{"id":88133,"date":"2020-11-13T07:35:34","date_gmt":"2020-11-13T00:35:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88133"},"modified":"2020-11-11T23:21:51","modified_gmt":"2020-11-11T16:21:51","slug":"kenikmatan-tak-terbantahkan-makan-nasi-dengan-kerupuk-dan-kecap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenikmatan-tak-terbantahkan-makan-nasi-dengan-kerupuk-dan-kecap\/","title":{"rendered":"Kenikmatan Tak Terbantahkan Makan Nasi dengan Kerupuk dan Kecap"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang adalah pecinta kuliner dan hobi makan, makan, dan makan menyatakan bahwa makan nasi dengan kerupuk dan kecap adalah kenikmatan haqiqi alias valid! No debat!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu awal-awal saya kuliah, saya memang berusaha kuat untuk beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal saya yang baru alias kosan baru saya. Kosan pasti jadi rumah kedua saya kalau saya nggak di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beradaptasi dengan lingkungan baru memang nggak mudah malah terbilang sangat sulit. Apalagi ini saya tinggal sendiri dan harus melakukan segala halnya sendirian. Iya sendiri! Nah, adaptasi ini nggak hanya tentang bagaimana cuci baju dan cuci piring sendiri, tapi juga masak dan makan sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kosan tempat saya tinggal, saya nggak punya kompor dan nggak ada dapur bersamanya. Ya, iyalah saya tinggal di apartemen. Namun, saya lebih suka bilang kos ketimbang apartemen. Ia terdengar lebih kelihatan mahasiswanya, gitu. Hehehe. Lantaran saya nggak punya kompor, saya biasanya masak pakai rice cooker. Saya akui rice cooker memang serba bisa dan jadi penyelamat kalau nggak punya kompor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya bingung kalau sedang lapar dan malas sekali keluar kamar, saya harus makan apa. Pesan GoFood pun saya harus turun lagi ke bawah untuk ambil makanannya. Jadi, solusi saya waktu itu adalah makan nasi dengan kerupuk dan kecap manis. Sumpah, ini enak banget!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya heran deh padahal bukan kali pertama saya makan nasi dengan kerupuk dan kecap manis. Tapi kenapa, ya, waktu ngekos itu beda sekali. Jadi semakin enak rasanya dan mungkin kalau di rumah, ibu masak banyak alias makanan 4 sehat 5 sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama kali makan nasi dengan kerupuk dan kecap di kosan, saya jadi sering memakannya juga waktu pulang ke rumah. Ya, kok masih enak sekali rasanya seperti baru pertama kali makan seumur hidup. Nah, jadilah nasi + kerupuk + kecap makanan favorit saya kalau sedang nggak ada makanan di kosan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, makan nasi dengan kerupuk dan kecap hanya bertahan di awal-awal semester perkuliahan saya. Alias saya akhirnya lebih banyak makan di luar dan jajan-jajan cantik. Makan nasi dengan kerupuk dan kecap malah lebih banyak di rumah sekarang mengingat ibu nggak setiap hari masak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keheranan saya bertambah kala saya mbatin kenapa makan nasi dengan kerupuk dan kecap saja sudah bisa membuat saya bahagia, ya? Pikiran saya seperti, \u201cApa itu ayam goreng?\u201d Saking cintanya saya dengan nasi, kerupuk, dan kecap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentar bentar, biar saya deskripsikan cara saya makan nasi dengan kerupuk dan kecap. Pertama-tama, saya pakai nasi hangat yang benar-benar baru matang dari rice cooker. Setelah itu ambil dua buah kerupuk. Kalau nggak ada, ya beli dulu sana di warung. Nah, di sini letak makin enaknya. Saya bukan makan nasi dengan kerupuk utuh. Tapiii\u2026 kerupuknya saya hancurkan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, setelah itu saya taruh kerupuk hancur tadi di atas nasi hangat. Waduh jadi laper saya. Last step, tuang kecap manis deh ke atas nasi dan kerupuk yang dihancurkan tadi. Silahkan dibayangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nikmat banget, Cuy. Asli nggak bohong. Jujur, saya bisa nambah kalau sudah makan nasi dengan kerupuk dan kecap seperti ini. Nggak perlulah itu yang namanya ayam goreng, ayam bakar, atau ayam ayam yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain nikmat untuk makan, makanan ini juga nikmat untuk tanggal tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika saya jadi dapat pelajaran hidup dari makanan ini. Bahagia nggak harus mewah. Eh, tapi kayaknya quote itu sudah mainstream, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hmmm, tapi kalau makan seperti ini setiap hari sehat nggak, ya? Ya, nggaklah! Nggak ada gizinya. Eh ada ding, nasi kan ada karbohidratnya. Namun, ya janganlah setiap hari makan seperti ini. Kalau lagi pengin aja ditambah kalau ibumu nggak masak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu saya di rumah biasanya stock kerupuk banyak-banyak karena tau anaknya ini hobi makan nasi dengan kerupuk dan kecap. Entah kenapa kadang kalau saya makan seperti ini, makanan lain yang ada di depan mata saya jadi tidak menarik. Padahal ya visualnya menarik sekali. Memang, keajaiban makanan sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gara-gara ini saya jadi suka mencampurkan segala macam makanan dengan kecap seperti nasi dan telur ceplok goreng atau Indomie. Namun, yang the best, ya, tetap nasi dengan kerupuk dan kecap! Waduh, nikmat syekali~<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-ada-yang-salah-dari-makan-nasi-padang-dicampur-kecap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tidak Ada yang Salah dari Makan Nasi Padang Dicampur Kecap<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/Ayu-Octavi-Anjani\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ayu Octavi Anjani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jujur, saya bisa nambah kalau sudah makan nasi dengan kerupuk dan kecap seperti ini. Nggak perlu itu yang namanya ayam goreng, ayam bakar, atau ayam ayam yang lain.<\/p>\n","protected":false},"author":286,"featured_media":88206,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2161,5938,4467],"class_list":["post-88133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kecap","tag-kerupuk","tag-nasi"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/286"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88133"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88133\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}