{"id":90400,"date":"2020-11-29T05:35:16","date_gmt":"2020-11-28T22:35:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90400"},"modified":"2021-08-29T22:22:24","modified_gmt":"2021-08-29T15:22:24","slug":"3-fitur-ini-lebih-dibutuhkan-twitter-daripada-fleet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-fitur-ini-lebih-dibutuhkan-twitter-daripada-fleet\/","title":{"rendered":"3 Fitur ini Lebih Dibutuhkan Twitter daripada Fleet"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari yang lalu handphone saya sempat rusak dan mau tidak mau harus diservis. Saat setelah selesai diservis otomatis semua aplikasi terformat, dan harus menginstall aplikasi lagi sedari awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya selesai mendownload semua aplikasi yang menurut saya penting, otomatis aplikasi yang saya download menjadi aplikasi yang paling baru alias sudah terupdate. Dan salah satu yang membuat saya kaget adalah aplikasi Twitter yang sekarang sudah ada fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stories<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya. Dan fiturnya storiesnya dinamakan dengan fleet<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya termasuk orang yang malas mengupdate aplikasi-aplikasi di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">handphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> salah satu faktornya ya karena ini, pembaruan di aplikasinya kadang-kadang nggak berguna juga. Salah satunya ya Twitter ini, fitur fleet<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya ya nggak terlalu berguna bagi saya yang hobinya sambat di Twitter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitur fleet di Twitter ini selain nggak berguna juga nggak penting-penting amat kok. Orang maen Twitter itu buat sambat dengan format tulisan yang dibatasi sebanyak 280 karakter. Jadi orang-orang di Twitter itu lebih banyak bacanya daripada update stories foto atau videonya. Kalau mau lebih leluasa dalam mengupload stories dalam bentuk foto atau video ya cocoknya di Instagram, WhatsApp, dan Facebook aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada Twitter mengupdate dengan menambahkan fitur fleet agar serupa dengan Instagram, WhatsApp, atau Facebook. Twitter lebih membutuhkan tiga pembaruan ini di aplikasinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Fitur edit tweet<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya termasuk orang yang suka salah saat mengetik alias sering typo saat membuat status atau tweet di Twitter. Oleh karena tidak ada fitur edit tweet maka mau tak mau saya harus menghapus tweet itu dan menulis Tweetnya lagi dari awal. Ini ngerepotin banget, keburu males untuk membuat tweet yang sama hanya karena permasalahan typo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bukan hanya typo saja, terkadang saat sudah membuat tweet, saya harus membaca ulang tweet itu agar mudah dipahami oleh teman-teman saya di Twitter. Sebab, kalau sekiranya tweet itu sulit dipahami, mau tak mau saya harus menghapusnya dan membuat tweet yang baru dengan bahasa yang mudah dipahami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini ngerepotin banget kan? Coba kalau ada fitur edit tweet, nggak perlu repot-repot hapus tweet terlebih dahulu. Tinggal edit aja selesai<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Padahal ini merupakan salah satu fitur yang penting banget, tapi kok malah menambahkan fitur stories di Twitter yang nggak penting-penting banget sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Facebook maupun Instagram fitur ini ada dan emang berguna banget. Jadi kalau mau mengedit status di Facebook atau caption di Instagram yang sekiranya jelek, tinggal edit, beres.<\/span><\/p>\n<h4><b>Fitur unsend<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitur unsend pesan yang sudah terkirim, di Twitter malah nggak ada. Padahal ini juga penting pake banget. lihat saja aplikasi lain macam Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Line pun memiliki fitur unsend ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bete banget kalau ada pesan yang salah kirim atau typonya parah malah nggak bisa di-unsend. Padahal fitur ini menurut saya merupakan fitur wajib yang harus dimiliki aplikasi yang punya fitur DM-nya. Selain itu, menurut saya fitur unsend adalah fitur dasar bagi setiap aplikasi yang memiliki fitur DM-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangin saat mau ngirim tweet yang lucu dan khusus dikirim ke sirkel kalian, terus malah salah kirim ke orang yang nggak dikenal. Kalau di Instagram yang ada fitur unsend enak, tinggal unsend selesai. Kalau di Twitter kalau salah kirim gini repot banget deh, harus klarifikasi dulu ngejelasin kalau itu salah kirim. Udah kaya artis zaman now aja pake klarifikasi-klarifikasi segala.<\/span><\/p>\n<h4><b>Fitur reply di direct message (DM)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan terakhir pembaruan yang menurut saya penting adalah fitur pesannya atau direct message-nya harus memiliki fitur reply di dalam obrolannya sendiri. kaya di WhatsApp gitu deh. Bahkan Instagram aja di DM-nya sudah memiliki fitur reply di dalam obrolan DM-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa Twitter nggak punya sih? Padahal di Twitter juga termasuk aplikasi yang intens dalam melakukan obrolan lewat fitur DM-nya. Masak pembaruan dasar macam ini nggak dipikirin sih, malah mentingin fitur fleet. Hadeeeh\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu Twitter lebih baik nambahin tiga fitur ini aja yang menurut saya penting banget, jangan malah nambahin fitur stories yang nggak penting-penting banget dan nggak jelas juga. Kesannya malah ikut-ikutan banget. Kalau ikut-ikutan terus, sekalian aja tambahin fitur Twitter TV biar persis kaya Instagram yang ada IGTV-nya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makan-nasi-padang-pakai-sendok-itu-kurang-kerjaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a0Makan Nasi Padang Pakai Sendok Itu Kurang Kerjaan<\/a>\u00a0atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rifky-aritama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rifky Aritama<\/a>\u00a0lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Mojok<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daripada Twitter mengupdate dengan menambahkan fitur fleet yang nggak jelas itu, Twitter lebih membutuhkan tiga pembaruan ini di aplikasinya.<\/p>\n","protected":false},"author":926,"featured_media":89300,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[460,9683,1093,421,307],"class_list":["post-90400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-facebook","tag-fleet","tag-instagram","tag-twitter","tag-whatsapp"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/926"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90400"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90400\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}