{"id":87453,"date":"2020-11-09T07:33:17","date_gmt":"2020-11-09T00:33:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=87453"},"modified":"2020-11-08T21:55:24","modified_gmt":"2020-11-08T14:55:24","slug":"rekomendasi-drama-korea-bertema-medis-yang-dijamin-seru-dan-bikin-pinter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-drama-korea-bertema-medis-yang-dijamin-seru-dan-bikin-pinter\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Drama Korea Bertema Medis yang Dijamin Seru dan Bikin Pinter"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pecinta drama Korea pada awal 2020 ini dibuat gonjang-ganjing dengan drama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hospital Playlist.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Drama sepanjang 12 episode itu menghadirkan rasa baru dalam dunia perdrakoran. Menghadirkan latar rumah sakit sebagai tempat pengabdian kelima tokoh utamanya, drakor ini juga dibalut dengan nuansa komedi dan musikal yang sangat apik. Banyak penikmat drakor yang mulai tertarik dengan dunia medis karenanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, saya paling anti dengan yang namanya drama medis. Saya selalu bergidik ngeri tiap ada adegan pembedahan. Operasi yang dilakukan sama dokternya kelihatan nyata banget dan rasanya pengin buru-buru skip ke adegan berikutnya karena lebih serem daripada hantu. Tapi tiba-tiba rasa benci ini berubah jadi cinta karena ternyata drama medis itu selain budget-nya paling banyak, ilmunya nggak kalah melimpah pula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di drama medis, kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru seputar dunia kedokteran, ilmu yang dekat dengan tubuh kita sendiri. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hospital Playlist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuat saya sadar bahwa selama ada persalinan, Yang Seok Hyeong hampir selalu ditemani oleh Ahn Jeongwon. Ternyata dokter kandungan sering didampingi oleh dokter anak karena detik-detik pertama bayi lahir adalah saat yang sangat krusial dan dokter anak akan dibutuhkan di waktu yang penting itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, biar kalian juga ikutan terhibur sekaligus tambah pinter, berikut ini saya sajikan judul-judul drama Korea yang berlatar kedokteran yang sangat rekomen untuk ditonton.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Romantic Doctor Teacher Kim 1<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tayang empat tahun lalu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Romantic Doctor Teacher Kim 1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau disingkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RDTK 1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini masih layak untuk ditonton sekarang. Berkisah tentang Yoon Seo-jung dan Kang Dong-joo, disusul Do In Bum, dokter di rumah sakit elite dan ternama di Seoul yang &#8220;terdampar&#8221; di rumah sakit pedesaan di Provinsi Gangwon-do. Musim pertama dari drama ini berfokus pada spesialisasi bedah jantung, bedah umum, dan spesialis tanggap darurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus-kasus yang ditangani oleh paramedis di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RDTK 1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini bener-bener di luar bayangan. Di salah satu episodenya menampilkan sebuah keluarga yang hendak mengobati keluhan batuk yang sudah dialami selama berhari-hari. Kang Dong-joo yang saat itu bertugas di UGD menduga pasien terjangkit virus MERS. Pasien yang baru saja pulang dari Arab Saudi diduga tertular MERS dari sana. UGD pun ditutup rapat gara-gara perkara ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, masih banyak penyakit-penyakit dan penanganan korban kecelakaan yang akan bikin kalian mangap saking serunya. Drama ini mungkin juga rentan bikin emosi karena banyak konflik kekuasaan dan kapitalisme. Banyak-banyak elus dada, ya.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Romantic Doctor Teacher Kim 2<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih bercerita di rumah sakit yang sama, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RDTK 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membawa pembaruan berupa bergantinya para aktor dan aktris utama. Tapi tenang, sebagian besar paramedis Doldam yang ada di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RDTK 1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tetap bertahan di musim kedua kok, termasuk Kim Sabu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di musim kedua yang tayang awal 2020, Doldam menyambut wajah baru, yaitu Seo Woo-jin dan Cha Eun-jae. Mirip seperti musim pertama, dua dokter ini awalnya juga berasal dari rumah sakit di Seoul. Bahkan keduanya juga punya gelar spesialis bedah umum dan bedah jantung, sama seperti Kang Dong-joo dan Yoon Seo-jung. Ada pula dokter baru spesialis bedah tulang dan dokter residen yang lagi siap-siap ujian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit dan kasus yang ditampilkan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RDTK 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nggak seekstrem season 1. Di sini saya lebih banyak menangis karena kisah para pasiennya yang mengandung bawang karena nggak jarang harus mengucapkan selamat tinggal pada pasien Rumah Sakit Doldam. Tapi kisah cinta di musim kedua jauh lebih uwu daripada musim pertama yang hubungan percintaannya lebih dewasa.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Life<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama ini saya temukan berbekal rasa bucin yang mendalam pada Lee Dong-wook. Sang pencabut nyawa yang sekarang beralih jenis menjadi si ekor sembilan ternyata pernah berperan jadi dokter juga. Beliau pernah jadi dokter spesialis tanggap darurat di drama <\/span>JTBC<span style=\"font-weight: 400;\"> ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama ini fokusnya lumayan seimbang dengan mengangkat dimensi kedokteran dan praktik kekuasaan rumah sakit. Semua departemen yang ada di rumah sakit dijelaskan secara mendalam. Bahkan ada adegan otopsi jenazah korban kasus kriminal. Perpolitikan di dalam rumah sakit, seperti pemilihan direktur dan perlawanan para dokter menghadapi yayasan yang merugikan pasien, juga digambarkan secara realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan khawatir alur ceritanya bakal bikin bosen. Meskipun agak berat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Life<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga masih ada bumbu romance-nya kok. Ada juga kisah keluarga Lee Dong-wook yang bakal bikin penonton tersentuh.<\/span><\/p>\n<h4>#4 Doctor Prisoner<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengolaborasikan antara kedokteran dan kehidupan penjara, drama ini berani saya kasih nilai 10! Alur cerita yang nggak pernah terbayangkan bakal membuat kalian yang menonton ngerasa nggak mau berhenti maraton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menceritakan seorang dokter bernama Na Yije yang pernah dipenjara karena tuduhan malpraktik dan berniat melakukan balas dendam. Ia pun mengungkapkan kebusukan pemimpin perusahaan yang dulu menaungi rumah sakit tempatnya bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Na Yi-je kemudian berusaha untuk menjadi dokter kepala di Lapas Seoul Barat. Di drama ini, ia sering kali melakukan manipulasi penyakit pada para napi agar mereka bisa dirawat di rumah sakit di luar penjara. Orang-orang yang berkepentingan pun menggunakan kemampuan Na Yi-je agar dapat melakukan hal yang tidak dapat mereka laksanakan dari dalam penjara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama ini menampilkan Namgoong Min yang multitalenta dan cakep abis pas pake jas putih. Para alumni drama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sky Castle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga reuni di sini dengan peran dan penampilan yang manglingi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia drama-drama bertema medis yang wajib banget buat ditonton. Drama medis punya banyak ilmu yang menunggu untuk kita kupas sendiri ketika menonton. Tontonan bermanfaat seperti ini akan membuat kita tau bagaimana penyakit terjadi, penanganannya, bahkan hal-hal kecil seperti operasional rumah sakit. Yuk, buruan ditonton kalau udah punya waktu luang!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/urutan-karakter-utama-yang-punya-sifat-paling-realistis-dalam-drama-korea-start-up\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Urutan Karakter Utama yang Punya Sifat Paling Realistis dalam Drama Korea Start-Up<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/noor-annisa-falachul-firdausi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Noor Annisa Falachul Firdausi&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:4737,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;12&quot;:0,&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;}\">Noor Annisa Falachul Firdausi\u00a0<\/span><\/a>lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di drama medis, kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru seputar dunia kedokteran, ilmu yang dekat dengan tubuh kita sendiri.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":87893,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1307,9435],"class_list":["post-87453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-drakor","tag-medis"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87453"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87453\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}