman W880i hanya mampu bertahan kurang dari setahun di genggaman saya. Sebab, ia raib di rumah saya sendiri. Oleh karena tidak boleh terlalu lama bersedih sedangkan saya harus segera mencari pengganti si W880i, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke K790 yang masih disimpan oleh orang tua saya untuk sementara waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah hampir 10 tahun lamanya ketika lineup Sony Ericsson Walkman eksis untuk terakhir kalinya. Sementara itu, merk Sony Ericsson sendiri sudah tinggal nama karena pada 2012 lalu Sony mengakuisisi sisa saham Ericsson sehingga merknya berganti nama menjadi \u201cSony\u201d. Walaupun saya memilikinya hanya kurang dari setahun, setidaknya saya bersyukur sempat merasakan barang yang pernah menjadi standar gaul teman-teman sekolah waktu itu.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nokia-1800-ketangguhan-hp-dan-kesederhanaan-fitur-yang-kita-rindukan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nokia 1800, Ketangguhan HP dan Kesederhanaan Fitur yang Kita Rindukan<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika istirahat, saya mengeluarkan si Sony Ericsson Walkman dari kantong dan tak butuh waktu lama agar teman-teman sekelas memperhatikan. <\/p>\n","protected":false},"author":1192,"featured_media":36640,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6946,6653],"class_list":["post-91393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-konter","tag-review-gadget"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1192"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91393"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91393\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}