{"id":90104,"date":"2020-11-24T07:32:10","date_gmt":"2020-11-24T00:32:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90104"},"modified":"2020-11-22T22:21:46","modified_gmt":"2020-11-22T15:21:46","slug":"karakter-orang-garut-berdasarkan-dodol-yang-direkomendasikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karakter-orang-garut-berdasarkan-dodol-yang-direkomendasikan\/","title":{"rendered":"Karakter Orang Garut Berdasarkan Dodol yang Direkomendasikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai 2000-an, Kota Garut sudah dikenal sebagai gudangnya dodol. Si legit dan manis ini sudah terkenal ke seluruh wilayah Indonesia. Kini, dodolnya sudah diekspor ke Singapura, Malaysia, bahkan Eropa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking terkenalnya sebagai kota dodol, orang Garut yang pernah merantau ke luar kota, pasti pernah mengalami kejadian seperti di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAsalnya dari mana, Mas?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGarut, Mas.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, dodol Garut ya, Mas?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh dodol itu banyak macamnya, ya. Rekomendasi dari Masnya, kira-kira jenis dodol yang mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditanya begitu pasti bingung karena mau merekomendasikan jenis dodol yang mana, ya. Namun, saya yakin, orang Garut pasti ngasih tahu salah satu jenis dodol yang menurutnya enak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tahukah Anda, berdasarkan survei yang saya lakukan kepada sekian ratus jiwa warga Garut, saya sukses menganalisis karakter mereka berdasarkan dodol yang direkomendasikannya. Siapa tahu, informasi ini penting buat Anda yang nanti berkenalan dengan orang Garut, sehingga tahu karakter orangnya kayak gimana.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Karakter orang Garut yang merekomendasikan dodol wijen<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah jenis dodol original. Bahan dasar dari dodol ini yaitu wijen, gula merah, santan, gula pasir, dan tepung ketan. Rasanya sangat manis. Dodol ini sudah umum sekali dan banyak dikonsumsi oleh warga Garut sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Garut yang merekomendasikan dodol ini karakternya cuek. Jangan harap Anda bisa mendapatkan pengetahuan tentang dodol, lalu membandingkannya dengan dodol jenis lain, dan seterusnya, dan seterusnya. Saya khawatir, Anda nanya segala macam tentang dodol, eh di jawabnya cuma, \u201cUdah, dodol wijen aja, Mas.\u201d<\/span><\/p>\n<h4>#2 Karakter orang Garut yang merekomendasikan dodol kacang<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dodol kacang ini lebih mudah digigit daripada dodol original. Hal ini yang membuat dodol kacang unik sebab bungkusnya saja menggunakan daun jagung kering. Nah, orang Garut yang merekomendasikan dodol ini karakternya asyik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKacang dibikin dodol, Mas?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, Mas. Gini ya, kota ini kan bla bla bla&#8230;.\u201d<\/span><\/p>\n<h4>#3 Karakter orang Garut yang merekomendasikan dodol zebra<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dodol zebra ini memiliki tampilan unik, yaitu berwarna-warni layaknya seekor zebra. Yang membedakan dodol ini dengan jenis dodol lainnya adalah teksturnya lebih halus dan lembek, serta tanpa wijen. Nah, kalau Anda berkenalan dengan orang Garut yang merekomendasikan jenis dodol ini karakternya itu lemah lembut dan nyunda banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMas, dodol zebra, emang rasanya gimana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEum, gimana ya, Mas. Abdi teh duka kunaon nyuak meni suka pisan sama dodol ini.&#8221;<\/span><\/p>\n<h4>#4 Karakter orang Garut yang merekomendasikan dodol varian rasa<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waini, dodol varian rasa ini merupakan perkembangan dari dodol original. Bahan bakunya sama seperti dodol original tadi, tapi ditambahkan rasa lain sebagai pembeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa dodol \u201cmodern\u201d ini dibuat dengan menambahkan rasa buah-buahan seperti strawberry, durian, nanas, jambu, cocopandan, serta blueberry. Ada lagi dengan aneka rasa lain seperti rasa kurma, jahe, susu, coklat, dan mocca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampilannya yang modern, membuat orang Garut yang merekomendasikan jenis dodol ini karakternya modern dan gaul, alias ke Jakarta-jakartaan. Bahasa gaul kayak gue, elu, dan semacamnya bakal kalian dengar. Ia juga dengan gagahnya kalau ngobrol menggunakan istilah-istilah seperti fluktuasi, frekuensi, dan sebagainya. Asyik sih tapi agak njilmet.<\/span><\/p>\n<p><b>#5 Karakter orang Garut yang merekomendasikan dodol rujak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dodol rujak ini menggunakan bahan baku yang berbeda dengan varian dodol lainnya. Alih-alih menggunakan wijen dan gula merah, dodol ini malah menggunakan buah-buahan sebagai bahan bakunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebagian besar produsen dodol ini menggunakan buah nanas sebagai bahan baku utama. Hanya yang membedakan adalah dodol rujak akan membuat Anda seperti memakan sambal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter orang Garut yang merekomendasikan dodol rujak biasanya agak menyesatkan. Ya gimana nggak menyesatkan, orang lain pengin mencicipi dodol karena rasa manisnya, lha ini malah dikasih rasa sambal. Salah satu orang yang suka merekomendasikan jenis dodol ini adalah orang yang menulis artikel ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waaah, banyak banget kan varian dodol Garut-nya? Si legit manis ini memang sudah menebar pesona sebagai oleh-oleh. Ia tidak pernah mati ditelan zaman meski jajanan baru pada muncul. Sebab, dodol sudah menjadi trademark tersendiri. Rasanya tak lengkap kan jika nanti Anda mengunjungi kota Garut tanpa membeli dodolnya. Iya, kan?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<\/strong>\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-buat-yang-bingung-memilih-cilok-cilor-atau-telur-gulung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Panduan buat yang Bingung Memilih Cilok, Cilor, atau Telur Gulung<\/strong><\/a>\u00a0<strong>dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-ridwansyah\/\">\u00a0Muhammad Ridwansyah<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">\u00a0di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari survei yang saya lakukan pada sekian ratus warga Garut, saya sukses menganalisis karakternya berdasarkan dodol yang direkomendasikannya.<\/p>\n","protected":false},"author":867,"featured_media":90158,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8026,4326],"class_list":["post-90104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-dodol","tag-garut"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/867"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90104"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90104\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}