{"id":90635,"date":"2020-12-03T08:03:12","date_gmt":"2020-12-03T01:03:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90635"},"modified":"2020-12-03T10:24:51","modified_gmt":"2020-12-03T03:24:51","slug":"cynantia-pratita-perlu-membawakan-lagu-post-hardcore-ini-di-indonesian-idol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cynantia-pratita-perlu-membawakan-lagu-post-hardcore-ini-di-indonesian-idol\/","title":{"rendered":"Cynantia Pratita Perlu Membawakan Lagu Post-Hardcore Ini di Indonesian Idol"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kaget bahwa sekaliber vokalis Stereowall, Cynantia Pratita, ikut ajang kontestasi pencarian bakat. Hal ini mengingatkan saya pada Juliet Simms, pentolan band Automatic Loveletter yang ikut ajang The Voice America. Datangnya Tita, tentu membawa warna yang berbeda lantaran ia membawakan lagu dari salah satu band post-hardcore, Pierce The Veil yang berjudul \u201cBulls in the Bronx\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vokalis band beraliran pop punk dan alternative rock ini memang memiliki warna suara yang khas dalam skena pop punk. Dalam kanal YouTube pribadinya, sering kali ia meng-cover lagu-lagu pop punk seperti \u201cWish You Were Here\u201d dari Neck Deep. Namun, tak jarang ia membawakan lagu-lagu keras seperti dari band Asking Alexandria.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ari Lasso, yang malang melintang di ranah musik rock saja nggak tahu bahwa genre yang dibawakan Cynantia Pratita adalah post-hardcore. Jika boleh berlebihan, hadirnya Tita akan menambah semarak genre musik yang pernah sumringah medio 2010 di Indonesia. Tentunya, jika pihak Idol nggak memaksakan Tita untuk membawa lagu-lagu yang ramai di \u201cindustri\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui Indonesian Idol sendiri, jalan Cynantia Pratita ke depannya bakal lancar. Lha gimana, kesatuan padu yang terkandung di dalamnya itu sudah layak untuk dikatakan sebagai \u201cidol\u201d. Perihal suara, saya yakin semisal masuk babak spekta, bisalah tembus enam besar. Ia bakal kalah dengan tipikal skill wahid melengking sana-sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tenang, agar Mbak Tita dipercaya oleh garda terdepan penggemar musik post-hardcore, subgenre musik cadas yang katanya paling \u201ccengeng\u201d itu, saya akan kasih beberapa rekomendasi lagu yang pastinya bakal menarik perhatian massa, nggak kalah dengan \u201cBulls in the Bronx\u201d.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 \u201cThe Thespian\u201d Alesana<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi growl dari Denis Lee yang seakan bakal membakar halte dan clean-vokal sekaligus scream dari Shawn Milke, saya rasa bisa dilakukan oleh Mbak Cynantia Pratita. Bawakan lagu ini di babak showcase dan mainkan pestanya. Mengapa harus \u201cThe Thespian\u201d? Sebab, dalam lagu ini, energi yang terakumulasi bisa membakar siapapun yang mendengarkan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 \u201cIf You Can\u2019t Hang\u201d Sleeping With Sirens<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lengkingan menggoda dari Kellin Quinn, nada tinggi yang merupakan makanan empuk vokalis yang pernah berseteru dengan Oli Sykes ini tampaknya bakal mudah dilakukan oleh Cynantia Pratita. Minim scream dan growl, bisa jadi alternatif untuk menjaga performa suaranya. Ya, katakanlah melunak tanpa harus keluar dari persona.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 \u201cThe Final Episode\u201d Asking Alexandria<\/b><\/h4>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-O_GcUwzI3I\" width=\"731\" height=\"411\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cynantia Pratita memang pernah cover lagu Asking Alexandria, judulnya \u201cA Prophecy\u201d. Nggak kalah sangar dan ingin tampil berbeda, harusnya Tita bisa ambil jalan terjal dalam tajuk \u201cThe Final Episode\u201d ini. Iya, sih, patut diakui bahwa Danny Worsnop edan di lagu ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 \u201cProve Me Right\u201d Memphis May Fire<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya sebenarnya hanya satu, sih. Pada part breakdown, lantas Matty Mullins berteriak dan tertawa, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">That&#8217;s fine, I&#8217;ll play the game but just know, I told you so! Hahaha<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Lagu ini, terbaik yang pernah dibuat oleh Memphis May Fire. Indonesian Idol yang kaku, perlu dilemesin pakai lagu ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 \u201cLast Saturday\u201d Broadway<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan yang membuat saya suka lagu ini adalah ketika memilih untuk tidak melihat versi live-nya. Bagaimana, Mbak Cynantia Pratita, apakah bisa membawakan lagu gendeng ini dalam kontes live dan disaksikan berjuta-juta pasang mata? Ah, pardon my selfishness, it was passion.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 \u201cStick Stickly\u201d Attack Attack!<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini begitu catchy pada zamannya. Pun jika Mbak Tita Idol sanggup membawakan di babak spekta, Mas Anang pasti bakal ikutan head-bang crab ala Caleb Shomo.<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 \u201cA New Beginning\u201d Upon This Dawning<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Band Italia yang satu ini memang nggak pernah mengecewakan. Apalagi dalam lagu ini menggandeng Chris Cerulli yang merupakan band sebesar Motionless in White. Menakutkan, tapi nggak menakutkan banget. Cocoklah untuk kelas industri seperti Indonesian Idol.<\/span><\/p>\n<h4><b>#8 \u201cNZT48\u201d I See Stars<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Devin Oliver, pada masa ini, masih fokus ngurusin clean-vocal I See Stars. Sedangkan scream-nya, masih dipegang oleh Zach Johnson. Sudah, perpaduan elektronik dan post-hardcore, dijamin bakal mengguncang industri televisi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#9 \u201cA King For A Day\u201d Pierce The Veil<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duet dengan Kellin Quinn, vokalis Sleeping With Sirens, Vic nggak kalah persona. Sejatinya, Mbak Tita Idol jika sejak awal membawa lagu ini, ketimbang \u201cBulls in the Bronx\u201d<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pasti bakal pecah. Tapi, ya siapkan saja senjata pamungkas di akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhubung lagu ini duet, ya tinggal ajak saja dewan juri nyanyi bersama. Misalkan nih, misalkan lho ya, Mbak Tita ambil suara Vic, Mas Anang ambil bagian Kellin Quinn. Niscaya.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-drakor-reply-1988-ber-setting-tempat-di-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Drakor \u2018Reply 1988\u2019 Ber-setting Tempat di Jakarta<\/a><\/b> <strong>dan<\/strong><strong>\u00a0tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melalui Indonesian Idol, jalan Cynantia Pratita bakal lancar. Agar Mbak Tita dipercaya penggemar musik post-hardcore, saya kasih rekomendasi.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":89333,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3817,1997],"class_list":["post-90635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-indonesian-idol","tag-program-televisi"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90635"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90635\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}