{"id":87361,"date":"2020-11-08T07:32:09","date_gmt":"2020-11-08T00:32:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=87361"},"modified":"2020-11-05T21:34:23","modified_gmt":"2020-11-05T14:34:23","slug":"mengenang-rsbi-di-masa-sma-yang-bikin-kasta-dalam-sistem-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenang-rsbi-di-masa-sma-yang-bikin-kasta-dalam-sistem-pendidikan\/","title":{"rendered":"Mengenang RSBI di Masa SMA yang Bikin Kasta dalam Sistem Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, ada suatu fenomena yang sempat booming di dunia pendidikan Indonesia, yakni Rintisan Sekolah Berstandar Internasional atau yang biasa disingkat sebagai RSBI. Sekolah ini memiliki kesan yang eksklusif serta prestisius di masanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Institusi pendidikan di Kota Bandar Lampung juga tidak luput dari tren ini. Tercatat ada beberapa sekolah (terutama favorit) yang membuka pendaftaran untuk RSBI. Pada saat itu, sekolah model ini tergolong banyak peminatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, fenomena ini kemudian menghadirkan banyak polemik. <a href=\"https:\/\/edukasi.kompas.com\/read\/2012\/01\/04\/09013828\/Kemdikbud.Akui.RSBI.Ciptakan.Kasta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Praktik ini dianggap sebagai bentuk kastanisasi sistem pendidikan di Indonesia.<\/a> Kemudian, <a href=\"https:\/\/www.tribunnews.com\/nasional\/2013\/01\/08\/alasan-mk-bubarkan-sekolah-rsbi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mahkamah Konstitusi secara resmi membubarkannya<\/a> pada 2013.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi sempat mengenyam pendidikan di sekolah model RSBI tersebut. Tiga tahun lamanya saya menghabiskan studi di sekolah tersebut. Oleh karena itu, izinkan saya menceritakan sekelumit pengalaman saya menghadapi sistem RSBI di masa SMA dahulu.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Tes masuk<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2010 silam, saya berhasil menyelesaikan pendidikan wajib di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs). Untuk menyempurnakannya menjadi 12 tahun, saya kemudian mendaftar di beberapa SMA di Bandar Lampung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat itu, saya mendaftar di dua sekolah sekaligus. Satu merupakan MA (Madrasah Aliyah) dan lainnya adalah SMA umum. Adapun kedua sekolah tersebut merupakan RSBI alias &#8220;sekolah bercitarasa internasional&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri sebenarnya nggak ngarep untuk masuk ke sekolah model internasional tersebut. Bagi saya, sekolah di mana pun tidak menjadi masalah. Yang penting saya bahagia di sekolah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kedua sekolah tersebut memiliki konsep yang bertolak belakang, ada satu kesamaan yang saya temukan. Keduanya menyertakan tes kemampuan bahasa Inggris untuk menyaring calon siswa-siswinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari semua tes yang saya jalani di kedua sekolah tersebut, ada satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Pada saat mengikuti tes di SMA model RSBI, saya diharuskan berbicara dalam bahasa Inggris oleh penguji. Seketika saja saya langsung ambyar!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, tema yang diujikan pada saat itu bersifat bebas. Langsung saja saya menceritakan tentang teman terbaik saya sewaktu di MTs. Tentunya dalam bahasa Inggris yang tidak selancar jalanan Ibu kota saat ditinggal mudik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lepas dari tes tersebut, saya tidak berpikir akan lolos. Alih-alih ngambis, saya justru ingin bereuni dengan teman terbaik saya sewaktu di MTs. Terlebih nilai rapor saya sewaktu di MTs tidak begitu &#8220;wow&#8221; seperti kompetitor lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari setelah tes, saya menerima sebuah kabar mengejutkan sekaligus gembira. Saya diterima di MA untuk kelas RSBI. Beberapa minggu kemudian, saya juga berhasil masuk ke SMA model RSBI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perdebatan sempat terjadi disini. Sejujurnya, saya ingin melanjutkan sekolah di MA kelas RSBI. Kebetulan teman terbaik beserta mayoritas alumni MTs saya bersekolah di sana. Sehingga, saya bisa langsung tune-in dengan kehidupan di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, mama menginginkan saya untuk masuk SMA model RSBI. Pergolakan batin pun tak dapat dielakkan. Pada akhirnya, saya mengalah dan memilih masuk ke SMA pilihan mama tersebut.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Sistem pembelajaran<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun memiliki embel-embel &#8220;internasional&#8221;, dalam praktiknya semua guru tetap menyampaikan materi pembelajaran dalam bahasa Indonesia. Setidaknya itulah yang saya dapatkan selama tiga tahun belajar di SMA model RSBI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, saya pernah menghadapi ulangan (non mapel Bahasa Inggris) dalam bahasa Inggris. Hal tersebut saya dapatkan pada pelajaran Kimia kelas dua SMA (saya lupa-lupa ingat). Setelahnya, saya tidak menemukan lagi hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah menyediakan beberapa fasilitas pendukung. Seperti pendingin ruangan (AC) dan proyektor. Bahkan tersedia juga jaringan wifi meskipun tidak selalu lancar jaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, sistem belajarnya pun terasa sangat advanced. Buku-buku pelajaran yang ada memiliki konsep seperti &#8220;anak kuliahan&#8221;. Istilahnya, kita harus memahami konsep materi secara menyeluruh sebelum menjawab soal yang tersedia di dalam buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping itu, saya tidak bisa melupakan ke-hectic-an setelah ulangan akhir semester. Jika ada nilai mata pelajaran berada di bawah KKM alias 76, saya dan teman-teman harus mengejar para guru. Tujuannya adalah untuk melakukan remedial atas nilai-nilai tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri kerap menjadi langganan remedial di sekolah tersebut. Padahal sewaktu MI atau MTs, saya hampir tidak pernah menghadapi remedial. Alhasil, saya jadi tidak bisa &#8220;santai-santai ganteng&#8221; setelah ulangan akhir semester berakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui jika bersekolah di sekolah model RSBI ini tergolong sangat berat bagi saya. Meskipun demikian, output yang dihasilkan juga luar biasa. Kebanyakan dari alumni sekolah saya sukses menembus perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa teman sekelas saya berhasil masuk universitas-universitas terkemuka di Indonesia. Sebut saja STAN, UI, ITB, dan UGM. Sayangnya, saya gagal mengikuti jejak teman-teman saya tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, saya merasa bersyukur bisa mencicipi sekolah model RSBI ini. Meskipun saya sempat merasa tidak betah, setidaknya saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat lainnya. Terima kasih atas RSBI yang telah melengkapi kepingan masa remaja saya.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tahu-kuliah-susah-rasanya-ingin-kembali-ke-sma-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Tahu Kuliah Susah Rasanya Ingin Kembali Ke SMA Saja<\/strong><\/a> <b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-fariz-kurniawan\/\"><b>Muhammad Fariz Kurniawan<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada saat mengikuti tes di SMA model RSBI, saya diharuskan berbicara dalam bahasa Inggris oleh penguji. Seketika saja saya langsung ambyar!<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":87463,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9420,359,5940],"class_list":["post-87361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-rsbi","tag-sekolah","tag-sma"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87361"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87361\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}