{"id":89280,"date":"2020-11-20T07:32:29","date_gmt":"2020-11-20T00:32:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=89280"},"modified":"2020-11-19T10:39:12","modified_gmt":"2020-11-19T03:39:12","slug":"alasan-podcast-lenyap-adalah-podcast-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-podcast-lenyap-adalah-podcast-terbaik\/","title":{"rendered":"Alasan Podcast Lenyap Adalah Podcast Terbaik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada platform YouTube, sudah banyak YouTuber lokal yang mengangkat konten kriminal. Namun, kebanyakan masih membawa cerita kriminal luar negeri. Beberapa bahkan, juga membawakan konten teori\u2014suka-suka\u2014konspirasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juga, pada platform Spotify, konten kriminal masih jarang untuk ditemukan. Ada memang, tapi kebanyakan masih berbahasa Inggris. Kasus-kasus yang dibahas, juga merupakan kasus luar negeri, bukan kasus lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Agustus 2020, platform Spotify mengeluarkan empat Podcast eksklusif mereka. Keempat Podcast tersebut memiliki genre yang berbeda-beda. Genre horor diwakilkan oleh Podcast Kisah Horor The Sacred Riana, genre cinta-cintaan ada Dear Dearest, dari genre kriminal internasional ada Pembunuh Berantai, sedangkan untuk kriminal lokal ada dengan judul Lenyap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pendengar Podcast, saya sangat antusias akan hadirnya berbagai judul Podcast tersebut, terutama Podcast Lenyap. Dengan tagline berupa \u201cKisah Nyata Kriminal Indonesia\u201d, rasanya Podcast Lenyap adalah gaya baru dari Podcast berbahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendengar dengan khidmat kesepuluh episode yang disajikan pada musim pertama, saya berani berkomentar bahwa Podcast Lenyap bisa dikatakan menjadi salah satu Podcast terbaik yang pernah saya dengarkan. Wajar saja rasanya jika Podcast Lenyap bisa saya nobatkan menjadi Podcast terbaik. Mengingat bahwa Podcast ini diproduksi oleh Spotify dan Fremantle Indonesia. Dua perusahaan besar yang bergerak di bidangnya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, sudah, karena saya sudah mengatakan bahwa Podcast Lenyap adalah salah satu Podcast terbaik, saya akan memberikan alasan mengapa ia bisa dikatakan terbaik.<\/span><\/p>\n<h4>Dari segi konten<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering mendengarkan Podcast kriminal berbahasa Inggris, tapi sebelumnya saya tidak pernah mendengar Podcast kriminal yang berbahasa Indonesia. Apalagi yang membahas kasus kriminal di Indonesia. Podcast Lenyap, dapat dikatakan menjadi satu-satunya Podcast yang saya dengar dalam membahas kejadian kriminal yang berada di Indonesia. Maka dari itu, ia setidaknya telah memberikan \u201cangin segar\u201d pada Podcast berbahasa Indonesia itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran konten Podcast Lenyap membahas masalah kriminal di Indonesia, maka riset juga harus diutamakan. Rasanya, ia telah melakukan riset dengan cukup baik. Setidaknya, kita bisa mencoba mendengar bahwa timeline waktu kronologi yang sangat jelas, barang bukti, hingga hukuman yang diterima pelaku juga didapatkan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, bahkan latar belakang dari pelaku kejahatan, maupun korban juga diceritakan secara lengkap. Selain itu, sesekali, juga ada riset mengenai aspek psikologis para pelaku kejahatan. Tentu saja, berdasarkan jurnal akademis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga suka sekali dengan cara penulisan naskah pada Podcast Lenyap. Terkadang di saat-saat tertentu, ada beberapa dialog yang disajikan. Ini membuat saya berimajinasi, merasa seperti orang yang berada dalam adegan tersebut. Bahkan, terkadang saya merasa menjadi saksi mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naskah yang ditulis dengan baik ini juga dapat membuat pendengarnya merasakan emosi tersendiri. Contohnya, pada episode yang berjudul, \u201cAnakku Sayang, Anakku Malang\u201d, saya menjadi ikutan sedih dan tidak terasa, harus meneteskan air mata. Selain itu, pada episode berjudul \u201cSampai Maut Memisahkan\u201d, saya menjadi ikutan geram akan perbuatan pelaku. Ini membuat saya menjadi bersimpati, bahkan berempati terhadap para korban, dan mendoakan agar para korban diterima di sisi-Nya.<\/span><\/p>\n<h4>Dari segi teknis<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Podcast terbaik, rasanya juga harus memperhatikan hal-hal teknis. Pasalnya, jika hanya bermodalkan konten yang baik, tapi secara teknis buruk, pendengar juga akan malas mendengar Podcast tersebut. Dari sepuluh episode, kualitas teknis Podcast Lenyap juga sangat diperhatikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia memiliki host bernama Marissa Jeffryna. Cara host tersebut menuturkan kata-kata sangat jelas. Selain itu gaya suara yang dimiliki host tersebut rasanya sangat cocok dengan Podcast bertema kriminal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sound effect-nya pun diperhatikan betul. Mulai dari irama pengiring dan suara-suara yang ditujukan untuk pengadeganan, sangat tepat. Sensasi sound effect tersebut nyatanya memberi nuansa seram tersendiri bagi pendengarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal spesial lainnya yang dimiliki oleh Podcast Lenyap adalah jadwal rilisnya yang hanya seminggu sekali. Bagi saya, ini seperti membuat konten tersebut tetap menjadi eksklusif. Mungkin jika dirilis terlalu sering, jadinya akan cepat bosan, dan akhirnya tidak terasa eksklusif lagi. Selain itu, rilis seminggu sekali, mungkin dilakukan untuk menjaga kualitas konten itu sendiri. Lagipula, menunggu hal yang bagus, itu worth it, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat tulisan ini saya tulis (17\/11\/20), Podcast Lenyap baru memiliki sepuluh episode, dan sedang menunggu musim terbarunya. Kabarnya, sih, episode musim keduanya sebentar lagi akan dirilis.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/deddy-corbuzier-harus-segera-rombak-dekorasi-studio-podcast-nya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Deddy Corbuzier Harus Segera Rombak Dekorasi Studio Podcast-nya<\/a><\/strong> <b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-ikhsan-firdaus\/\"><b>Muhammad Ikhsan Firdaus<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan tagline berupa \u201cKisah Nyata Kriminal Indonesia\u201d, rasanya Podcast Lenyap adalah gaya baru dari Podcast berbahasa Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":649,"featured_media":89711,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3316,9560],"class_list":["post-89280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-podcast","tag-podcast-lenyap"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/649"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89280"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89280\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}