{"id":90076,"date":"2020-11-25T07:34:33","date_gmt":"2020-11-25T00:34:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=90076"},"modified":"2020-11-23T20:52:19","modified_gmt":"2020-11-23T13:52:19","slug":"kata-siapa-ngekos-bareng-itu-nggak-enak-sini-saya-ajarin-biar-enak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kata-siapa-ngekos-bareng-itu-nggak-enak-sini-saya-ajarin-biar-enak\/","title":{"rendered":"Kata Siapa Ngekos Bareng Itu Nggak Enak? Sini Saya Ajarin Biar Enak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di suatu sore yang lumayan padat, saya sempat membaca tulisan <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ngekos-bareng-itu-banyak-nggak-enaknya\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Dicky Setiawan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang membahas seputar betapa nggak enaknya ngekos bareng. Usai membaca, lantas saya, \u201cWah, wah\u2026\u201d gerutu dalam hati, seraya menggelengkan kepala tanda tidak sepakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk urusan tinggal bareng-bareng begitu, bagi saya adalah hal yang\u2026 halah upil ae, kok, dianggep tumor. Kalau ada kejuaraan bertahan hidup rame-rame, sudah pasti saya jurinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari keluarga. Saya anak kedua dari lima bersaudara. Lulus SD, saya lanjut mondok di pesantren 6 tahun dari MTs-Aliyah. Satu kamarnya diisi lebih dari 20 orang. Lanjut pas kuliah di Bandung, saya mondok lagi 3 tahun, sekamarnya diisi 7 orang. Di tahun keempat kuliah, saya ngekos berdua bareng temen. Lulus kuliah terus kerja, saya ngekos bareng lagi sama temen. Nah, lho. Kasarnya, saya sendiri cuma kalau lagi di kamar mandi. Mamam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah saya merana seperti yang Mas Dicky gambarkan? Untungnya tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Dicky menaruh keluhan dominan pada poin mengenai \u201cgambaran\u201d rumitnya berdamai dengan kebiasan \u201cburuk\u201d teman sekos. Mulai dari eneknya tiap bangun tidur kudu berhadapan dengan muka yang itu-itu lagi, perdebatan dalam hati kalau temen se-kos ditegur buat nggak sembarangan naro barang, dia bakal auto gerutu, \u201cHalah, gitu doang dimasalahin\u201d (yang padahal mungkin itu belum coba diomongin langsung. Jadi cuma dugaan diri sendiri). Sampai ke me time yang buyar karena si teman haha hihi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai manusia yang terus-terusan hidup bareng orang lain, gambaran di atas tentu pernah saya rasakan, jujur saja. Namun, sejauh ini, hal itu bukanlah masalah besar karena saya tau harus bagaimana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngekos berdua itu adalah salah satu alternatif bagi seseorang yang takut dengan kesendirian maupun cekak dalam urusan finansial. Nggak bisa dimungkiri, selama perjalannya, masalah ya pasti ada. Namun, hidup bareng dengan orang lain itu nggak sulit-sulit amat, kok sebenernya, kalau udah ngantongin strateginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua bentuk keluhan di atas bisa tuntas meski hanya dengan satu cara: komunikasi yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua model gerutu dalam hati dan dengki saat diharuskan hidup bersama orang lain itu akan hilang jika memang langsung diutarakan pada yang bersangkutan dengan baik. Ingat ya, dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah suatu hari, saat saya baru datang ke Bandung dari Bekasi, saya mendapati kondisi kamar yang lumayan berantakan. Lantaran waktu itu kiranya sore, dengan kondisi badan yang masih capek, jadinya saya biarin aja dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus keesokan pagi, niatnya saya mau ngepel lantai. Fyi aja nih, kosan saya itu nggak cuma sepetak doang. Jadi, kek ada tiga ruangan gitu: ruang depan, kamar tidur, sama kamar mandi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tadi saya kan, ceritanya mau ngepel lantai, tuh. Namun, di dekat rak piring, ada banyak perabot makan kotor (posisinya ada di atas lantai). Dan, teman saya itu kalau pagi pasti pergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat sebagian orang, hal ginian mungkin bakal dilematis. \u201cAduh\u2026 mau ngepel, tapi di lantai ada piring kotor bekas dia. Mau bilang suruh cuci, nggak enak. Soalnya piringnya nggak banyak. Mau saya cuciin, tapi kenapa juga saya yang kudu nyuciin? Kan, bukan saya yang pakai.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada saya gerutu dalam hati dan yang ada malah nggak jadi ngepel, ya saya ngomong ke yang bersangkutan buat tolong piring-piring kotornya ditaruh ke belakang saja atau langsung dicuci kalau bisa, karena saya mau ngepel semua lantai. Dan, teman saya pun dengan senang hati nyuci perkakasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi sebenernya, untuk hal \u201cupil\u201d semacam itu nggak perlu didramaiin, lah. Wong, tinggal ngomong, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgomong itu susah, tahu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong itu nggak susah. Tinggal atur aja egonya. Mau sama-sama hidup enak dan rukun, nggak? Kalau mau, tiap ada yang dirasa keluhan atau masalah, ya tinggal dibicarakan baik-baik. Saling mengingatkan, kalau kalian berdua itu hidup bareng. Bareng karena sama-sama nggak bisa tinggal sendirian atau sama-sama cekak di duit kiriman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi, pandai-pandailah mencari calon teman sekosan. Cari yang kayaknya tetap aman diajak hidup bareng jangka panjang. Cari yang emang bisa diajak ngobrol. Cari yang mau saling pengertian. Ini yang penting. Kalau dari awal dirasa udah nggak sreg, takut malah ke depan urusannya malah runyam. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong dong, wahai kalian. Karena, jadi orang yang nggak enakan itu nggak enak. Nggak enak di situ, nggak enak juga di orang yang bersangkutan. Iya, dia pun nggak enak. Lantaran bingung harus bersikap bagaimana kalau situnya cuma diem, tapi dalam hati api neraka kek udah berkobar.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anak-kos-harus-memelihara-kocheng\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Alasan Kenapa Anak Kos Harus Memelihara Kocheng<\/strong><\/a> <b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nuriel-shiami-indiraphasa\/\"><b>Nuriel Shiami Indiraphasa<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngekos berdua itu adalah salah satu alternatif bagi seseorang yang takut dengan kesendirian maupun cekak dalam urusan finansial.<\/p>\n","protected":false},"author":825,"featured_media":90356,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5592,9615],"class_list":["post-90076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kontrakan","tag-kos-bareng"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90076"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90076\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}