{"id":88982,"date":"2020-11-17T07:07:18","date_gmt":"2020-11-17T00:07:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88982"},"modified":"2020-11-16T16:27:30","modified_gmt":"2020-11-16T09:27:30","slug":"mempertanyakan-agama-dan-eksistensi-tuhan-adalah-hal-yang-wajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mempertanyakan-agama-dan-eksistensi-tuhan-adalah-hal-yang-wajar\/","title":{"rendered":"Mempertanyakan Agama dan Eksistensi Tuhan Adalah Hal yang Wajar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, saya selalu berkata pada diri saya sendiri, \u201cHidup ini ngapain, sih?\u201d atau \u201cKenapa sih saya bisa hidup?\u201d Terdengar sangat eksistensialis, tapi jujur, inilah pertanyaan-pertanyaan yang mengurung diri saya semenjak berkuliah di salah satu kampus di Jatinangor. Pertanyaan tentang agama dan eksistensi Tuhan yang barangkali tidak akan menguras pikiran, perasaan, tenaga, dan entah apa lagi jika kita merujuk pada satu kitab, yakni Al-Qur\u2019an. Semua ada di sana. Apa pun masalahmu, dari yang remeh temeh hingga super serius, ada di dalam kitab suci itu, ucap guru ngaji saya dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tumbuh di lingkungan yang religius, saya berkembang menjadi makhluk hidup yang selalu memegang teguh kitab suci sebagai sumber penyelesaian dari segala masalah yang ada. Setidaknya sampai SMA. Setelah masuk kuliah, mulai mempelajari, dan bergumul dengan pikiran-pikiran progresif cum intelektual, keimanan (keimanan?) yang sudah saya tenun dari semenjak saya kecil ini perlahan terurai kembali<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benang-benangnya jadi tak beraturan. Ya, untuk pertama kalinya, saya mulai mempertanyakan segala hal yang sebelumnya bahkan nggak \u201cberani\u201d saya tanyakan, tentang agama dan eksistensi Tuhan. Persis seperti apa yang dianjurkan filsafat, yakni selalu mempertanyakan\/meragukan sesuatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meragukan eksistensi Tuhan dan agama adalah awal dari gejala yang kalo kata orang modern disebut \u201copen-minded\u201d. Entah karena saya terlalu terbuka atau saya nggak ngerti teori Sigmund Freud, Bapak Psikologi yang bilang bahwa agama itu muncul karena manusia belum mampu untuk menggunakan kekuatan diri dan akalnya secara maksimal. Atau kata Karl Marx, pencetus paham Marxisme yang juga bilang bahwa \u201cagama adalah candu\u201d atau \u201cdie religion ist das opium des volkes\u201d. Beliau bilang bahwa agama itu kayak pelarian manusia dari situasi yang telah mengalahkannya (baca: kapitalisme). Ia melihat agama dalam konteks sosial dan ekonomi dan bukan hanya urusan surga serta neraka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dijejali berbagai konstelasi pikiran duniawi semacam ini memang nggak pernah saya harapkan sebelumnya. Bahkan mungkin saya akan dianggap \u201cgila\u201d jika membahas ini dengan teman-teman Muslim. Meskipun saya nggak bisa dan nggak tega juga buat ngebedain \u201cgila dunia\u201d dan \u201cgila agama\u201d. Jika seseorang terlalu fanatik terhadap agama, ia hanya akan berakhir menjadi seorang intoleran bahkan bisa menimbulkan kekerasan. Jika seorang terlalu fanatik atau cinta dunia, cap kafir laknatullah akan otomatis tersemat dalam dirinya. Saya, dalam hal ini, paling tidak, ada di antara keduanya. Nggak terlalu religius dan nggak terlalu cinta dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, berada di antara dua kutub atau di tengah juga nggak terlalu menyenangkan. Kalau di lagu \u201cBingung\u201d-nya Iksan Skuter sih dianggap tak ideologis. Nggak bisa menentukan pilihan. Benar-benar seseorang yang lemah. Memilih untuk bertuhan dan nggak bertuhan ternyata lebih tegang dan mendebarkan daripada memilih presiden. Tapi, apa pentingnya pula bertuhan? Orang-orang di negara kita juga ngakunya bertuhan tapi perilakunya, ya Anda tahu sendirilah~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat habib yang (katanya) merupakan pewaris nabi namun gemar sekali mengucapkan kata \u201clonte\u201d terhadap wanita biasa yang menghina dirinya saja sudah aneh. Saya nggak religius-religius amat, tetapi, saya nggak pernah dengar ada nabi yang gemar mengumpat kesalahan orang. Nabi Muhammad SAW bahkan pernah diancam dipenggal kepalanya oleh Umar bin Khathab tapi beliau adem-adem aja tuh. Aduh, saya autokafir nih karena mengkritik habib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, di zaman edan seperti ini, saya nggak bisa ngebedain lagi dengan jelas mana yang kafir dan mana yang nggak. Orang bisa saja beragama, tapi males ngelakuin hal yang dianjurkan oleh agama itu sendiri. Di sisi lain, orang yang nggak beragama, tak jarang malah memperlihatkan nilai-nilai yang sangat sesuai dengan ajaran agama itu sendiri meskipun nggak melakukan ritual-ritual ibadah. Mereka berbuat baik, membantu sesama, dan saling menghargai tanpa sekat-sekat agama. Sesuai dengan judul sebuah buku filsafat dari Bertrand Russel, \u201cBertuhan Tanpa Agama\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, orang dari negara lain sedang sibuk-sibuknya mikirin inovasi-inovasi baru untuk kemaslahatan masyarakat dunia, eh, saya malah sibuk menjepitkan diri dalam pertanyaan retoris semacam ini. Mempertanyakan lagi soal agama dan eksistensi Tuhan. Pantes, saya nggak maju-maju. Udah ah, saya mau salat dulu.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seo-dal-mi-dan-nam-do-san-punya-kriteria-mutlak-buat-jadi-stafus-milenial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seo Dal-mi dan Nam Do-san Punya Kriteria Mutlak buat Jadi Stafus Milenial<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/raihan-rizkuloh-gantiar-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Raihan Rizkuloh Gantiar Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meragukan eksistensi Tuhan dan agama adalah awal dari gejala katanya \u201copen-minded\u201d. Entah karena saya terlalu terbuka atau saya nggak ngerti.<\/p>\n","protected":false},"author":1039,"featured_media":67699,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[78,5493],"class_list":["post-88982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-agama","tag-filsafat"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1039"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88982"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88982\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}