{"id":88952,"date":"2020-11-17T07:21:35","date_gmt":"2020-11-17T00:21:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88952"},"modified":"2020-11-16T16:05:48","modified_gmt":"2020-11-16T09:05:48","slug":"kepincut-beli-honda-scoopy-terbaru-padahal-baru-saja-kredit-motor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kepincut-beli-honda-scoopy-terbaru-padahal-baru-saja-kredit-motor\/","title":{"rendered":"Kepincut Beli Honda Scoopy Terbaru padahal Baru Saja Kredit Motor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu sore yang lagi sendu-sendunya teman saya Sentot datang dengan motor barunya. Plastik di beberapa bagian terlihat masih menempel. Tampak motor dengan bodi gembul berwarna merah maroon. Ya, Ternyata dia baru saja membeli Honda Scoopy generasi keempat. Persis kayak punya saya yang dibeli dua tahun lalu, kala saya memutuskan selingkuh dari motor CB100. Sayangnya Sentot agak menyesal setelah Scoopy terbaru keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak seperti kebanyakan orang, Sentot bukannya senang malah sedikit mengerutkan dahi dan berkali-kali misuh dalam hati. Tanpa dipersilakan, dia asyik saja gitu, duduk di samping saya lalu menyeruput teh dan telo goreng yang sudah menemani. Sebenarnya, telo hangat yang enak ini mau saya habiskan duluan. Tapi, hal tersebut urung saya lakukan, seret Ngab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku nyesel banget lho, Cuy!\u201d kata Sentot penuh gelora. \u201cLha gimana, masa baru beli motor, lha kok Honda malah launching model Scoopy terbaru. Kan motor saya jadi nggak yang paling baru lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgak masalah, sing penting kan masih ada bau barunya, Tot.\u201d hibur saya sambil mengunyah telo goreng. \u201cNgejar gengsi nggak ada habisnya. Wes to, disyukuri wae.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, gini lho, Cuy. Scoopy yang baru ini banyak bedanya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas Sentot mulai menjelaskan dengan khidmat, saya mafhum mendengarkan tanpa mau mengangganggu dia yang asyik memberi pencerahan pada saya yang masih menganggap mau motor baru atau tua, ya sama saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibanding dengan Scoopy yang sebelumnya, yakni Scoopy generasi keempat, Scoopy yang generasi lima alias Scoopy 2021 ini menggunakan bentuk rangka baru. Yang saya lihat di situs resmi Honda dan beberapa kali menyimak reviewnya, media-media yang tengah menyoroti kemunculan motor baru ini. Bahwa tipe rangka yang dipakai persis kayak milik Beat terbaru dan Genio. Banyak yang bilang penggunaan rangka ini cenderung membuat Scoopy lebih lincah dan ringan. Tercatat bobot Scoopy terbaru berkisar 95 dan 94 kilogram, sementara yang lama 99 kilogram. Cukup ringan dengan selisih empat kilogram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMemang betul sih, Scoopy yang saya pakai memang nggak lincah-lincah amat ketika dipakai, berat juga\u201d. Batin saya tanpa menyela pembicaraan Sentot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sentot menjelaskan lagi soal Scoopy terbaru yang keyless. Iya, Scoopy generasi kelima ini, ada dua tipe. Tipe biasa dan dan tipe tertinggi. Uniknya, tipe tertinggi sudah tak memakai kick starter lagi. Kalau yang biasa sih masih ada kick starter-nya dan belum keyless. Keyless sendiri memungkinkan pemilik motor menyalakan motor tanpa harus memasukan anak kunci, tinggal memutar knob. Sungguh simpel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus velgnya juga bagus. Meski sama-sama memakai ukuran 12 inci dan ukuran bannya pun sama, motor baru ini mempunyai palang lebih ciamik, classy juga. Sekilas bentuknya mirip velg Vespa sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bodinya sama-sama gambot, tapi aksen lampu sein depan nggak lagi menyatu sama lampu utama. Di model yang terbaru ini, bentuknya seperti tetes air yang agak membelok. Bentuk lampu belakang pun mengalami perubahan, lebih bulat retro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sentot terus membahas soal mesin yang katanya lebih responsif. Kapasitas olinya lebih sedikit. Kalau motor matic biasanya butuh 800 mililiter untuk setiap tap oli, lain halnya motor baru ini yang cuma butuh 0.65 liter atau kurang lebih 600 mililiter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Scoopy terbaru ini dibekali mesin dengan panduan stroke yang lebih besar daripada bore-nya, yakni 63,1 x 47 milimeter. Lantas, hal tersebut menjadikan akselerasinya pun lebih yahud lagi. Berbeda dari Scoopy sebelumnya yang memang lemot banget dan malesin. Apalagi jika boncengan. Ya, semakin lemot. Nah, untuk bagian joknya yang dulu sering dikeluhkan karena berasa bikin melorot ke belakang sekarang masih sama. Bedanya, kulit joknya agak keset.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikir saya, sepertinya Honda menjawab keluhan para pemilik Scoopy generasi sebelumnya. Terjawab di Scoopy terbaru ini. Walau secara garis besar, bentuknya nggak beda jauh. Sentot hanya menjelaskan soal itu, printilan lain semacam rem dan speedometer tetap fungsional dan nggak perlu dibahas juga kata dia. Toh, kebanyakan orang pas pertama naik motor yang dirasakan tarikan mesin sama bentuk bodi. Tak melulu melihat secara detail.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sentot dan saya saling berpandangan dengan senyum sumringah ketika dia selesai menjelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa lebih baik kredit motor lagi?\u201d ujar kami dalam hati masing-masing, kayaknya sih. Tapi, setelah beberapa detik, pikiran itu urung saya dan Sentot lakukan karena tahu kreditan motor yang lama belum kelar. Belum lagi tunggakan kredit-kredit yang lain.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/untuk-yang-suka-pakai-ban-cacing-semoga-cepat-sadar-bahaya-bos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Untuk yang Suka Pakai Ban Cacing Semoga Cepat Sadar, Bahaya, Bos!<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/budi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Budi<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Honda seperti menjawab keluhan para pemilik Scoopy generasi sebelumnya di Scoopy terbaru ini. Menggiurkan untuk kredit motor lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":64874,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[7808,6728],"class_list":["post-88952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-honda-scoopy","tag-otomojok"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88952"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88952\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}