{"id":91042,"date":"2020-11-27T06:37:49","date_gmt":"2020-11-26T23:37:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=91042"},"modified":"2020-11-26T16:40:28","modified_gmt":"2020-11-26T09:40:28","slug":"sebelum-boruto-ada-dragon-ball-gt-yang-sama-ampasnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebelum-boruto-ada-dragon-ball-gt-yang-sama-ampasnya\/","title":{"rendered":"Sebelum Boruto, Ada Dragon Ball GT yang Sama Ampasnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia anime, ada istilah yang disebut long running<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yaitu anime yang masa tayangnya sangat lama dan bisa bertahun-tahun. Oleh karena itulah kebanyakan anime di Jepang sistem tayangnya per musim dan hanya berjumlah beberapa episode saja. Ambil contoh anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang walaupun memiliki popularitas yang tinggi, anime ini memiliki sistem tayang singkat per musim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan anime yang memiliki sistem long running adalah anime yang memiliki popularitas sangat tinggi juga karena manganya punya cerita yang sangat panjang. Beberapa anime long running di antaranya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball, One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto yang seperti yang diketahui animenya tayang pada 2003 dan berakhir pada 2017 walaupun manganya sendiri sebenarnya sudah tamat pada akhir 2014. Popularitas Naruto yang sangat tinggi di seluruh dunia membuat pihak studio, dalam hal ini Pierrot ingin terus mendapatkan profit dari Naruto maka dengan cerdik mereka memutuskan untuk meneruskan cerita para keturunan Naruto dan yang kita kenal sekarang dengan anime Boruto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak studio meneruskan cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seolah memaksa dengan dalih ingin terus memanjakan fans, padahal Masashi Kishimoto selaku kreator dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah tidak mau lagi meneruskan ceritanya dan tidak terlibat dalam pembuatan anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hasilnya? Anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> banyak menuai kritik karena dianggap sudah terlalu jauh melenceng dari pakem. Cerita dan ending Naruto yang sudah sempurna tiba-tiba dibuat kacau di anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Nggak kaget juga sih akhirnya Kishimoto turun gunung membantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi dalam dunia anime. Sebelumnya juga pernah terjadi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karangan Akira Toriyama. Anime ini berlangsung pada 1989 dan tamat pada 1996. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dianggap sebagai salah satu anime dan manga terbaik sepanjang masa serta merevolusi gaya atau style<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dari manga shounen. Anime ini menjadi sangat terkenal ke seluruh dunia dan menjadi salah satu anime yang pertama kali terkenal di dunia barat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tamat pada tahun 1996, Toei Animation selaku pihak studio ingin terus melanjutkan cerita Goku dkk. Akira Toriyama tidak mau meneruskan ceritanya namun pihak studio memutuskan untuk meneruskannya sendiri tanpa berpegangan pada cerita manga. Yaitu membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mendapatkan respon negatif karena banyak hal yang berubah serta mempunyai kualitas cerita yang berbanding terbalik dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball Z<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diceritakan setelah dunia damai usai Goku mengalahkan Buu, Goku diubah kembali menjadi kecil oleh kaisar Pilap dan harus mengumpulkan kembali Dragon Ball dengan mengelilingi galaksi. Oleh karena rating yang rendah dan penerimaan negatif, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dihentikan penayangannya dan hanya berjumlah 64 episode saja. Sekuel asli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> baru muncul kembali pada 2015 dengan judul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball Super<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mendapatkan ulasan yang cukup positif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang agak berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak seburuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Meski demikian, tetap saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan sebuah anime yang menuai kekecewaan sebagian fans dan banyak karena banyak yang berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulai dari sifat karakter Boruto yang menyebalkan, karakter lama yang dibikin lemah, hingga jalan cerita yang pengarangnya seolah kebingungan mau dibawa ke mana alur ceritanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya anime N<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ruto sendiri tidaklah terlalu sempurna. Bukan karena cerita utamanya yang jelek, melainkan karena terlalu banyak filler. Ya, nyaris setengah dari keseluruhan total episode Naruto Shippuden merupakan filler yang tidak ada dalam manganya. Ini merupakan strategi pihak studio untuk terus mendapatkan profit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu apa perbedaan lain antara anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Bedanya fans kompak menganggap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball GT<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah anime yang sangat buruk dan membuat pihak studio menghentikan produksinya. Sedangkan Boruto walaupun sebagian fans kecewa namun sebagiannya lagi malah banyak yang suka sehingga episodenya terus berjalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, pihak studio akan terus memproduksinya selama itu menguntungkan, tak peduli mereka sudah merusak tatanan cerita yang sudah terbentuk sempurna pada ending Naruto Shippuden. Sebagian fans mungkin menganggap anime Boruto bukanlah canon<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dan saya sendiri menganggap cerita Naruto sudah berakhir setelah pernikahan Naruto Uzumaki dan Hinata.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-menonton-sinetron-azab-di-indosiar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengalaman Saya Menonton Sinetron Azab di Indosiar <\/a><\/strong><strong>dan artikel <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hilman-azis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hilman Azis<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dragon Ball GT mendapatkan respon negatif karena banyak hal yang berubah serta kualitas cerita yang berbanding terbalik dengan Dragon Ball Z.<\/p>\n","protected":false},"author":1160,"featured_media":40606,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2775,5555,6364,8883,9672,4109],"class_list":["post-91042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anime","tag-boruto","tag-dragon-ball","tag-goku","tag-majin-buu","tag-manga"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1160"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91042"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91042\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}