{"id":88868,"date":"2020-12-03T07:44:57","date_gmt":"2020-12-03T00:44:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88868"},"modified":"2021-08-29T22:22:07","modified_gmt":"2021-08-29T15:22:07","slug":"akun-tiktokjelek-di-twitter-adalah-akun-satire-yang-berhasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/akun-tiktokjelek-di-twitter-adalah-akun-satire-yang-berhasil\/","title":{"rendered":"Akun @tiktokjelek di Twitter Adalah Akun Satire yang Berhasil"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kemunculannya di Twitter pada 13 Agustus lalu, akun @tiktokjelek followernya sudah mencapai 196 ribu dalam kurun waktu tiga bulan. Woah, untuk ukuran akun baru, akun ini salah satu akun tercepat dalam mendapatkan banyak pengikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai perbandingan, saya dan temen saya mengelola akun menfess yang cukup bermanfaat bagi kota kami. Akun yang kami kelola sudah berdiri satu tahun, tapi\u00a0 follower masih mentok di angka empat ribu. Jujur, kami merasa iri sama akun @tiktokjelek yang dari sisi manfaatnya di mana coba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu akun @tiktokjelek dari mutualan saya yang sering berkomentar di akun ini sehingga muncul di lini masa Twitter. Pertanyaannya, apa yang unik sih dari akun ini? Kok followernya bisa banyak banget. Perasaan mah konten atau video yang diposting oleh akun ini sesuai dengan username-nya, jelek!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dulu pernah mewawancarai akun Twitter @bintik_. Sudah dimuat juga di Terminal Mojok, bisa dibaca <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wawancara-sama-mbaknya-si-bintik-kucing-gemas-penyegar-timeline-twitter-kita\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Wajar sih akun ini banyak followernya sebab konten-kontennya unik. Terus, kucing yang sering diposting sama si Mbaknya Bintik lucu banget. Bahkan, netizen bilang si Bintik ini selebtwitnya kucing. Lha, sedangkan orang yang follow akun @tiktokjelek alasannya karena apa? Kalau alasannya karena lucu, ada yang tidak beres dengan kejiwaanmu, hei!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah saya telisik, akun @tiktokjelek ternyata satire banget. Gila. Coba kalian perhatikan mulai dari bio hingga video-video yang dipostingnya. Di bionya tercantum begini \u201cyang jelek bukan mukanya\u201d. Namun, faktanya, setiap akun ini memposting video baru, banyak banget netizen yang berkomentar, \u201cKok, muka cowok-cowoknya gini amat sih, Min.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian tidak percaya, saya dulu pernah membaca komentar salah satu netizen di video yang diposting oleh akun ini. Komentar ini dari username @diminkuro. Katanya, setelah dia pikir dan telaah, muncul pertanyaan dari lubuk hati yang paling terdalam tentang kenapa video-video di akun @tiktokjelek ceweknya cantik-cantik, sedangkan cowoknya kayak kuman tetanus semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Astaga, saya membaca komentar tersebut langsung setuju, dong. Bagaimana saya tidak setuju, per 10 November 2020, akun ini sudah 152 kali ngetwit. Dan, setelah saya perhatikan satu-satu videonya, memang belum ada video cowok yang terlihat good looking.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komentar dari @diminkuro saya temukan di video yang menampilkan seorang perempuan dan laki-laki yang sedang pacaran. Terlihat, si Mbaknya cantik banget tapi muka laki-lakinya menurut para netizen biasa aja. Teman saya, Mas Gusti Aditya, berkomentar juga di video tersebut. Katanya, \u201cCoba meniti karir tiktok secara solo, Mbak\u201d.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"und\"><a href=\"https:\/\/t.co\/MWNAtswRLG\">pic.twitter.com\/MWNAtswRLG<\/a><\/p>\n<p>\u2014 tiktokjelek (@tiktokjelek) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/tiktokjelek\/status\/1301458859282685952?ref_src=twsrc%5Etfw\">September 3, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya begini, lho. Akun @tiktokjelek ini kan punya konsep jitu setiap memposting video. Konsepnya, semua video TikTok yang dia posting di Twitter harus jelek dan cringe di pandangan para pengikutnya. Tapi, apakah akun ini tidak sadar bahwa di Tiktok itu banyak juga laki-laki yang good looking dan videonya jelek sekaligus cringe, lantas kenapa tidak pernah memposting video laki-laki yang good looking? Padahal, di bionya kan tertulis \u201cyang jelek bukan mukanya\u201d. Bener-bener satire banget, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dilihat dari bionya yang tidak sesuai dengan video yang dipostingnya, akun ini juga satire dari cara dia bikin caption. Si mimin akun ini kalau bikin caption suka simple-simple, terkesan menyindir secara halus sebagaimana ciri tulisan satire pada umumnya. Misal, caption yang dia bikin \u201cJangan suka toel-toel\u201d atau \u201cnice\u201d padahal videonya tidak nice sama sekali, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Caption yang paling satire adalah ketika ngetag Bang Gofar Hilman, \u201cBarangkali abang @pergijauh mau temenan?\u201d begitu saya klik videonya, eh orang di videonya malah begitu.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">barangkali bang <a href=\"https:\/\/twitter.com\/pergijauh?ref_src=twsrc%5Etfw\">@pergijauh<\/a> mau temenan <a href=\"https:\/\/t.co\/iXENNw9gze\">pic.twitter.com\/iXENNw9gze<\/a><\/p>\n<p>\u2014 tiktokjelek (@tiktokjelek) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/tiktokjelek\/status\/1293921577474514945?ref_src=twsrc%5Etfw\">August 13, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini, akun ini setiap memposting video sudah jarang pakai caption. Saya yakin, bukan karena tidak punya ide buat bikin caption, tapi dengan tanpa caption si mimin ini sudah mengira bahwa followernya bakalan ngerti lah maksud video yang dipostingnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gaya main satire ala @tiktokjelek yang terdapat di bio dan captionnya yang kemudian dikaitkan dengan video yang dipostingnya memang tidak mudah dicerna. Butuh kecerdasan lebih bagi si pengikutnya untuk memahaminya. Maka dari itu, setiap akun ini memposting video baru, beberapa pengikutnya suka mencoba menjelaskan maksud dari videonya itu. Tak jarang saya menemukan komentar seperti, \u201cJadi maksud video ini tuh begini, si Mas pake baju hitam itu bla bla bla\u2026.\u201d padahal, saya yakin si mimin akun ini paham maksud video yang diuploadnya, tapi tidak dia jelasin, dia lebih memilih diam saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari bio dan caption yang dibikin oleh akun @tiktokjelek saya belajar bahwa membuat sesuatu yang bernada satire itu tidak mudah. Butuh selera humor yang tinggi. Tapi, kadang-kadang membuat tulisan satire itu menyenangkan juga ya seperti tulisan ini. Eh, satire tidak, sih? Ya terserah yang membaca dong.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-strategi-bermain-tebak-tebakan-agar-kamu-dianggap-jago\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">3 Strategi Bermain Tebak-tebakan agar Kamu Dianggap Jago<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-ridwansyah\/\">\u00a0Muhammad Ridwansyah<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">\u00a0di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari bio dan caption yang dibikin oleh akun @tiktokjelek saya belajar bahwa membuat sesuatu yang bernada satire itu tidak mudah.<\/p>\n","protected":false},"author":867,"featured_media":71823,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[7443,1700],"class_list":["post-88868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-konten-tiktok","tag-satire"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/867"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88868\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}