{"id":89077,"date":"2020-11-16T14:02:43","date_gmt":"2020-11-16T07:02:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=89077"},"modified":"2020-11-16T15:22:35","modified_gmt":"2020-11-16T08:22:35","slug":"jangan-percaya-kalimat-aku-janji-bakal-berubah-demi-kamu-itu-hoaks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-percaya-kalimat-aku-janji-bakal-berubah-demi-kamu-itu-hoaks\/","title":{"rendered":"Jangan Percaya Kalimat &#8216;Aku Janji Bakal Berubah demi Kamu&#8217;, Itu Hoaks"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dan kalian mungkin pernah atau akan bucin pada waktunya. Atau mungkin saat ini kamu lagi bucinin pasangan. Melihat diri sendiri atau orang lain yang lagi bucin kadang membuat kita jadi geli sendiri. Bucin boleh-boleh aja kok, namun sewajarnya aja. Ingat, apa pun yang dilakukan secara berlebihan itu tidak baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak banget kalimat penanda kebucinan yang sering kita jumpai. Salah satunya adalah \u201caku janji bakal berubah demi kamu\u201d. Kalian pasti tidak asing dengan kalimat itu bukan? Sama, saya juga, sampai mual-mual karena mendengarnya yang sudah ratusan kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kaum jomblo, pasti sering mendengarkan kalimat tersebut lewat film, FTV yang tayang di televisi, atau di dalam novel romantis. Tapi maaf, saya tidak akan mengulik-ngulik kaum jomblo, saya biarkan mereka bahagia dengan dunia imajinasinya. Saya mau mengulik dunia pacaran karena di dunia ini kalimat \u201caku janji bakal berubah demi kamu\u201d akan sering terdengar. Apalagi pas lagi berantem sama pasangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berantem sama pasangan itu hal yang wajar. Kalau berantemnya berantem manja, pasti mengasyikkan sekal, lucu-lucu pengen nendang gitu. Tapi, kalau berantemnya serius karena suatu masalah dan berlangsung sangat lama akan membuat komunikasi dan sehari-harinya terganggu. Apalagi masalahnya itu lagi, itu lagi, bisa jadi konflik batin tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu masalah yang itu lagi-itu lagi biasanya karena ketidaksukaan terhadap sikap atau kebiasaan dari pasangan kita. Emang sih, setiap orang mempunyai kekurangan yang seharusnya dimaklumi. Namun, kalian juga berhak lho untuk tidak memaklumi apa yang ada di pasangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika hati dan pikiran sudah di puncak untuk tidak bisa memakluminya lagi, biasanya akan rentan berpikiran untuk mengakhiri hubungan tersebut. Ketika waktu itu tiba, pasangan kita akan mengeluarkan jurus kunci yaitu \u201cSayang, aku janji bakal berubah demi kamu\u201d dan stop, jangan percaya kalimat tersebut, itu hoaks. Kok bisa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, seseorang akan sulit untuk berubah, apalagi mengubah sikap atau kebiasaan yang sudah mendarah daging. Dia memang sudah terbentuk seperti itu sejak awal. Ketika seseorang ingin berubah, seseorang tersebut akan mempunyai niat yang terbentuk dari dalam diri sendiri dan itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun, jika seseorang tersebut berubah karena permintaan orang lain, akan menjadi lebih lama dan sulit karena seseorang berubah bukan karena keinginannya sendiri, melainkan karena ingin menjadi apa yang orang lain inginkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya romantis ya kalau kalimat itu muncul dari film-film. Menunjukan bahwa betapa besar perjuangannya untuk mempertahankan hubungan. Lalu setelah itu si aktor itu benar-benar berubah, melanjutkan hubungan dengan pasangan, lalu menikah dan hidup bahagia selama lama-lamanya. Namun, juga perlu ingat, itu cuma di film-film cinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalimat itu muncul dari mulut pacarmu, itu hanya karena dia ingin mempertahankan hubungan denganmu. Setelah berbaikan, yaaa, paling gitu lagi. Saya sudah mengalaminya sendiri dan sering mendengarkan dari curhatan teman-teman. Dan benar saja, hasilnya sama, seseorang tersebut tetap akan melakukannya lagi dan akhirnya berantem lagi dengan pasangannya. Mau sampai kapan kaya gitu terus?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kamu juga jangan menjadi egois. Ketika pasanganmu mengatakan \u201caku janji bakal berubah demi kamu\u201d, jangan kamu iyakan lalu menuntutnya ini itu. Hal itu salah karena memaksa pasanganmu sehingga mengubahnya dari diri sendiri ke diri yang lain hanya semata-semata kamu menginginkan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu gimana solusinya? Memang benar, ketika kita sudah mantap untuk menjalin hubungan, kita harus bisa menerima kekurangan pasangan. Namun, ketika sudah menjalin hubungan dan ada beberapa hal yang sangat tidak kamu sukai ada pada diri pasanganmu, kamu berhak mengakhiri hubungan tersebut. Jadi jika kamu sudah tidak bisa mentoleransi sikapnya, lebih baik akhiri saja. Sebab, yang ada hanya membuatmu dalam tekanan batin dan akan berdampak pada dirimu juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalo masih cinta, gimana? Sudah berhubungan lama? Udah deket sama orang tua juga? Udah tunangan juga, masa harus dibatalin? Wahai teman-temanku, selama kamu masih pacaran atau masih proses mencari cinta sejati <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di PT Mencari Cinta Sejati<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sesuai denganmu, kamu berhak memutuskan untuk berhubungan dengan siapa saja. Jika kamu berpikir kekurangan pasanganmu masih bisa kamu maklumi, silahkan dilanjutkan. Namun, jika sudah membuatmu jengkel atau sampai jadi toxic pada dirimu, lebih baik tinggalkan. Kamu terlalu berharga untuk orang yang tidak sesuai denganmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi ingat-ingat ya, wahai pasangan baru, pasangan yang sudah lama, atau jomblo yang masih berimajinasi, kalau kamu sama pasanganmu lagi berantem dan bilang \u201caku janji bakal berubah demi kamu\u201d itu semuanya hoaks.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-jadikan-ritual-minta-bunga-sebagai-kebiasaan-sepulang-bertamu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jangan Jadikan Ritual Minta Bunga sebagai Kebiasaan Sepulang Bertamu<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ingat-ingat ya, wahai pasangan baru atau pasangan yang sudah lama, kata-kata \u201caku janji bakal berubah demi kamu\u201d itu semuanya hoaks.<\/p>\n","protected":false},"author":1150,"featured_media":81641,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1251,9525,9526,766],"class_list":["post-89077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hoaks","tag-janji","tag-palsu","tag-pasangan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1150"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89077"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89077\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}