{"id":88332,"date":"2020-11-15T07:31:03","date_gmt":"2020-11-15T00:31:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88332"},"modified":"2020-11-12T21:01:35","modified_gmt":"2020-11-12T14:01:35","slug":"solusi-agar-poster-para-calon-bupati-bantul-nggak-membosankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/solusi-agar-poster-para-calon-bupati-bantul-nggak-membosankan\/","title":{"rendered":"Solusi agar Poster para Calon Bupati Bantul Nggak Membosankan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya selalu memegang teguh penggalan lirik lagu Iwan Fals, \u201cSaudara dipilih bukan dilotre.\u201d Itulah yang menyebabkan tiap ada nama yang ingin menjadi nomor satu di daerah, promosi mereka kadang lebih menyebalkan ketimbang sales panci. Spanduk, poster, pamflet, dan segala pernak-pernik wajah mereka berada di mana-mana. Menjemukkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tentu tahu bagaimana sepak terjang Sri Mulyani di Klaten yang bikin garuk-garuk kepala. Ketika pilkada serentak dilakukan di berbagai daerah, seakan semua calon tingkat narsistiknya macak jadi seperti Bupati Klaten yang mbois itu. Wajah, nama, gelar, pose-pose template mereka menghiasi dinding, jalanan, tiap pertelon jalan, hingga depan rumah saya. Njelehi puol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya bukan di fisik lho, ya. Bukan juga gagasan mereka untuk kemajuan daerah dan tetek bengek di dalamnya. Saya hanya ingin muntab, kok ya poster calon bupati itu gitu-gitu terus. Orde baru sudah lewat, tapi pembaharuan makin gawat. Calon Bupati Bantul pun sama. Dua perwakilan yang harusnya mbois dan bikin saya gandrung, terjebak dalam pola kampanye yang monoton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha ini lho, kalau saya ke depan rumah, ada poster mereka. Saya ke swalayan, di jalan ada wajah mereka. Saya mau nganter simbok ke pasar, lhadalah ada lagi, baliho pula, besar nggak karuan. Yang harusnya hafal nama, gagasan, dan wawasan para calon kontestasi ini, saya malah hafal font, warna, sampai jargon yang membosankan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya nih, ya, mereka bergerak secara progresif dan sporadis. Mendekati milenial, itu nggak harus rekoso ikutan main media sosial atau mabar Mobile Legend, kok. Mendekati generasi enom seperti saya, cukup memperbaiki inisiatif pembuatan poster.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, setidaknya jika poster saja diperhatikan, apalagi calon warganya. Kalau kepilih lho, ya. Kan, begitu? Dari hal sederhana seperti pola pembuatan poster saja kita jadi bisa\u2014setidaknya\u2014menilai keseriusan para calon ini dalam kontestasi politiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, apa solusi paling solutif untuk mencegah kebosanan desain poster yang monoton ini? Saya punya beberapa cara yang luar biasa mbois sekali. Melalui beberapa cara ini, saya yakin tingkat keberhasilan menggandeng generasi muda bakal naik pesat.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, hologram. Sekali-kali yang out of the box gitulah. Walau masang posternya di desa, dekat sawah atau dekat sendang, estetika itu nggak bisa diganggu gugat. Apalagi jika desain posternya ini hologram, meling-meling gitu seperti kartu Yu-Gi-Oh!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi calon bupati ini sekalian cosplay jadi Dark Magician, Exodia, atau Blue-Eyes White Dragon. Saya jamin nggak bakal membosankan dan betah untuk dilihat berlama-lama. Tapi inget ya, asal jangan cosplay jadi trap card saja, sih.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tiga dimensi. Pas ngepit melewati Jalan Imogiri Timur, mak tratap poster yang saya lewati nongol wajah calon bupati. Lantas bilang, \u201cJangan lupa taati protokol kesehatan selama berkendara, nggih.\u201d Wah, apa yang lebih hebat dari desain poster macam ini? Apalagi jika pola unik seperti ini diterapkan di baliho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekurangannya hanya dua. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jelas bikin kaget, edan po. Lha wong lagi berkendara enak-enak, kemudian nongol wajah blio-blio ini. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bikin rawan kecelakaan. Kalau saya kaget, palingan hanya misuh. Tetapi ada lho semisal kaget langsung kayang, menggambar, membaca, sampai menyelamatkan dunia.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, virtual reality atau VR. Nah, yang ini dijamin para milenial nggak akan bosan, sih, bapak-bapak calon bupati. Apalagi tiap rumah distok satu VR. Nanti ada sebuah program di mana bapak-bapak sekalian menjelaskan program secara mendasar dan dalam. Di masa pandemi seperti ini, kampanye terbaik adalah nggak kampanye, eh, maksud saya kampanye di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kan bisa juga bikin acara politik melalui VR. Yah, sebut saja dangdutan daring. Rame bareng-bareng, njoget di rumah masing-masing. Betapa menyenangkannya. Dangdut memang nggak bisa digantikan, tapi di masa seperti ini, kesehatan berada di atas segalanya. Sekalipun itu hentakkan gendang yang dirindu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, mbok menowo gagal kepilih jadi Bantul Satu, VR-nya jangan diambil lagi. Itung-itung sebagai tanda bahwa kampanye pernah tidak membosankan dalam hal teknologi. Tiga hal sakti dan nggak membosankan ini, boleh ditiru, boleh nggak. Semisal biayanya sudah habis, ya sudah jangan diikuti. Nanti rugi bandar. Eman-eman.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selain-harta-benda-narasi-juga-tak-kalah-penting-untuk-diwariskan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Selain Harta Benda, Narasi Juga Tak Kalah Penting untuk Diwariskan<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya hanya ingin muntab, kok ya poster calon bupati itu gitu-gitu terus. Orde baru sudah lewat, tapi pembaharuan makin gawat.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":88526,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[181,5324],"class_list":["post-88332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-baliho","tag-pilkada"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88332"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88332\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}