{"id":88095,"date":"2020-11-12T07:22:57","date_gmt":"2020-11-12T00:22:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=88095"},"modified":"2021-08-13T13:03:18","modified_gmt":"2021-08-13T06:03:18","slug":"sebagian-ibu-ibu-adalah-pencinta-kresek-hitam-garis-keras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebagian-ibu-ibu-adalah-pencinta-kresek-hitam-garis-keras\/","title":{"rendered":"Sebagian Ibu-ibu Adalah Pencinta Kresek Hitam Garis Keras"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alumni ilmu sejarah saya pernah beberapa semester mendapat mata kuliah tentang sejarah ideologi. Mata kuliah itu berisi tentang awal kemunculan dan siapa tokoh-tokoh yang menggagas ideologi-ideologi besar seperti kapitalisme, komunisme, sosialisme, fasisme, nasionalisme, dan lainnya. Dari mata kuliah itu, saya menjadi paham dengan pemikiran manusia yang sangat kompleks dan memiliki keunikan masing-masing. Termasuk bagaimana ibu-bu punya idelogi sendiri soal kresek hitam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, seberapa pun saya mencoba mempelajari \u201cisme-isme\u201d itu, tetap saja ada sebuah \u201cisme\u201d yang sampai sekarang saya tidak mengerti apa dan kenapa \u201cisme\u201d itu dianut. Penganutnya biasanya para ibu-ibu. Ada beberapa gadis dan kaum adam yang menganut tapi mayoritas penganutnya adalah ibu-ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh saya memberi nama, nama isme itu adalah \u201ckresek hitamisme\u201d. Kresek hitamisme adalah isme yang mengharuskan setiap barang yang dibeli dibungkus dengan kresek hitam. Biasanya ideologi ini cukup menjengkelkan bagi para penjaga toko, apalagi toko-toko yang sengaja tidak menyediakan kresek hitam sebagai bungkus belanjaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu saat saya masih jadi karyawan toko, saya sering kali kesulitan menghadapi para penganut ideologi ini. Apalagi jika saat musim nikah tiba. Biasanya para ibu-ibu akan berkunjung ke rumah yang sedang melaksanakan hajat untuk menyumbang berbagai keperluan seperti gula, minyak, dan telur. Tentu saja ini sebuah tradisi yang baik. Dengan bantuan sumbangan itu setidaknya bisa meringankan kebutuhan hajatan si tuan rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketika berbelanja sembako untuk nyumbang itu para ibu-ibu biasanya akan memaksa agar belanjaanya dibungkus dengan kresek hitam apa pun yang terjadi. Padahal di toko saya tidak menyediakan kresek hitam. Salah satu alasannya karena kresek hitam memiliki bau yang kurang sedap dan yang dijual kiloan kualitasnya kalah jauh dengan kresek putih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi dulu sempat beredar kabar bahwa kresek hitam tidak baik jika digunakan sebagai bungkus makanan karena dibuat dari limbah. Dengan alasan kebersihan dan estetika, maka toko kami lebih memilih kresek putih. Kresek putih lebih kuat, namun karena sedikit transparan, membuat para ibu-ibu penganut ideologi ini keberatan. Bahkan sampai ada yang ngotot meskipun sudah dijelaskan bahwa di toko saya nggak ada kresek hitam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya tanyakan kenapa nggak mau pakai kresek putih, jawabannya karena malu nanti barang yang dia beli kelihatan. Lah kan yang dia beli adalah barang halal, barang yang juga biasa dibeli semua orang untuk kebutuhan sehari-hari, lalu kenapa harus malu? Berulang kali saya mencoba memahami alasan di balik keharusan menggunakan kresek hitam ini, tapi sampai sekarang tetap tidak bisa mengerti. Mungkin otak saya yang tidak sampai pada level tinggi pemahaman tentang ideologi ini. Kenapa jika ketahuan membeli sembako harus malu? Kayak beli narkoba aja pakai sembunyi-sembunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak disangka, ternyata ibu saya juga penganut ideologi ini. Tapi, ibu saya bukan yang fanatik. Kalau nggak ada kresek hitam, kresek putih pun tak jadi masalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah permasalahan lingkungan yang semakin banyak sampah plastik ini, alangkah lebih baik jika ideologi ini diubah. Jika akar ideologi ini berasal dari perasaan malu ketika barang belanjaannya dilihat orang, lebih baik nggak usah pakai kresek sekalian, baik kresek hitam ataupun kresek putih karena keduanya sama-sama tidak baik bagi lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gantilah menggunakan tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali. Desain tas itu juga bisa kita pilih sesuka hati. Jika kita tidak ingin belanjaan kita diketahui orang lain, kita bisa memilih desain tas yang bermotif atau yang tidak transparan. Tapi, jika suka pamer, tas yang transparan bisa menjadi opsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan tas belanja yang ramah lingkungan, beberapa permasalahan bisa teratasi. Pertama, tak perlu lagi ada perdebatan antara karyawan toko dan pembeli karena tak tersedianya kresek hitam. Para pembeli juga tak perlu khawatir belanjaannya dilihat orang lain. Masalah sampah plastik juga perlahan-lahan bisa mulai teratasi. Sampah plastik sudah banyak sekali, di darat apalagi di laut. Dengan menggunakan tas belanja ramah lingkungan setidaknya kita tidak menambah masalah lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayolah ibu-ibu, sekarang nggak usah menganut ideologi ini lagi. Esensi nyumbang di hajatan kan juga soal keikhlasannya, bukan seberapa banyak nilai barangnya jika dibandingkan dengan penyumbang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/@shvetsa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Anna Shvets<\/a> via <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3683199\/pexels-photo-3683199.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=750&amp;w=1260\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pexels.com<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-opsi-pekerjaan-biar-dapat-pemasukan-sambil-kuliah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">4 Opsi Pekerjaan biar Dapat Pemasukan sambil Kuliah<\/a> dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/sigit-candra-lesmana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sigit Candra Lesmana<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika berbelanja sembako untuk nyumbang hajatan, para ibu-ibu biasanya akan memaksa agar belanjaanya dibungkus harus dengan kresek hitam.<\/p>\n","protected":false},"author":1001,"featured_media":88296,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3982,1671],"class_list":["post-88095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-diet-plastik","tag-tradisi"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1001"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88095"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88095\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}