{"id":88991,"date":"2020-11-16T13:50:25","date_gmt":"2020-11-16T06:50:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88991"},"modified":"2020-11-16T13:50:46","modified_gmt":"2020-11-16T06:50:46","slug":"rekomendasi-musik-untuk-menyambut-musim-hujan-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-musik-untuk-menyambut-musim-hujan-di-jakarta\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Musik untuk Menyambut Musim Hujan di Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikmati lagu adalah kegiatan yang tepat untuk menyambut musim hujan. Saya paham, menikmati musik adalah selera, sama seperti menikmati makanan. Tapi, apa salahnya jika mencoba menikmati hidangan-hidangan yang belum pernah dicoba sebelumnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menulis rekomendasi musik itu sama persis seperti menulis rekomendasi makanan. Artinya ketika Anda memang menyukai jenis makanan tersebut, Anda pasti menilainya dengan melibatkan subjektivitas dan perasaan yang selama ini Anda punya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah kembali lagi, musim hujan \u2013 setidaknya menurut saya \u2013 adalah momen yang tepat untuk menikmati lagu. Apapun itu, baik lagu senang, sedih, bahkan lagu yang nggak jelas liriknya kayak yang pernah dibuat oleh<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mawang-dan-jawaban-atas-penyampaian-rasa-sayang-kepada-orang-tua-yang-seringkali-sulit-diungkapkan\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Mawang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sembari ditemani oleh secangkir teh, susu, kopi, senja, eh eh, nggak ya, saya kurang suka istilah-istilah itu. Jujur, Anda sadar nggak sih kalau itu sangat mengganggu? Bahkan beberapa musisi yang buat lagu terganggu sama istilah itu, sadar nggak sih?!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru beberapa paragraf tapi saya jadi marah begini, haduh. Tolong ya, tolong hilangkan anggapan negatif terhadap genre musik tertentu. Senja-kopi-senja-kopi, haaash modyaro! Musik itu ya dinikmati aja, sama kayak makanan, indah tanpa ada embel-embel di belakangnya. Kalau memang dirasa kurang enak, show your respect, tuman!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba lebih sering untuk kontemplasi, artinya kayak merenung gitu supaya bisa lebih dalam waktu menilai karya. Nggak hanya mendengarkan, tapi juga menghargai karya musik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa saya memilih Jakarta secara spesifik? Begini, Jogja dan Bandung\u2013tidak diragukan lagi\u2013adalah tempat yang lebih syahdu untuk menikmati musik di waktu hujan. Terutama ketika sedang menghindar sejenak dari hiruk pikuk perkotaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta memiliki suasana yang berbeda. Ramainya perkotaan, individualismenya para rekan kerja, saling sikut untuk mencapai materi dalam satu hari, dan stigma negatif lainnya yang menjadi khas ibukota. Tapi, justru itu yang membuat Kota Jakarta spesial. Kehidupan masyarakat Jakarta yang meliputi sibuknya perkuliahan, perkantoran, sekolah, walaupun sekarang sedang pada masa WFH. Aaahh, rindunya!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu mari menyambut musim hujan dengan mendengarkan lagu berikut.<\/span><\/p>\n<h4><b>Lagu menyambut musim hujan #1 \u201cJakarta Dingin\u201d oleh <\/b><b><i>ROOMTHIRTEEN<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal selera musik, Anda boleh perdebatkan itu di kolom komentar nanti. Mungkin <\/span><a href=\"https:\/\/open.spotify.com\/track\/2Skwhknp090zVRU84IF0E5?si=utm_usGFQ7eaIHreqZLP9g\"><span style=\"font-weight: 400;\">lagu ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan ekspektasi yang Anda bayangkan. Apalagi untuk berada pada nomor-nomor awal. Tapi, tenang saja, urutan ini bukan didasarkan pada bagus atau tidaknya sebuah lagu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda perlu dengar lirik yang dibuat oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ROOMTHIRTEEN<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Suara vokalisnya yang tinggi bak Kaka Slank akan menambah syahdu suasana di tengah mendungnya Jakarta, begini katanya:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta dingin, malam ini, oh<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Membangkitkan sejuta kenangan<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tutur katamu, manis aromamu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin kurasakan lagi dirimu, ah<\/span><\/i><\/p>\n<h4><b>Lagu menyambut musim hujan #2 \u201cTidak Ada Salju di Sini, Pt. 4\u201d oleh Hindia, Petra Sihombing, dan Rubina<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan musik pertama, kali ini saya akan merekomendasikan lagu dari musisi yang membuat anak-anak metal geram sampai kebas. Hindia dan Petra Sihombing bersama dengan Rubina akan menguras habis air mata kalian hingga kering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari liriknya, lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih yang memiliki problematika yang ribet lah pokoknya, yaaa kurang lebih sama kayak ceritanya Vicky Salamor di lagu \u201cCinta Beda Agama\u201d.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sayang, kita gagal pergi<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta rintik-rintik lagi<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sama-sama sedih<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Benci hujan di bulan ini<\/span><\/i><\/p>\n<h4><b>Lagu menyambut musim hujan #3 \u201cJakarta Jakarta\u201d oleh Kunto Aji<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mantra-Mantra<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Mas Kunto tentu sudah jadi teman kita saat sedih maupun senang, ya? Nah karena itu, lagu \u201cJakarta-Jakarta\u201d pasti memiliki alasan tersendiri untuk dimasukkan ke dalam album<\/span><a href=\"https:\/\/open.spotify.com\/album\/2J9LZb2fLz50nmeCmut7dv?si=U3oWscwDQvmSUPaQXXc8Ng\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika lagu lain dalam album yang sama berbicara tentang sosok, lagu ini muncul dan jadi faktor pembeda. Tentunya selain karena membahas tentang Jakarta, lagu ini mencoba melihat perspektif Jakarta dari sudut pandang lain.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hati aku selalu ingin beranjak pergi<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kota yang sama yang membuatku tegak berdiri<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hingar-bingar sudut jalan yang takkan pernah mati<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kota yang sama yang membuatku merasa sepi<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8230;<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salahkan barisan panjang di pusat kota<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bergegas mengejar mimpi-mimpi yang sama<\/span><\/i><\/p>\n<h4><b>Lagu menyambut musim hujan #4 \u201cSenja di Jakarta\u201d oleh Banda Neira<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun sudah kandas,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Banda Neira memiliki tempat tersendiri bagi mereka yang merindukannya\u2013termasuk saya. Biasanya pun begitu kan? Justru sebuah karya (umumnya lukisan) akan menjadi lebih tinggi value-nya ketika si pencipta sudah tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski saat ini Rara Sekar dan Ananda Badudu sudah memiliki kesibukannya masing-masing, saya yakin, penggemar berat Banda Neira akan sabar menantikan kembalinya musik-musik yang seperti ini. Entah lewat nama yang sama atau tidak, kami tidak peduli. Kami hanya rindu syahdunya musik Banda Neira.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bersepeda keliling kota<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kanan kiri, ramai jalanan<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Arungi lautan kendaraan uwo oh<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Maafkan Jakarta<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8230;<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bersepeda sepulang kerja<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyang hirup asap Kopaja<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Klakson kanan kiri berbalasan uwo oh<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aaah, kami rindu kalian Mbak Rara dan Mas Ananda\u2026.<\/span><\/p>\n<h4><b>Lagu menyambut musim hujan #5 \u201cForget<\/b> <b>Jakarta\u201d oleh Adhitia Sofyan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang sangka Jakarta menimbulkan begitu banyak trauma. Di sini waktunya Anda mengucurkan air mata sebanyak-banyaknya. Terutama buat kalian yang sedang jauh dari kampung halaman entah untuk studi atau terjebak di negeri orang akibat pandemi ini, lagu<\/span><a href=\"https:\/\/open.spotify.com\/track\/4UucLisbPzUcqYCE6cQX2z?si=79K1CRrHQuSKwxxuq18ZIg\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pas banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun tidak seperti dulu, Jakarta akan tetap memberikan bekas di hati. Salah satunya lewat liriknya yang ini.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Maybe it&#8217;s time to move away<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I forget Jakarta<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">And all the empty promises will fall<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">This time, I&#8217;m gone to where this journey ends<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8230;<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Even though the town&#8217;s not what it used to be<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">And pieces of your life you try to recognize<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">All went down<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sedikit yang bisa saya bagikan kepada Anda, tentang lagu yang akan menghangatkan Anda ketika musim hujan datang di Jakarta. Masih ada lagu lain dengan napas Jakarta dan cocok untuk menyambut hujan seperti \u201cJakarta Ramai\u201d oleh Maudy Ayunda, \u201cSapa Suru Datang Jakarta\u201d oleh Melly Goeslaw, dan banyak lagu lain dari Slank tentang Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua itu bagus, tergantung bagaimana cara kita menikmatinya. Lagu yang keras menderu membangkitkan semangat saat hujan membuat sebagian besar orang bermalas-malasan. Lagu yang lembut mengalun pun bisa didendangkan untuk menghayati suasana yang riuh dengan rintik hujan. Musim hujan segera datang, Jakarta akan dipenuhi air lagi. Semoga rekomendasi lagu ini bisa mencairkan hati si dia yang terlanjur beku, seperti awan mendung yang akhirnya tumpah menjadi butiran air.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-depok-layak-disebut-sebagai-kota-avatar-saat-musim-hujan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kota Depok Layak Disebut sebagai Kota Avatar Saat Musim Hujan<\/a> dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/marshel-leonard-nanlohy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Marshel Leonard Nanlohy<\/a>\u00a0lainnya<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta memiliki suasana yang beda dari kota lain. Jakarta layak untuk dinikmati bersama lagu-lagu romantismenya untuk menyambut musim hujan.<\/p>\n","protected":false},"author":1095,"featured_media":28839,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[529,248],"class_list":["post-88991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-jakarta","tag-musik"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1095"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88991"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88991\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}