{"id":88339,"date":"2020-11-12T06:42:21","date_gmt":"2020-11-11T23:42:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88339"},"modified":"2020-11-12T00:44:48","modified_gmt":"2020-11-11T17:44:48","slug":"3-rekomendasi-anime-dengan-alur-antimainstream","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-rekomendasi-anime-dengan-alur-antimainstream\/","title":{"rendered":"3 Rekomendasi Anime dengan Alur Antimainstream"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia anime memang nggak pernah ada habisnya kalau dibahas. Dari diskusi sehat mengenai suatu anime atau manga hingga adu otot jari di sosmed antarpenggemar selalu menjadi hal yang dapat ditemui sehari-hari. Dunia ini memang nggak pernah sepi, sepanjang tahun dengan empat musim, studio anime Jepang selalu merilis banyak sekali anime di tiap musimnya. Ini juga yang bikin para penggemar seolah nggak pernah bosan. Walaupun kata orang awam (termasuk ibu saya), bilang bahwa semua karakter anime itu namanya Naruto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini adalah beberapa judul anime yang memiliki latar cerita anti-mainstream alias beda dari yang lain, yang sukses membuat saya takjub sekaligus heran, kok bisa ya manusia kepikiran bikin cerita begini, dalam hati saya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kakegurui<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kakegurui saya letakkan di peringkat pertama bukan tanpa alasan. Anime yang dirilis oleh MAPPA pada 2017 silam ini benar-benar punya alur cerita yang beda dari yang lain. Berlatar cerita di sebuah sekolah swasta elit di Jepang bernama Akademi Hyakkaou dengan tokoh utama bernama Yumeko Jabami. Di sekolah ini, ada kurikulum sekaligus budaya aneh yang sudah berlangsung selama 98 tahun lamanya, yaitu kemampuan para siswa tidak dinilai dari kemampuan akademik maupun olahraga, tetapi dari kepandaian negosiasi, kecerdikan, dan kemampuan mengolah strategi yang tertuang dalam kegiatan berjudi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi tidak menyarankan anime ini ditonton anak di bawah 17 tahun. Kalau saya pikir-pikir lagi, kekurangan sistem pendidikan yang berlaku sekarang adalah nggak mengajarkan cara negosiasi atau pun membuat strategi yang tepat. Jadi waktu nonton ini, saya merasa sistem pendidikan di Akademi Hyakkaou ini kok mantap sekali. Mengajarkan sesuatu bukan secara teori, tapi praktik pada kehidupan sosial, walau pun bukan praktik yang positif, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, diceritakan lagi, yang bersekolah di tempat ini hanya anak-anak orang kaya seperti pengusaha, politikus, dan lain-lain. Dan bagi mereka yang nggak pandai berjudi kemudian kalah, dan membuat mereka punya banyak utang, mereka bakal jadi \u201chewan peliharaan\u201d di sekolah tersebut sampai mereka mampu membayar hutang. Dari yang saya tonton, taruhan paling tinggi yang mereka ajukan adalah nyawa mereka. Anime ini mungkin cocok bagi Anda yang suka suasana \u201cliar\u201d tapi bukan genre action.<\/span><\/p>\n<h4><b>Psycho-Pass<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlatar waktu pada abad 22, Jepang menjadi negara pertama yang mampu mencapai kedamaian dan kesehatan mutlak dibanding negara lain. Dalam anime ini, Jepang memiliki teknologi bernama SIByL System yang mampu menilai kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang ke dalam satuan angka yang disebut Psycho-Pass. Dengan tokoh utama bernama Akane Tsunemori yang bekerja sebagai inspektur di Biro Keamanan Umum yang tugas utamanya mirip seperti polisi, yaitu menangkap penjahat. Bedanya, berkat SIByL System, sekali pun seseorang belum pernah melakukan kejahatan, jika warna Psycho-Pass-nya merah, akan dianggap sebagai kriminal laten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tugas biro ini adalah menangkap para kriminal sungguhan maupun kriminal laten tersebut. Bagian anti-mainstream-nya adalah latar cerita yang terlalu tinggi bak negeri dongeng. Teknologi apa coba yang bisa menilai kewarasan manusia ke dalam satuan angka? Dan lagi, kondisi kesehatan seseorang akan selalu terlapor secara real time ke markas pusat dengan menggunakan kamera pemindai yang terpasang di semua sudut kota. Maka, dari situlah cerita Akane Tsunemori sebagai inspektur biro dimulai.<\/span><\/p>\n<h4><b>Hataraku Saibou<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan anime sebelumnya yang bertema serius tanpa ada komedi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hataraku Saibou<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah anime yang family friendly. Ceritanya, di dalam tubuh manusia terdapat 37,2 triliun sel hidup yang memiliki berbagai macam nama, tugas, serta bentuk. Anime ini bercerita tentang keseharian para sel tersebut, mulai dari sel darah merah, sel T, sel darah putih, trombosit, dan sel-sel lain yang berusaha keras setiap harinya untuk mengangkut nutrisi dan oksigen serta melawan patogen yang masuk ke dalam tubuh. Saya sendiri ketika nonton anime ini berasa belajar biologi, tapi dengan cara yang lebih menyenangkan karena dibalut dengan animasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anime yang rilis pada musim panas 2018 yang digarap oleh David Production ini memiliki rating 7.67 dengan jumlah 13 episode. Anime ini cocok banget untuk ditonton bareng anak kecil karena berlandaskan edukasi biologi sebagai latar ceritanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, nggak ada aspek tertentu sih untuk menggolongkan mana anime mainstream dan mana anime anti-mainstream. Rekomendasi di atas cuma anime yang punya alur yang agak beda dan cenderung out of the box versi saya sendiri. Tapi, bisa saya jamin, rekomendasi saya ini nggak bakal mengecewakan karena saya punya standar yang cukup tinggi juga dalam me-review anime. Tinggi versi saya sendiri tentunya, heuheuheu.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/catragIow\/status\/1322367429872373760?s=20\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@catraglow<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-karakter-anime-yang-hobi-jadi-beban-selain-sakura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">3 Karakter Anime yang Hobi Jadi Beban selain Sakura\u00a0<\/a><\/b><b>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/vivi-wasriani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Vivi Wasriani<\/a><\/b><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di bawah ini adalah beberapa judul anime yang memiliki latar cerita anti-mainstream alias beda dari yang lain, yang sukses bikin saya takjub.<\/p>\n","protected":false},"author":1034,"featured_media":88407,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2775,5976],"class_list":["post-88339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anime","tag-antimainstream"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1034"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}