{"id":90634,"date":"2020-11-28T07:36:29","date_gmt":"2020-11-28T00:36:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90634"},"modified":"2021-08-13T13:12:44","modified_gmt":"2021-08-13T06:12:44","slug":"betapa-gondoknya-dianggap-barista-hanya-karena-kerja-di-kedai-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-gondoknya-dianggap-barista-hanya-karena-kerja-di-kedai-kopi\/","title":{"rendered":"Betapa Gondoknya Dianggap Barista Hanya karena Kerja di Kedai Kopi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa mencari uang sendiri mungkin menjadi goals untuk anak muda yang sedang tumbuh dewasa seperti saya ini. Mencari uang sendiri yang saya maksud di sini adalah dengan bekerja, bukan mencari uang sendiri di laci tempat Ibu biasa nyimpen uang, juga bukan dengan cara ngerogoh kantong baju dan celana yang habis dipakai Bapak. Setidaknya goals ini menggiring saya pada sebuah certa saat saya dianggap barista hanya karena saya bekerja di kedai kopi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah terlepas dari itu, industri Food &amp; Beverage (F&amp;B) bisa dibilang menjadi industri yang terbuka untuk anak-anak muda yang ingin mencicipi rasanya mencari uang sendiri untuk pertama kalinya. Sebagai industri yang menjadikan makanan atau minuman sebagai poros bisnisnya, F&amp;B benar-benar memberikan banyak kesempatan untuk anak muda yang minim pengalaman untuk merasakan atmosfer dunia kerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu untuk yang belum memiliki pengalaman biasanya bukan mendaftar di bagian making product, melainkan di bagian service\u2014bisa sebagai server maupun kasir karena posisi tersebutlah yang tidak menuntut banyak skill untuk bisa ditempati. Yang penting bisa berkomunikasi dengan baik dan product knowledgenya bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang kutu loncat, bisa dibilang saya punya pengalaman yang cukup di industri ini, terutama di bagian operasional. Mulai dari yang tidak menyenangkan hingga yang tidak menyenangkan banget. Pernah selama hampir dua bulan kerja saya tidak dibayar atau yang lebih nyeleneh lagi, saya disuruh berjalan di atas pecahan beling oleh owner sebuah restoran, katanya untuk menguji keyakinan saya kalau mau bekerja di situ. Anehnya saya lolos tanpa luka sedikit pun, padahal saya tidak punya skill debus sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, meskipun saya sering kena apes, saya masih menyukai bekerja di industri F&amp;B hingga sekarang. Saat ini saya bekerja di sebuah kedai kopi di Yogyakarta, sudah berjalan hampir setahun. Meskipun saya sudah beberapa kali menempati bagian making product sebelumnya, untuk urusan kopi saya masih seorang newbie. Maka dari itu saya menjadi staff kasir yang juga merangkap sebagai server.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama bekerja sebagai kasir di kedai kopi, ada satu hal yang paling menyebalkan menurut saya. Yaitu dianggap barista. Ya, saya agak kesal dianggap barista hanya karena saya bekerja di kedai kopi. Bukan apa-apa, saya hanya tidak mau mengaku-aku profesi yang memang bukan profesi saya. Sebenarnya, fenomena saya dianggap barista ini hanya sebuah bagian dari basa-basi obrolan, biasanya dari kawan lama yang nanya \u201ckerja dimana sekarang?\u201d atau dari calon gebetan yang juga tanya pertanyaan yang sama. Dan ketika saya jawab kerja di kedai kopi, responsnya selalu sama, \u201cOoh, barista.\u201d Awalnya saya biasa saja, paling mentok saya balas dengan senyuman manis dengan aftertaste yang kecut. Tapi, ternyata lama-lama gondok juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diketahui bahwa pegawai di kedai kopi bukan hanya barista. Ya Kali kalau ada 10 pegawai di kedai kopi, semuanya barista, kan nggak mungkin. Ada juga yang lainnya. Pengecualian untuk kedai kopi pribadi yang memang didirikan bukan untuk mencari profit, melainkan untuk memenuhi passion saja, bisa-bisa semua jabatan dirangkap oleh satu orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Idealnya, dalam menunjang operasional, kedai kopi membutuhkan manajer, barista, staf koki dan staf kasir atau server yang biasanya rangkap jabatan. Semuanya saling bersinergi dan memiliki peran masing-masing, manajer mengawasi jalannya operasional juga memikirkan strategi marketing\u2014karena dia merangkap sebagai marketing, kasir memberikan informasi produk kepada pembeli\u2014juga menjadi ekskavator yang mengeruk sedalam mungkin isi dompet pembeli. Koki dan barista menyiapkan pesanan senikmat dan selezat mungkin agar pembeli puas dan berkunjung kembali ke kedai kopi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah tahu ada banyak pekerjaan lain di kedai kopi selain barista, hentikanlah stereotipe bahwa pekerja di kedai kopi selalu barista. Kalau ada yang bilang, \u201cNamanya juga kedai kopi, ikonnya ya barista.\u201d Iya, memang betul sih, tapi kan divisi lain di kedai kopi juga perlu diapresiasi dan bangga dengan pekerjaanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun saya agak kesal kalau dianggap barista setiap kali mengatakan bahwa saya bekerja di kedai kopi, saya menganggap basa-basi itu juga sebagai doa. Barangkali suatu saat saya menjadi barista beneran, saya akan senang karena secara gaji tentunya lebih besar barista daripada kasir, meski masih sama-sama buruh juga.<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/@quang-nguyen-vinh-222549\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Quang Nguyen Vinh<\/a> via <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/2159131\/pexels-photo-2159131.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=750&amp;w=1260\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pexels.com<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/posisi-duduk-di-angkot-yang-paling-keren-di-tingkat-kecamatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Posisi Duduk di Angkot yang Paling Keren di Tingkat Kecamatan<\/a>\u00a0dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/doni-erfin-rukiawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a0Doni Erfin Rukiawan<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun agak kesal kalau dianggap barista setiap kali mengatakan bahwa saya bekerja di kedai kopi, saya kadang mengamininya sebagai doa.<\/p>\n","protected":false},"author":1089,"featured_media":91276,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6855,637],"class_list":["post-90634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-barista","tag-kedai-kopi"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1089"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90634\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}