{"id":90953,"date":"2020-11-30T07:37:48","date_gmt":"2020-11-30T00:37:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90953"},"modified":"2021-10-31T15:37:53","modified_gmt":"2021-10-31T08:37:53","slug":"5-alasan-penonton-sinetron-adalah-kelompok-marjinal-yang-perlu-dibantu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-penonton-sinetron-adalah-kelompok-marjinal-yang-perlu-dibantu\/","title":{"rendered":"Penonton Sinetron, Sebenar-benarnya Kelompok Marjinal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya flora dan fauna, Indonesia juga memiliki kekayaan berupa manusianya yang sangat beragam. Ada sosok seperti HRS hingga Nikita Mirzani. Dan ada pula sosok unik seperti Kekeyi hingga sosok kalem seperti Dian Sastro. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dari aspek hiburan yang ditonton, manusia Indonesia pun bisa dibagi-bagi dalam berbagai jenis. Ada yang teramat suka drama Korea, anime Jepang, serial Barat, hingga tayangan buatan dalam negeri alias sinetron! Nah, di kesempatan ini, saya mau bahas soal fans tayangan made in local tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinetron, seperti yang kita tahu, tayang hampir setiap hari di channel TV Indonesia. Biasanya, acara ini bisa dinikmati ketika jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dari Indosiar, SCTV, hingga RCTI, semuanya berlomba-lomba menayangkan sinetron yang jalan ceritanya super berlika-liku itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, dari segi kualitas, sinetron kita sering kali kalah dari drakor, dorama Jepang, sampai serial Amerika. Episode yang jumlahnya sampai ribuan dan jalan cerita yang tidak masuk akal membikin banyak orang tidak menyukai tayangan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sih setuju ya kalau para pembuat sinetron di Indonesia ini dikritik. Yang tidak saya setujui adalah stigmatisasi ke para pencinta sinetron. Saya merasa bahwa para pencinta sinetron adalah satu di antara golongan manusia paling marjinal, nestapa, dan mengenaskan di zamrud khatulistiwa ini. Dan saya sudah menyiapkan 5 argumen terbaik untuk pendapat &#8220;intelektuil&#8221; saya tersebut.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Ibu rumah tangga yang lelah jiwa dan raga<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan penyuka sinetron adalah ibu rumah tangga yang mengalami kelelahan fisik. Mereka capek ngurus anak yang rewel, nyuci baju, masak, dan lain sebagainya. Alhasil, ketika malam menjelang, mereka tanpa babibu langsung mencari pelampiasan yang menghibur dan murah. Dan kebetulan, sinetron menawarkan hiburan yang murmer tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain lelah fisik, banyak dari mereka yang juga lelah secara mental. Sebagai IRT, mereka harus melakukan hal yang sama setiap hari. Rutinitas itu jelas membuat jenuh sehingga suka tak suka mereka harus melawan rasa bosan itu terus-menerus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tatkala anak mereka sudah sekolah, kejenuhan itu akan semakin bertambah. Akibatnya, mereka lagi-lagi mencari alternatif hiburan yang bisa membuat senang secara instan.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Tak punya pilihan menonton tayangan lain<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nonton sinetron itu murah. Jauh lebih murah daripada nonton drama Korea, film, atau serial-serial barat dari TV berbayar. Untuk nonton sinetron, kita tinggal beli TV lalu mencolokkannya ke listrik. Sudah. Cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat mereka yang tak punya budget besar untuk hiburan, sinetron menjadi sarana bersenang-senang tanpa tanding. Pasalnya, tayangan lainnya harus dibeli dengan harga lebih tinggi atau diakses lewat gadget yang lebih mahal.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Bukan generasi yang jago pakai YouTube<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjadi satu-satunya pilihan bagi mereka yang tak berduit, nonton sinetron juga merupakan satu-satunya alternatif buat mereka yang tak mampu mengakses internet. Loh, ada gitu manusia zaman now yang tidak bisa ngakses internet dan nonton YouTube?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada! Banyak malah. Orang-orang yang sudah tua dan masyarakat di daerah pelosok adalah contohnya. Waktu kuliah, saya pernah KKN di salah satu daerah di Jawa Tengah. Di desa yang terletak di pulau Jawa itu saja, jaringan internetnya susah sekali. Jangankan nonton YouTube, ngirim WA saja susahnya minta ampun.<\/span><\/p>\n<h4>#4 Mendapat stigma bermacam-macam<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kenapa, para pencinta sinetron selalu mendapatkan berbagai stigma buruk. Mereka selalu dicap sebagai kaum yang bodoh, tukang gosip, tidak elite, kampungan, sampai tidak berpendidikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stigma ini kadang dibarengi dengan stigma yang lebih serius. Misalnya, yang suka nonton adalah ibu-ibu yang tidak bisa mendidik anak. Atau, kadang stigmanya sudah memasuki ranah fisik. Misalnya, tampilan ibu-ibu berdaster dengan rambut awut-awutan yang dianggap sebagai tampilan khas penyuka sinetron.<\/span><\/p>\n<h4>#5 Sering kali tak bisa membela diri<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, bukan cuma pencinta sinetron yang sering diledek. Weaboo, koreaboo, anak indie, anak punk, dan lainnya pun mendapatkan stigma buruk masing-masing. Namun, entah kenapa dari semua grup tersebut, para pencinta sinetron jarang sekali membela diri ataupun mendapatkan pembelaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ejekan ke pencinta sinetron dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Mereka pun cenderung diam saja. Sementara, ketika kita mengejek pencinta KPop, kita harus siap dengan serangan balik dari para pencinta oppa dan eonni tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, atas alasan-alasan tersebut saya berani mengatakan kalau penonton sinetron adalah salah satu kelompok paling marjinal di Indonesia. Kalau dipikir-pikir, yang harus kita salahin ya yang bikin dan menayangkan sinetron tak bermutu. Eh, kenapa pula kita malah menyalahkan mereka-mereka yang sering kali tak punya alternatif untuk hiburan yang lebih intelektuil?!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pesona-mas-aldebaran-di-sinetron-ikatan-cinta-memang-sulit-terbantahkan-bund\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pesona Mas Aldebaran di Sinetron \u2018Ikatan Cinta\u2019 Memang Sulit Terbantahkan, Bund<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/ningsih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ningsih<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain jadi satu-satunya pilihan bagi mereka yang tak berduit, nonton sinetron juga jadi alternatif buat yang tak mampu mengakses internet.<\/p>\n","protected":false},"author":763,"featured_media":91825,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12907],"tags":[9693,1134],"class_list":["post-90953","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-penonton","tag-sinetron"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/763"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90953"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90953\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}