{"id":90246,"date":"2020-11-24T06:58:17","date_gmt":"2020-11-23T23:58:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90246"},"modified":"2020-11-23T23:59:07","modified_gmt":"2020-11-23T16:59:07","slug":"3-alasan-seseorang-memulai-chat-dengan-p","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-seseorang-memulai-chat-dengan-p\/","title":{"rendered":"3 Alasan Seseorang Memulai Chat dengan &#8216;P&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya saya masih nggak ngerti dari mana asal mulanya membuka obrolan chat menggunakan \u201cP\u201d. Dan hingga sekarang saya masih bertanya-tanya, P itu apa, sih? \u201cPunten?\u201d \u201cPermisi?\u201d Kalau begitu, kenapa nggak langsung saja sebut permisi, ketimbang pakai \u201cP\u201d, kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah kekesalan saya ketika menerima chat dengan huruf \u201cP\u201d, saya mempertanyakan alasan di balik orang-orang menggunakan sapaan tersebut untuk membuka chat. Dan berdasarkan beberapa survei kecil-kecilan yang saya lakukan yang sebenarnya nggak perlu saya lakukan tapi tetap saya lakukan, saya menyimpulkan beberapa alasan kenapa orang-orang menggunakan \u201cP\u201d sebagai pembuka obrolan melalui chat.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kebiasaan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ini adalah alasan paling banyak yang saya dapat ketika sedang survei. Bagi mereka, \u201cP\u201d sama kedudukannya seperti mengucap OK. Di mata mereka, membuka chat dengan \u201cP\u201d adalah hal lumrah dan nggak ada yang salah dari hal tersebut. Dan jujur saja, saya pernah ada di titik ini beberapa bulan lalu. Waktu awal booming-nya huruf \u201cP\u201d ini, saya sempat ikut-ikutan menggunakannya juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi karena saya merasa tidak nyaman dan bukan saya banget, akhirnya saya berhenti. Dan setelah saya berhenti, saya baru mengerti betapa menyebalkannya mendapat chat berisi \u201cP\u201d. Tapi, kekesalan saya nggak memiliki pengaruh apa pun juga pada pengguna \u201cP\u201d lainnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Terburu-buru<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan lainnya adalah buru-buru atau ingin cepat mendapat balasan. Biasanya pengguna \u201cP\u201d jenis ini tidak menggunakan \u201cP\u201d, tapi karena dia buru-buru akan suatu keperluan, dia bakal spam chat menggunakan \u201cP\u201d yang nggak jarang spamnya sampai bikin HP kentang jadi hang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyebalkan, tentu saja. Bagaimanapun juga, meski terburu-buru, bakal lebih baik kalau spam memanggil nama ketimbang cuma \u201cP\u201d. Dan bakal lebih baik lagi kalau telepon langsung ketimbang spam. Tapi, lagi-lagi, kekesalan saya nggak bakal berpengaruh ke pengguna setia maupun pengguna musiman huruf \u201cP\u201d.<\/span><\/p>\n<h4><b>Nggak tahu arti \u201cP\u201d, tapi ikut-ikutan karena nyaman<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna tipe ini adalah yang paling menyebalkan di antara yang lainnya menurut saya. Gimana nggak jengkelin banget, seseorang bisa nggak tahu apa arti di balik sesuatu yang dia pakai. Kalau nggak ngerti, seharusnya nggak perlu pakai, dong. Tapi, kalau diingat lagi, saya pernah di fase ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan \u201cP\u201d karena ikut-ikutan adalah salah satu penyesalan saya dalam hidup karena menunjukkan betapa alaynya saya dulu, heuheu. Tapi, ada lagi orang yang nggak tahu arti \u201cP\u201d dan nggak mencoba untuk mencari tahu, tapi tetap memakai, dengan alasan \u201cnyaman aja\u201d. Ketika bertemu orang yang begini, saya merasa lagi berbicara dengan bucin akut yang memakai alasan \u201cmemang kalau nyaman harus pakai alasan?\u201d dan sangkalan cetek lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga alasan tersebut adalah alasan yang saya kumpulkan dari hasil survei. Mayoritas orang di sekeliling saya menganggap \u201cP\u201d sebagai pesan pembuka adalah suatu ketidaksopanan. Walaupun dari apa yang saya perhatikan, pengguna \u201cP\u201d hanya menggunakan \u201cP\u201d untuk ngobrol dengan teman sebayanya saja. Tapi, orang-orang yang kontra dengan hal tersebut tetap menganggap \u201cP\u201d sebagai ketidaksopanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah berada di posisi keduanya. Saya pernah alay dengan menggunakan \u201cP\u201d, dan saya juga pernah kesal karena orang-orang menggunakan \u201cP\u201d. Tapi, bagaimana kalau kita pertimbangkan dari sisi lain. Kalau misal kita menyebut \u201cP\u201d sebagai sebuah ketidaksopanan, bagian mananya yang tidak sopan? Pengguna \u201cP\u201d tidak menggunakan kalimat kasar atau memaki ketika membuka obrolan, kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja itu benar. Mereka tidak menggunakan kata kasar, tapi kalau dilihat dari sisi kontra, tentu saja ada salam atau pesan pembuka lain yang lebih baik ketimbang cuma \u201cP\u201d. Kenapa nggak mengeluarkan sedikit saja tenaga untuk sekedar mengucap halo atau selamat pagi, ketimbang \u201cP\u201d yang hingga sekarang saya masih nggak ngerti artinya apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ya sudahlah. Perdebatan sepele yang bagi beberapa orang nggak sepele karena menyangkut attitude begini seharusnya kita minimalisir saja. Lebih baik kita berdebat soal sesuatu yang lebih berbobot, siapa yang lebih populer di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Season 4 nanti, Eren atau Levi, misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetap saja, chat \u201cP\u201d doang itu nyebelin.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-memainkan-game-dinosaurus-google-chrome-selama-dua-jam-inilah-yang-terjadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Saya Memainkan Game Dinosaurus Google Chrome selama Dua Jam, Inilah yang Terjadi<\/a><\/strong>\u00a0<b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/vivi-wasriani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Vivi Wasriani<\/a><\/b><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya saya masih nggak ngerti dari mana asal mulanya membuka obrolan chat menggunakan \u201cP\u201d. Emang artinya apa sih? Punten? Patriarki?<\/p>\n","protected":false},"author":1034,"featured_media":90410,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[831,9630,4475],"class_list":["post-90246","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-chat","tag-obrolan","tag-salam"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1034"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90246"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90246\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}