{"id":89855,"date":"2020-11-22T06:59:19","date_gmt":"2020-11-21T23:59:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=89855"},"modified":"2020-11-21T02:53:59","modified_gmt":"2020-11-20T19:53:59","slug":"kirim-salam-lewat-program-radio-adalah-cara-mbribik-paling-romantis-pada-masanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-salam-lewat-program-radio-adalah-cara-mbribik-paling-romantis-pada-masanya\/","title":{"rendered":"Kirim Salam Lewat Program Radio Adalah Cara Mbribik Paling Romantis pada Masanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya naksir cewek beberapa kali semasa SMP, tapi nggak pernah sampai pacaran. Pada masa itu HP belum secanggih saat ini, makanya saya bisa katakan kirim salam lewat radio sebagai alternatif mbribik alias PDKT. Pun yang punya HP bisa dihitung jari. Kalau ada anak yang udah punya HP, sudah pasti anak itu bakal jadi idola banyak anak lain. Setidaknya bakal terkenal lah, sebagai anak yang punya HP.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebab HP adalah barang langka, salah satu tips paling mudah buat mbribik atau mendekati seseorang pada masa itu adalah adalah dengan ngasih surat cinta. Asli, saya pernah beberapa kali ngasih surat cinta tanpa nyantumin nama saya. Jadinya ya kayak surat kaleng gitu. Saya taruh di laci meja si cewek cemceman, terus sengaja saya lihat ekspresi dia saat nemu surat dan cengengesan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh ya, saya seringnya naksir sama anak sekelas sih. Sayangnya, tulisan tangan saya itu jeleknya minta ampun dan terkenal jelek di mana-mana. Jadi kalau ada surat cinta dengan tulisan tangan jelek, sudah pasti itu dari saya. Atau kalau mau lebih misterius dikit, saya bakal minta tolong teman saya yang tulisan tangannya bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saya naksir cewek namanya Anita. Ah, manis sekali anak itu dengan senyumannya yang bikin deg-degan. Saya tahu benar bahwa Anita sadar bahwa saya naksir dia, tapi sayangnya kami nggak pernah bener-bener deket. Mentok saya ngado dia pas ulang tahun berupa tipe-X yang saya beli di koperasi sekolah. Itu juga bukan murni kado, soalnya sebelumnya saya udah pernah ngilangin tipe-X miliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya akhirnya punya HP, saya memberanikan diri minta nomor HP Anita. Percayalah, dulu minta nomor HP itu adalah misi yang sangat sulit dan bikin deg-degan bakal dikasih atau enggak. Levelnya sedikit lebih rendah dari sulitnya nembak cewek. Makanya, pas pelajaran mulai dan guru kimia mulai ketiduran\u2014sering banget blio ketiduran pas ngajar\u2014saya towal-towel pundak si Anita dan bisik-bisik minta nomor HP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya apa? Nggak dibolehin dong. Asli, kalo sekarang sih tukeran nomor WhatsApp gampang banget. Kalau dulu sih, minta ampun sulitnya. Setelah saya ditolak\u2014maksudnya nggak dikasih nomor HP\u2014saya masih mencoba membujuk pemilik senyum manis itu, bahkan sampai ke level memohon. Hasilnya tetap saja nggak dikasih. Ah, sial betul nasib saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gagal mendapatkan nomor HP, akhirnya saya mengubah strategi. Saya tahu Anita sangat senang mendengarkan lagu-lagu dari Kangen Band dan kebetulan saya hampir tiap sore dengerin radio yang khusus muterin lagu-lagu band yang lagi hits.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu sore sepulang sekolah, saya menahan Anita biar nggak pulang duluan. Pas anak-anak udah cabut, saya iseng nanya aja lagu Kangen Band apa yang paling dia suka\u2014sebenarnya saya sudah tahu sih judul lagunya, tapi ya gimana, buat basa-basi aja, Bosss. Anita menyebutkan satu lagu yaitu, \u201cKarena Dirimu\u201d seperti dugaan saya, hahaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah itu saya bilang, \u201cNanti sore dari jam enam sampai jam sembilan dengerin Amerta FM ya. Sambil ngerjain PR.\u201d Kurang lebih saya ngomong gitu. Setelah manggut-manggut canggung, Anita pergi ninggalin saya, sedangkan saya langsung menyusun rencana matang-matang buat kirim salah lewat radio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sudah dengerin Amerta FM\u2014sebuah channel radio lokal yang sekarang ini sudah bangkrut\u2014dari pukul 17.00 saat acaranya nggak jelas dan saya juga lupa. Pukul 17.30, saya langsung ngirim SMS ke nomor Amerta FM. Saya sudah hafal betul kalau ngirim di jam segitu, SMS saya bakal dibaca paling lambat pukul 18.30. Dan benar saja, begitu acara yang saya tunggu mengudara, nggak lama kemudian SMS saya dibaca penyiarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isinya kayak gini, \u201cMas, mau request lagunya Kangen Band dong, yang judulnya \u2018Karena Dirimu\u2019. Itu spesial buat doi yang katanya ngefans banget sama Kangen Band.\u201d Saya nggak nyantumin nama karena nomor saya sudah disimpan sama mas penyiar, jadinya, ya meski nggak nyebutin nama, Mas Penyiar tetap menyampaikan. Malahan dia bilang, \u201cIni Mas Riyanto ngebet banget sama mbak yang satu itu ya. Sebutin siapa namanya dong.\u201d kurang lebih seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak lama setelah bacain SMS, Mas Penyiar langsung muter lagu Kangen Band yang saya minta, tak lupa sambil ngomyang, \u201cYang satu ini ada lagu dari Kangen Band. Di-request oleh Mas Riyanto yang masih berjuang ngedeketin gebetannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya maklum sih Mas Penyiarnya tahu, soalnya beberapa waktu sebelumnya saya pernah kirim salam radio via SMS sambil menggerutu manja gitu dengan kalimat, \u201cBuat yang duduk di samping jendela itu, kok kamu nggak ngasih nomor HP ke aku, sih?\u201d Asuuu, jijik tenan kalau ingat bagian itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah lagu request-nya diputar, selang beberapa lagu dan beberapa kali bacain SMS, tetiba mas penyiarnya baca SMS yang bikin saya kegirangan bukan main. Isi SMS yang dibaca masnya itu kayak gini, \u201cBuat yang udah request-in lagunya Kangen Band, makasih banget ya. Jadi semangat ngerjain PR.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Auto ngetik SMS lagi saya ke mas penyiar dan berharap SMS saya dibaca sebelum acara kelar. Maklum saja, pada masa itu antusias muda mudi buat kirim salam lewat acara radio emang gede banget. Telat dikit ngirim SMS, bisa nggak kebaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengirim SMS dengan menggebu-gebu dan kalimatnya adalah, \u201cBuat Anita, semangat ngerjain PR ya. Jangan lupa istirahat dan mimpi indah!\u201d tentunya dengan kalimat alay pada masanya. Sayangnya, acara radio itu selesai sebelum SMS kedua saya dibacakan. Acara kirim salam lewat radio memang layaknya berpacu dengan waktu. Anita pasti sudah menunggu-nunggu SMS balasan saya, tapi pada akhirnya kecewa karena merasa saya nggak balas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besoknya pas di sekolah, Anita cuma senyum-senyum manja kalo kebetulan berpapasan atau bertatapan dengan saya. Akhirnya saya nyamperin dia pas mau istirahat. \u201cSemalam, aku bales lagi loh pesan dari kamu.\u201d kata saya sambil prengas-prenges.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak tahu, udah ketiduran sih.\u201d Saya ingat betul gimana gerak-gerik Anita yang salting waktu itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, nggak sempat kebaca. Acaranya keburu selesai.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEmangnya ngirim pesan apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia pertanyaan yang memang sudah saya tunggu-tunggu. \u201cRahasia!\u201d saya mencoba sok misterius. \u201cMakanya, nanti malam dengerin lagi. Aku kirim lagi sambil request Kangen Band juga. Jangan lupa bales SMS aku di sana ya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan semenjak itu, saya menemukan cara yang lebih romantis daripada komunikasi melalui SMS secara langsung. Cara itu adalah saling kirim salam di sebuah acara radio yang didengarkan banyak kawula muda. Biar saja dunia tau kalau saya memang naksir Anita waktu itu, dan Anita juga memberi respons yang manja-manja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialannya, setelah berlalu beberapa minggu masa romantis itu, Anita ditembak sama anak sialan dari kelas lain. Parahnya lagi, Anita menerima dan mereka resmi pacaran. Ah, kalau saja dulu saya sempat nembak Anita lewat acara kirim salam di siaran radio itu, Anita pasti akan menerimanya lewat balasan di acara itu juga, level romantis acara radio itu akan semakin klimaks.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-nekat-menjadi-asdos-ilegal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengalaman Saya Nekat Menjadi Asdos Ilegal<\/a><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebelas-tahun-kerja-di-stasiun-tv-bikin-saya-punya-tiga-hal-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a0<\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/riyanto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Riyanto<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dulu saya menemukan cara yang lebih romantis daripada SMS-an secara langsung. Cara itu adalah saling kirim salam di sebuah acara radio.<\/p>\n","protected":false},"author":702,"featured_media":8863,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[16,599],"class_list":["post-89855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hubungan","tag-nostalgia"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/702"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89855"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89855\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}