{"id":91165,"date":"2020-12-02T07:34:00","date_gmt":"2020-12-02T00:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=91165"},"modified":"2021-11-07T19:37:24","modified_gmt":"2021-11-07T12:37:24","slug":"dari-friendster-sampai-instagram-mixtape-nostalgia-media-sosial-dari-10-tahun-lalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dari-friendster-sampai-instagram-mixtape-nostalgia-media-sosial-dari-10-tahun-lalu\/","title":{"rendered":"Dari Friendster Sampai Instagram: Mixtape Nostalgia Media Sosial dari 10 Tahun Lalu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali pertama saya mengenal media sosial adalah saat SMP. Berawal dari pertanyaan seorang teman perempuan yang saya sukai di sekolah, \u201cKamu punya (akun) Friendster nggak?\u201d akhirnya saya langsung tancap gas dan segera mencari tahu bagaimana cara membuat sekaligus memainkan Friendster.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, pada masanya, main media sosial itu masih terbilang langka. Selain hape belum dilengkapi dengan internet, kalau mau online atau login ke media sosial apa pun harus ke warnet terlebih dahulu. Satu jamnya kisaran Rp2.000-Rp3.000. Dan sering kali satu jam itu nggak cukup untuk sekadar berselancar di media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlahan tapi pasti, beberapa hape mulai meningkatkan fitur dan berinovasi. Pada banyak merek, sudah dilengkapi oleh Opera Mini, mesin pencari internet yang membuat kita bisa mengakses media sodial melalui hape.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pikir, cikal bakal dan awal mula kebanyakan orang lebih suka mengakses media sosial berawal dari sini. Lantaran tidak lama setelahnya, kisaran tahun 2008-2009, media sosial baru mulai bermunculan. Facebook dan Twitter menjadi dua pelopor di antaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada proses pengembangan dan penggunaannya, bahkan sampai dengan saat ini, banyak perubahan yang terjadi. Baik dari sisi pengguna, maupun dari platformnya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita mulai dari Facebook.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awal mulanya, postingan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membela-anak-facebook-yang-dianggap-alay-dan-ketinggalan-zaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Facebook<\/a> hanya berupa update status, curhat, kata motivasi, sampai dengan kumpulan foto dari para pengguna yang bergaya sambil memonyongkan mulut, memonyongkan mulut sambil menempelkan tangan dengan membentuk simbol \u201cpeace\u201d, atau membentuk \u201cduck face\u201d. Sebagian generasi mengategorikan hal tersebut sebagai proses menuju dewasa ala Raditya Dika. Sebagaimana yang ia sebutkan pada salah satu materi Stand Up Comedy-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama setelah Facebook eksis, Twitter hadir sebagai kompetitor. Siapa yang menduga sebelumnya bahwa Twitter akan menarik seperti sekarang ini. Dari yang sebelumnya hanya menyediakan 140 karakter untuk setiap postingannya, kini diperbanyak menjadi dua kali lipat. Tidak kurang, tidak lebih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cukup yakin, para pengguna Twitter, secara otomatis akan mengenang saat disebut atau melihat tulisan: Tweetdeck, Ubertwitter, Twitter for Blackberry, dan Twit longer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya Instagram. Platform yang satu ini menawarkan sensasi lain. Awalnya hadir dan dianggap sebagai album foto dalam bentuk digital oleh kebanyakan penggunanya. Sampai akhirnya, kini semua orang bisa memaksimalkan platform ini untuk mengais rezeki dan menjadi salah satu opsi dari sekian banyak profesi. Kita mengenalnya dengan istilah selebgram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Path hadir di tengah-tengah persaingan antara Facebook, Twitter, dan Instagram. Niat awalnya mungkin ingin menjadi pembeda dengan segala fitur yang diciptakan. Namun, nyatanya, usia platform ini terbilang tidak lama dan hanya dianggap sebagai penggabungan dari kompetitor seniornya. Jumlah pertemanan pun dibatasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasib antara Path dan Plurk sebetulnya beda-beda tipis. Hanya saja, Plurk tidak terlalu tenar dan seakan sulit mengembangkan eksistensi. Sejak awal membuat akun Plurk dan mencoba mengotak-atik segala fiturnya, secara keseluruhan, bagi saya kurang ramah pengguna. Cukup sulit untuk dioperasikan dibanding para kompetitornya. Barangkali, Plurk memang punya idealisme sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, saat ini banyak perubahan yang terjadi. Apa pun platform media sosialnya. Beberapa hal yang diposting oleh para pengguna semakin brutal dan serampangan. Mulai dari hate speech, hoaks, foto atau video kekerasan, pornografi, rasis, dan hal lainnya yang berpotensi mencederai nilai kemanusiaan. Makanya, nggak heran kalau setiap platform semakin membutuhkan banyak konten moderator untuk mengawasi segala sesuatu yang diposting oleh para pengguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang sedikit mengganggu pikiran saya, sebetulnya ada pada fitur story yang kini hampir ada di semua platform media sosial. Semuanya. Maksud saya, memang harus semua-muanya gitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, niat awal saya, mungkin juga sebagian pengguna media sosial lainnya, punya berbagai akun media sosial itu biar bisa mendapatkan sensasi dan hal berbeda saat login di berbagai platform. Kalau fiturnya diseragamkan gini sih, ujung-ujungnya malah terdistraksi lagi oleh story.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khusus untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kisi-kisi-jadi-open-minded-kayak-rakyat-twitter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Twitter<\/a>, alih-alih menambah fitur edit twit, entah kenapa malah menambah fitur fleets, semacam story yang dimiliki oleh Facebook juga Instagram. Tolong dipahami. Para pengguna Twitter lebih butuh fitur edit twit dibanding story-story-an gitu.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-kenapa-kita-pelan-pelan-perlu-meninggalkan-instagram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Alasan Kenapa Kita Pelan-Pelan Perlu Meninggalkan Instagram<\/strong><\/a> <b><\/b><b>dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\"><b>Seto Wicaksono<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada masanya, main media sosial masih terbilang langka. Selain hape belum dilengkapi dengan internet, kalau mau online harus ke warnet dulu.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":92282,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[9704,1093,102],"class_list":["post-91165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-friendster","tag-instagram","tag-media-sosial"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91165\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}