{"id":89862,"date":"2020-11-21T05:49:52","date_gmt":"2020-11-20T22:49:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=89862"},"modified":"2020-11-20T14:06:33","modified_gmt":"2020-11-20T07:06:33","slug":"ngekos-bareng-itu-banyak-nggak-enaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ngekos-bareng-itu-banyak-nggak-enaknya\/","title":{"rendered":"Ngekos Bareng Itu Banyak Nggak Enaknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang terpesona dengan kehidupan bersama setelah menikah, namun ke sini, orang-orang mulai memberi kesaksian dan mempertanyakan kehidupan tersebut. Setidaknya orang-orang seperti Patra Gumala di Podcast Om-om dan di materi stand up comedy-nya berani mengatakan bahwa menikah itu banyak nggak enaknya juga atau seperti Dzawin Nur yang mempertanyakan pernikahan karena khawatir kebebasannya terkekang, persis pula seperti status mas-mas WA yang mempropagandakan \u201cAyo dolan, sebelum kebebasan itu hilang\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Romantisasi kehidupan setelah menikah mungkin lebih banyak, tapi tak bisa dimungkiri anak muda seperti saya juga mempertanyakan kenikmatan itu. Kalau kata Dono Pradana menikah itu \u201cNggak cuma mantap-mantap thok!\u201d Menyatukan dua kepala adalah hal yang tidak mudah. Atau persis seperti yang pernah Raditya Dika pikirkan sebelum menikah dulu, sesederhana membayangkan bangun tidur dengan orang yang sama itu bukan perkara mudah. Dan bagi saya, konsep pernikahan adalah analogi yang tepat untuk kehidupan ngekos bareng. Mungkin berlebihan, tapi pada dasarnya memang mirip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, ngekos bareng mungkin menjadi sebuah solusi, terutama soal finansial. Dua orang atau lebih hanya akan membayar satu kamar, kalaupun harga dinaikan pemilik kos, ngekos bareng biasanya masih lebih murah ketimbang harga satu orang satu kamar. Lebih lagi membayangkan kehidupan jauh dari rumah, dan ngekos bareng dijadikan solusi kekhawatiran pada kesepian jauh dari rumah.\u00a0 Tapi, kembali lagi, seperti pula pernikahan, jangan cuma diliat dari enaknya, lihat dari sisi sebaliknya. Sebelumnya, ngekos bareng beda dengan ngontrak bareng lho, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan Ibu saya dulu pernah mewanti-wanti \u201cMending ngekos sendiri aja, kata si A, temennya ngekos bareng\u00a0 jadi sering berantem.\u201d Mungkin dulu saya sedikit sinis dengan pernyataan Ibu saya, dan dulu beranggapan ini sangat berlebihan, \u201cWong cuma ngekos bareng <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wae<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, lho, malah enak lebih irit\u201d batin saya. Saya memang diberi kebebasan untuk memilih kos, dan saya pun cukup tau diri untuk memilih kos yang bagi keluarga saya terjangkau. Dan saya pernah merasakan dua kehidupan, ngekos sendiri dan ngekos bareng sebagai pilihan yang lebih hemat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal menyebalkan paling sederhana adalah tidur dan bangun bersama orang yang sama. Setiap orang punya signature tidur dan bangunnya sendiri. Seperti saya yang selalu merasa bad vibes dengan muka yang selalu kesal saat bangun tidur, apalagi ketika tiba-tiba ditodong sebuah kegiatan, sesimpel disuruh menggeser motor dari parkiran, dan bagi sebagian orang, mungkin kebiasaan ini teramat menyebalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi sebagian orang punya kebiasaan tidur yang aneh lain, seperti mengigau, iler yang deras megalir, ngorok, hingga banyak gerak seolah menjadi fighter di dalam mimpinya. Ngekos bareng, artinya kalian harus siap berdamai dengan hal yang mungkin kalian anggap sepele ini, tapi sebenarnya tidak sesederhana itu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu baru soal tidur, mungkin lebih menyebalkan kalian akan dipaksa berdamai dengan sekelumit kebiasaan menyebalkan dari partner sekamar, atau sebaliknya. Piring yang tak buru-buru dicuci, pakaian menumpuk, lantai kotor, berantakan dan lain-lain. Jangan salah, sepanjang karir Dewa 19, salah satu keributan mereka dipicu masalah cuci piring, Andra Ramadhan dan Ahmad Dhani bukan berantem perkara konsep band Dewa 19, tapi hal sepele ini. Dan bagi sebagian orang kebiasaan semacam ini sulit diubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau bahkan parahnya tidak menyadari kebiasaan yang tidak dianggap menyebalkan tersebut sebenarnya mengganggu orang lain. Dan untuk hal ini, siap-siap saja sewot ketika partner kalian sering menegur kalian, lantas mbatin \u201cHalah, gitu doang dimasalahin\u201d. Konsep \u201cgitu doang\u201d jelas berbeda satu orang dan orang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi soal ego, membayar dengan porsi yang sama, belum tentu kalian akan merasa memiliki hak yang sama. Sesederhana menaruh perabotan di kamar, lah. Atau entah, banyak-banyakan menaruh barang pribadi di kamar. Sesederhana selera yang bertabrakan pun bisa jadi masalah, dan selera bukan sesuatu yang pasti layaknya jawaban matematika, orang punya sentimennya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan satu privilese yang akan sulit kalian dapatkan ketika ngekos bareng, yaitu merasakan me time. Menikmati waktu sendiri itu perlu, beneran. Bisa dibayangkan saat kalian fokus merenungkan sesuatu, tiba-tiba buyar ketika partner kalian melakukan hal yang bagi kalian menyebalkan, atau tiba-tiba dia datang bersama gerombolannya, hash.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya meyakinkan, bahwa ngekos bareng itu enak-enak saja, asal mau berdamai dengan banyak hal tersebut, dan jelas harus siap dengan tekanan batin itu. Dan seperti pula menjalin sebuah hubungan, akan lebih baik dengan membuat kesepakatan di awal sebagai langkah jaga-jaga tersebut.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bekerja-jadi-waiter-adalah-salah-satu-cara-terbaik-berkenalan-dengan-kopi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bekerja Jadi Waiter Adalah Salah Satu Cara Terbaik Berkenalan dengan Kopi<\/a>\u00a0<\/strong><strong>dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dicky-setyawan\/\">\u00a0Dicky Setyawan<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">\u00a0<i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngekos bareng itu enak-enak saja, asal mau berdamai dengan banyak hal dan jelas harus siap dengan tekanan batin yang bisa datang kapan saja.<\/p>\n","protected":false},"author":783,"featured_media":89947,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9582,5591,14,365],"class_list":["post-89862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hidup-bersama","tag-kos","tag-menikah","tag-pernikahan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/783"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89862"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89862\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}