{"id":88104,"date":"2020-11-11T07:34:28","date_gmt":"2020-11-11T00:34:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88104"},"modified":"2021-10-20T12:50:23","modified_gmt":"2021-10-20T05:50:23","slug":"tips-pulang-malam-agar-selamat-dari-klitih-di-bumi-romantis-bernama-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-pulang-malam-agar-selamat-dari-klitih-di-bumi-romantis-bernama-jogja\/","title":{"rendered":"Tips Pulang Malam agar Selamat dari Klitih di Bumi Romantis Bernama Jogja"},"content":{"rendered":"<p><em>Jogja terbuat dari rindu, pulang, angkringan, sampah, dan klitih.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Lik saya yang tinggal di Sleman mengabari saya, &#8220;Mbok dagangan Pak Lik dilarisi,&#8221; begitu katanya. Yang artinya mengundang saya untuk membeli barang satu atau dua nasi kucing di depan rumahnya. Maklum, pandemi begini, blio dirumahkan oleh pihak hotel. Katanya, sejak bandara pindah, Jalan arteri menuju Solo sepi luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apalagi pandemi,&#8221; kata blio ketika saya habiskan empat nasi kucing. Ya, sudah, makin bengkak saja tubuh ini. Tapi nggak masalah, mendengar cerita Pak Lik seputar kehidupan dapur di hotel, sungguh ilmu baru bagi saya. Sialnya, jam sudah menunjuk pukul satu malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan bermaksud macak jadi Cinderella yang ketika batas waktu usai, kekuatan magisnya hilang. Tapi kunci pagar saya yang bawa. Jika saya menginap dan bangun siang, saya takut ada perang dunia ketiga di rumah. Ketika hendak pulang dan manasin mesin motor Scoopy saya, Pak Lik bilang, &#8220;Hati-hati di jalan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya prengas-prenges. Lha gimana, ini Jogja, Bos. Tanah yang katanya menyimpan ribuan kenangan. Tanpa perlu dijelaskan kenangan modelan bagaimana. Pun Pak Lik saya yang punya kenangan diklitih. Sungguh, Jogja itu maha romantis. Seharusnya musisi indie atau sastrawan Kapitulis bikin mahakarya dengan tema klitih. Misalnya begini,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap sudut Jogja adalah kenangan,<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, memang benar, Hyung,<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kenangan berupa;<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Proyek berkembang biak,<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hotel, apartemen, jalan tol, perumahan bak lautan beton,<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keringat buruh dibayar dengan upah di bawah standar,<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap malam yang selalu menghadirkan resah,<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Atas nama klitih yang selalu hinggap.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, sudahlah, nrimo ing pandum saja.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gitu.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam itu, sebelum pulang, Pak Lik saya memberikan tips dan trik selamat dari klitih di Jogja yang lumayan mudah saya cerna. Tips ini sangat berguna untuk kalian membelah Kota Jogja dan menuju rumah dengan perasaan tenang dan aman. Boleh dicoba jika dirasa bermanfaat.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, pakai jaket jadul. Apa sih jaket jadul itu? Dulu, ketika beli motor, pasti ada bonus jaket dan helm, kan? Nah, kata Pak Lik saya, pakai jaket itu, niscaya 60% aman selama perjalanan. Katanya, klitih ini bakal ragu atau jiper karena yang menjadi target dikira bapak-bapak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kalau nggak pakai jaket panti asuhan,&#8221; katanya. Wah, kalau yang ini saya nggak bisa menjelaskan. Tapi saya yakin kalian semua bisa membayangkan. Cara pertama ini worth it semisal si pengklitih masih punya hati nurani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, harusnya sih punya, Warga Jogja kan nggak suka ada demonstrasi, anti kekerasan, harusnya masalah ini bisa aman terkendali. Harusnya\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan pakai jaket mbois. Itu aturan pertama. Misal jaket baseball atau hoodie wangun. Katanya, pakaian yang keliwat mbois, bakal menarik perhatian banyak pihak. Kata Pak Lik saya, takutnya dikira geng atau basis massa dari salah satu sekolah yang hobi ribut.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, motor. Kalau ini sih susah, ya. Kita nggak bisa milih-milih motor kalau kebetulan punyanya satu. Kata Pak Lik saya, yang biasanya jadi target klitih adalah motor lanang, motor berkopling, dan motor berwarna cerah. Kalau urusan warna, sangkut pautnya bakal panjang. Tapi kalau spesifikasi motor, sepertinya klitih masih berpegang teguh pada toxic masculinity. Ya apalagi selain karena mereka pekok-pekok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor saya kebetulan matic dan nggak modif, jadi kata Pak Lik saya bakalan aman. Pun mereknya Scoopy, sangat lucu dan ginuk-ginuk. Parah sih kalau sampai ada yang ngelitih. Tapi nih ya, sayangnya, motor saya berwarna merah terang&#8230;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tips ini hanya kuat 40% saja karena si pengklitih itu sejatinya pengecut. Beraninya melawan yang lemah, rombongan, dan bermaksud sekadar senang-senang (jika sedang nggak ada target).<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, ketika di jalan, usahakan melewati jalan besar yang kondisinya masih ramai pengguna motor lain, ramai di area pedestrian, dan lampu jalan yang kemepyar nggak ketutupan pohon. Tiga elemen ini penting karena ndilalah buruknya kena klitih, bisa minta bantuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kebetulan melewati jalan sepi pedesaan, tips <\/span><b><i>keempat<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, semisal ada gerak-gerik aneh seperti (1) ngebut, (2) boncengan (ya karena si pengklitih ini jirih), (3) jalannya zig-zag, (4) terlihat bawa senjata, dan (5) pekok, maka usahakan langsung masuk jalan desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa ambil jalan desa? Di pinggiran Jogja sendiri, kegiatan ronda masih sering dilaksanakan. Jika kebetulan sepi, teriak saja di dekat pemukiman. Nggak masalah kok, yang penting si pengklitih ini bakal ngewel duluan. Mereka berani karena jumlah dan target.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kelima<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, ndilalahnya dekat kantor polisi, mlipir masuk saja. Ini cara yang paling rasional. Di posisi genting, adegan-adegan dalam film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anak Jalanan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu blas nggak mashoook. Intinya satu, jangan melawan. Kecuali kamu anaknya James Bond.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu sedikit tips dari Pak Lik saya yang saya rangkum dan tambahin sendiri. Ya harusnya yang share beginian akun-akun embel-embel &#8220;Jogja&#8221; dengan centang biru itu. Harusnya lho, ya. Lha mereka sibuk ngeromantisasi hal-hal yang sejatinya biasa saja dan nggak romantis blas, apa mau dikata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kalian, jika punya tips tambahan, koreksi, atau kenangan perihal dunia klitih, kolom komentar disediakan untuk itu. Namun, nggak disediakan untuk &#8220;KTP mu endi, Buosss?&#8221; Bosok.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aksi-kejahatan-klitih-yang-ternyata-masih-saja-meresahkan-warga-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aksi Kejahatan Klitih yang Ternyata Masih Saja Meresahkan Warga Jogja<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malam itu, sebelum pulang, Pak Lik saya memberikan tips dan trik selamat dari klitih yang lumayan mudah saya cerna.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":88190,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[115,5193],"class_list":["post-88104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-jogja","tag-klitih"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88104"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88104\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}