{"id":88970,"date":"2020-11-16T15:39:09","date_gmt":"2020-11-16T08:39:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88970"},"modified":"2020-11-16T15:40:01","modified_gmt":"2020-11-16T08:40:01","slug":"orang-yang-mematikan-centang-biru-whatsapp-pasti-punya-alasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-yang-mematikan-centang-biru-whatsapp-pasti-punya-alasan\/","title":{"rendered":"Orang yang Mematikan Centang Biru WhatsApp Pasti Punya Alasan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu fitur WhatsApp yang yang menarik adalah adanya centang biru bila pesan kita sudah dibaca. Fitur ini banyak disukai, tapi ada juga yang membenci. Pasalnya bila kita tidak mengaktifkan laporan terkirim, pesan kita tidak diketahui apakah sudah dibaca atau tidak, pun sebaliknya. Pengguna WhatsApp yang mematikan centang biru terkadang membuat penasaran dan bertanya-tanya apakah chat WhatsApp tersebut dibaca atau belum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah nggak sih, kalian merasakan \u201cko gak dibaca-baca ya\u201d atau \u201cdibaca nggak sih chat gua?\u201d ternyata pesan kita dibaca hanya saja laporan dibacanya dimatikan dan kita tidak mengetahui itu. Tapi, yang jelas emang kitanya nggak penting sih makanya chat-nya nggak langsung dibalas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pengguna WhatsApp yang mematikan centang biru, saya akan memberikan alasan konkret, mewakili kaum-kaum yang sering dituduh cuek dan slow response ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #1 Sakit hati<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit hati adalah alasan pertama orang-orang mematikan centang biru. Pasalnya dia adalah korban dari harapan yang berlebihan. Sering kali kita sengaja fast response untuk membalas pesannya, eh dia malah slow response. Kita bales chat dia di menit bahkan detik yang sama, dia bales sepuluh dua puluh menit kemudian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jengkel nggak si? Parahnya lagi ada yang slow response-nya ternyata disengaja. Bukan nggak dibaca ternyata, dibaca sih iya, tapi lewat notifikasi. Katanya biar nggak di anggap \u201cmurahan\u201d. Lebih parahnya lagi kita ngetiknya pakai hati, dia balasnya pakai jari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau centang birunya dimatikan kan enak tuh bisa sedikit balas dendam, bisa sengaja menunda-nunda untuk membalasnya dan mengetahui pesannya terlebih dahulu. Semua berawal dari sakit hati, kemudian sok cuek sendiri biar nggak terlalu banyak berharap.<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #2 Tidak ingin diketahui kalau kita liatin WhatsApp story dia<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melindungi perasaan dan harga diri, mematikan centang biru adalah alasan yang pas untuk tidak membuat bangga kalau kita selalu stalking<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dia. Kalau nggak dimatikan nanti doi kepedean. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Hmm, belum bisa move on kan dari gua, ngeliatin story gua terus\u201d padahal emang lihat WhatsApp story pas lagi gabut aja, itu juga dipilih-pilih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain melindungi perasan dan harga diri, alasan ini juga ampuh untuk menggagalkan niat doi yang ria<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">niat doi yang \u201cingin dilihat\u201d. Biasanya suka ada tuh mantan atau teman yang dulunya pernah dekat dan nggak sampai jadian, tapi ingin pamer atau sekedar manas-manasin, lo kira gua motor dipanasin?! Nah, dengan mematikan centang biru, ajang pameran dia tidak akan sukses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menyebutnya \u201cpameran\u201d karena parameter keberhasilannya adalah ketika banyak orang yang mengunjungi. Dengan mematikan centang biru, setidaknya tidak membuat harga diri saya turun, kalau tiap dia update saya lihat kan ketahuan banget saya masih belum bisa move on.<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #3 Tidak ingin mengetahui siapa saja yang melihat story kita.<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mematikan centang biru otomatis kita tidak akan mengetahui siapa saja yang sudah melihat WhatsApp story kita. Alasan ini adalah alasan tertinggi dalam derajat kebodo-amatan. Pasalnya orang yang mematikan centang biru karena alasan ini adalah orang yang sudah ma&#8217;rifat. Dia tidak mementingkan siapa yang menonton WhatsApp story dan berapa jumlah viewers<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya.\u00a0 Update mah update aja, mau dikomen mau nggak, nggak terlalu penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya orang yang mematikan centang biru karena alasan ini adalah korban dari sebuah kekecewaan yang mendalam.Sebab sudah bosan dan capek ngode-ngode, tapi nggak direspons, jadinya ya udah bodo amat. Bagi saya, alasan ini adalah salah satu cara untuk mengurangi kecanduan terhadap ponsel. Dengan tidak adanya notifikasi membuat saya lebih menjadi manusia produktif dibandingkan melihat siapa saja yang melihat WhatsApp story kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi nggak perlu menghakimi kaum-kaum yang sengaja mematikan centang biru WhatsApp. Kaum ini jelas punya alasan bagaimanapun buruknya alasan tersebut. Lha wong sudah disediakan fitur begini sama WhatsApp, ya dimanfaatkan aja lah.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-yang-menumpuk-notifikasi-sebaiknya-dirukyah-ningsih-tinampi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Orang yang Menumpuk Notifikasi Sebaiknya Dirukyah Ningsih Tinampi<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai orang yang mematikan centang biru WhatsApp, saya akan memberikan alasan konkret, mewakili kaum yang sering dituduh slow response ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1152,"featured_media":3804,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4766,102],"class_list":["post-88970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-chat-whatsapp","tag-media-sosial"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88970"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88970\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}