{"id":90146,"date":"2020-11-23T07:08:23","date_gmt":"2020-11-23T00:08:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90146"},"modified":"2021-03-05T16:24:29","modified_gmt":"2021-03-05T09:24:29","slug":"beberapa-alasan-kita-tidak-kunjung-bertemu-dengan-alien-hingga-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beberapa-alasan-kita-tidak-kunjung-bertemu-dengan-alien-hingga-kini\/","title":{"rendered":"Beberapa Alasan Kita Tidak Kunjung Bertemu dengan Alien Hingga Kini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel (sok) ilmiah ini, saya akan coba mengupas secara singkat berkaitan mengenai topik yang ada pada judul artikel ini. Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20201225135758\/https:\/\/www.discovermagazine.com\/the-sciences\/why-havent-we-found-alien-life-yet-blame-our-closed-minds\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Why Haven\u2019t We Found Alien Life? Blame Our Closed Minds<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, \u201cthere are 10 billion trillion planets in the observable universe that could potentially host life\u201d. Bingung? Tenang, saya coba jelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel tersebut dijabarkan hitung-hitungan matematis yang out of the world, probabilitas yang mendekati tak terhingga membuat mulut menganga melihat angkanya saja. Saya tergelitik untuk mencari lebih jauh tentang topik ini, sebab yang namanya penasaran, seperti rindu, harus dituntaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan dan keingintahuan saya yang semakin meningkat, saya akan mencoba menjabarkan kenapa alien belum ditemukan berdasarkan teori-teori yang berkaitan.<\/span><\/p>\n<h4><b>The Fermi Paradox Theory<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep mengenai Fermi Paradox pertama kali dipopulerkan oleh seorang fisikawan asal Italia yang bernama Enrico Fermi, yang juga dikenal sebagai Bapak Bom Atom. Pada teorinya Enrico melalui michael heart dilansir dari space.com menyebut sedikitnya tiga argumen untuk menjawab pertanyaan kenapa belum ada alien yang mengunjungi bumi<\/span><\/p>\n<h4><b>Pertama, kekurangan secara fisik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan mengapa alien masih belum juga mengunjungi manusia yang pertama adalah karena adanya physical disadvantages bagi para alien untuk mengunjungi bumi. Alasan seperti jarak yang terlalu jauh dan kekurangan dalam bidang teknologi pun menjadi konsiderasi yang amat penting untuk dikontemplasikan lagi kenapa alien masih belum mengunjungi bumi. Mungkin saja mereka pun masih kesulitan untuk menghubungi kita. Who knows?<\/span><\/p>\n<h4><b>Kedua, Bumi terlalu kuno untuk mereka pelajari<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Argumen kedua tentang Fermi Paradox ini adalah mungkin saja kehidupan yang ada di Bumi ini sebenarnya juga ada di luar sana, namun tidak semua bisa saling menjaga karena perbedaan waktu evolusi. Maksudnya begini, evolusi makhluk di luar sana jauh lebih berkembang dibanding kita\u2014makhluk yang ada di Bumi ini\u2014jadi percuma jika mereka ingin mempelajari kita.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ketiga, alien sudah pernah mengunjungi bumi, namun sejarah menghapusnya<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Argumen the Fermi Paradox yang ketiga adalah mungkin saja alien memang sudah mengunjungi bumi di masa lampau, saat bumi masih dihuni manusia purba dan dinosaurus, namun karena pada saat itu belum ada alat untuk mencatat bukti secara konkret, akhirnya bukti-bukti kunjungan alien pun terhapus oleh ketidakjelasan sejarah dalam menyampaikan dan melestarikan bukti-bukti kunjungan yang dilakukan alien di masa lampau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain The Fermi Paradox, saya tambahkan pendapat lain agar makin banyak variabel yang bisa kita pahami tentang mengapa makhluk ekstraterestrial itu tak kunjung kita temukan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kita tidak lebih dari monyet bagi para makhluk ekstraterestrial<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah kebanyakan bercerita bahwa setiap kunjungan selalu berakhir pada kolonisasi, dan setiap kolonisasi selalu berakhir pada kehancuran dan kepunahan. Contohnya, ketika bangsa Eropa mencoba mengolonisasi benua Amerika, meski yang banyak kita dengar adalah bangsa Eropa pada waktu itu membawa bendera exploration, tapi bisa kita lihat sekarang bahwa bangsa Maya, Aztec, Amazonian, dan penghuni benua Amerika pertama lainnya sekarang sudah sulit diketahui keberadaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kehidupan di alam semesta itu memanglah langka, oleh karena itu para alien yang pastinya sudah jauh lebih advanced daripada manusia berusaha melestarikannya dengan cara tidak mengganggunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya biasa memberikan analogi seperti, cagar alam, hutan lindung. Kita manusia yang hanya punya sedikit kesadaran pun menganggap menjaga alam itu sangat penting. Menjaga kelangsungan alam perannya amat vital pada keberlangsungan kehidupan lainnya di bumi. Jadi mungkin saja para alien mungkin tau keberadaan kita, tapi mereka membiarkan saja keberadaan kita di Bumi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi dalam teori ini, bisa saja dalam satu titik di masa depan, ketika peradaban manusia di bumi sudah mencapai kesadaran yang cukup untuk memahami misteri-misteri beyond science, alien pun akan secara jelas memperkenalkan dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kita masih terlalu primitif, mungkin para penghuni peradaban yang di luar sana melihat manusia baru pada fase pertama dalam konteks evolusi, manusia itu tidak lebih dari chimps (monyet) yang baru bisa berfikir.<\/span><\/p>\n<h4><b>Teknologi nano<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori yang selanjutnya berporos pada evolusi teknologi yang berprinsip \u201cSemakin maju sebuah teknologi, akan semakin efisien dalam penggunaan energi\u201d. Dan dalam kasus ini pergerakan teknologi diprediksi akan terus berkembang ke arah yang berorientasi pada efisiensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata \u201cnano\u201d digunakan karena dengan semakin kecilnya eksistensi teknologi tersebut akan semakin sedikit energi yang digunakan. Dan teori ini yang sedang gamblang-gamblangnya bisa kita lihat pada peradaban di Bumi saat ini. Perubahan signifikan ke arah minimalisme bentuk dari gadget dan hal-hal digital lainnya. Handphone yang dahulu sebesar batu bata, sekarang makin mengecil\u2014setidaknya ke ukuran yang cukup menyenangkan untuk kita genggam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaitannya dengan teori ini adalah mungkin saja alien itu benar adanya dan benar mereka telah menyambangi kita, namun karena peradaban mereka ribuan tahun atau bahkan jutaan tahun lebih maju daripada peradaban kita, bisa jadi mereka ada di sekitar kita. Hanya saja mereka terlalu kecil untuk kita lihat karena pola pergerakan teknologi yang mengarah kepada minimalisme bentuk tersebut. Itulah inti dari The Nano Civilization Theory.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penutup, tak bisa disangkal sejarah umat manusia pun masih diliputi kabut misteri yang sangat tebal. Banyak bab-bab tentang sejarah umat manusia yang begitu saja terlewat, yang hancur karena propaganda politik sampai bencana-bencana alamiah. Jadi, masih terlalu dini untuk menyimpulkan seperti apa dunia ini sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belajar-dari-soleh-solihun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Belajar dari Soleh Solihun<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Umur Bumi sudah mencapai beberapa miliar tahun, namun kenapa hingga kini kita tetap belum menemukan kehidupan lain di luar sana?<\/p>\n","protected":false},"author":1165,"featured_media":90226,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9609,4407,2090],"class_list":["post-90146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-alien","tag-bumi","tag-teknologi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}