{"id":89970,"date":"2020-11-22T07:13:29","date_gmt":"2020-11-22T00:13:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=89970"},"modified":"2020-11-21T12:07:58","modified_gmt":"2020-11-21T05:07:58","slug":"menebak-pikiran-orang-yang-suka-nyolong-buku-perpustakaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-pikiran-orang-yang-suka-nyolong-buku-perpustakaan\/","title":{"rendered":"Menebak Pikiran Orang yang Suka Nyolong Buku Perpustakaan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu grup WhatsApp klub menulis yang hanya terdiri dari beberapa orang sedang ramai-ramainya. Perbincangannya bermula saat salah seorang anggota grup bertanya buku apa yang baiknya dipelajari bagi pemula yang ingin nulis cerpen atau minimal membuat dia tertarik dengan cerpen. Anggota grup yang merupakan salah satu guru di sekolah dasar ini kemudian mengirim gambar semua koleksi buku perpustakaan milik sekolahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sontak salah seorang anggota lain dari klub menulis ini langsung menanggapinya dengan kalimat kurang lebih seperti ini, &#8220;Seadainya saya yang berada di posisimu, saya sudah \u2018eksekusi\u2019 semua buku itu.&#8221;\u00a0 Seorang anggota lain pun ikut mengiyakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah itu hanya kelakar atau memang serius, terlepas dari itu, nyatanya kalimat tersebut menarik ingatan saya mundur ke lima tahun silam saat masih berstatus seorang mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat, banyak kawan di circle pergerakan saya waktu itu menjadikan perpustakaan sebagai lahan uji nyali untuk memiliki tambahan koleksi buku. beberapa alasan pun mereka lontarkan dan bikin dalih macam-macam guna membenarkan tindakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, sebagian dari mereka menganggap mencuri buku perpustakaan itu sah-sah saja selama bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Mungkin manfaat yang mereka maksud adalah setelah bukunya mereka baca dan pahami. Mereka kemudian punya banyak bahan untuk didiskusikan atau disampaikan kepada orang lain agar bisa jadi sebuah pencerahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seperti yang kita ketahui, perpustakaan memang hadir untuk mengakomodasi minat mereka yang pengin membaca, tapi tak memiliki buku. Namun, dengan syarat-syarat tertentu seperti, terlebih dahulu harus mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan, lalu kemudian boleh meminjam buku dalam rentan waktu tertentu. Biasanya sih, paling lama seminggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, entah mengapa syarat-syarat semacam itu tak lantas menarik minat kawan-kawan saya ini. Malah, mereka lebih suka nyolong buku perpustakaan ketimbang meminjamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, dari pengalaman saya memiliki teman sepergaulan yang beberapa kali melakukan aktivitas ini, saya pun akan mencoba menebak beberapa alasan yang membuat mereka suka nyolong buku di perpustakaan.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak punya duit untuk membeli buku. Sebenarnya ini termasuk alasan klasik. Namun, kenyataanya memang demikian. Kebanyakan mereka berasal dari kampung, kuliah di kota, dan bertahan hidup dari kiriman makanan serta uang setiap bulannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati demikian uang kiriman ini biasanya tak cukup karena harus bayar banyak keperluan ini dan itu, belum lagi membantu teman yang kadang numpang di kos-an seperti parasit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu dengan uang yang sangat terbatas, mereka tak punya lagi kesempatan untuk membeli buku. Apalagi jika mereka termasuk pembaca rakus yang bisa menghabiskan satu buku hanya dalam rentan waktu singkat, tentu mereka butuh lebih banyak duit untuk membeli buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, mengapa mereka nggak daftarin diri jadi anggota perpustakaan lalu meminjam buku sepuas sebisa yang mereka habiskan untuk dibaca? Saya kira alasan mereka sederhana, membaca buku yang merupakan milik pribadi akan lebih menyenangkan ketimbang jika membaca buku dengan status milik perpustakaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika membaca buku yang sudah jadi milik pribadi maka tak ada tekanan untuk segera mengembalikan buku, mereka juga bebas melipat, mencoret-coret, ataupun memberikan catatan pinggir sesuai kebiasaan mereka saat membaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba Anda bayangkan jika buku itu masih berstatus milik perpustakaan maka hal-hal itu mungkin tak akan bisa mereka lakukan. Malahan, mereka akan diomelin sama petugas perpustakaan saat mengembalikan buku dalam kondisi yang nggak prima lagi. Lha bagus kalau masih diomelin, jika masuk ke dalam daftar hitam orang yang tak diperbolehkan lagi meminjam buku, kan repot.<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, buku yang mereka curi masuk dalam kategori langka. Alasan kedua sehingga membuat mereka memutuskan nyolong buku di perpustakaan karena salah satu koleksi buku perpustakaan yang mereka curi termasuk ke dalam kategori langka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun mereka punya duit untuk membeli buku, tentu mereka tak akan mampu memiliki koleksi langka itu. Sebab itu, dorongan memiliki hanya bisa terpenuhi dengan cara nyolong. Sebab, bagi sebagian orang buku tidak hanya tumpukan kertas yang memberi informasi dan pengetahuan, buku juga punya nilai estetis saat mejeng di rak. Ada kenikmatan serta kebanggan tersendiri saat membaca dan memiliki koleksi buku yang sudah termasuk kategori langka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan-perasaan memiliki buku yang semacam ini jugalah yang mendorong mereka untuk nyolong buku perpustakaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, apa pun alasannya hal seperti ini jelas-jelas tak patut dibenarkan. Soalnya, koleksi buku di perpustakaan adalah milik negara yang harus kita jaga dan nikmati bersama. Alih-alih memberi manfaat, nyolong buku perpustakaan justru membuat orang lain tidak punya kesempatan untuk membacanya.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/juara-1-orang-paling-menyebalkan-adalah-yang-pinjam-helm-tanpa-izin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Juara 1 Orang Paling Menyebalkan Adalah yang Pinjam Helm Tanpa Izin <\/a><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/munawir-mandjo\/\"><b>Munawir Mandjo<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perasaan dan keinginan memiliki buku lantas mendorong seseorang buat nyolong buku perpustakaan. Bagaimanapun ini nggak bisa dibenarkan.<\/p>\n","protected":false},"author":696,"featured_media":45927,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4493,6402],"class_list":["post-89970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-koleksi-buku","tag-perpustakaan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/696"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89970"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89970\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}