{"id":87134,"date":"2020-11-07T07:32:29","date_gmt":"2020-11-07T00:32:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=87134"},"modified":"2021-10-31T13:41:22","modified_gmt":"2021-10-31T06:41:22","slug":"cuitan-andalan-warga-twitter-saat-akan-menikah-dengan-abdi-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cuitan-andalan-warga-twitter-saat-akan-menikah-dengan-abdi-negara\/","title":{"rendered":"Cuitan Andalan Warga Twitter Saat Akan Menikah dengan Abdi Negara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikah adalah saat yang paling sentimentil. Tidak hanya hari H pernikahan, pasca dan pra menikah itu juga tak kalah sentimentilnya. Seiring berjalannya waktu, pernikahan banyak mengandung beberapa aspek di luar dari ranah sentimentil tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman dahulu, kita paham bahwa pernikahan itu wujudnya meleburkan sebuah persekutuan kerajaan satu dengan kerajaan lainnya. Namun, kini lebih menyedihkan dari itu. Dari kalangan figur publik, pernikahan menjadi tameng dari wujud panjat sosial belaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta, perselisihan, dan drama adalah wujud kompleks dari hal yang menyenangkan. Dan sebuah pernikahan yang berbalut drama, adalah contoh nyata dari ini semua. Ya, memang, tidak semua pasangan selebritas mengambil jalan pintas seperti ini untuk terkenal. Namun, nggak sedikit hal seperti ini terjadi di sekitar kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernikahan adalah hal yang indah, bukan hanya untuk para selebritas yang ingin panjat sosial. Masyarakat biasa, terlebih yang menggunakan Twitter pun bisa merasakan sumringahnya suasana pernikahan, melalui rangkaian kata yang mereka cuitkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, melalui riset kecil-kecilan yang saya lakukan, ada ciri tersendiri bagi seseorang yang mau menikah dengan polisi, tentara, atau PNS. Kawan saya hingga saudara saya, tipikal mereka menunjukkan ciri-ciri yang sama. Mulai dari yang cringe hingga basic, ini dia ciri-cirinya.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tweet yang penuh pertanyaan aneh. Contohnya seperti ini, \u201cKemarin si mas mau beliin cincin. Duh doi mau ngapain, yhaaa?\u201d Padahal ya jawabannya sudah jelas, antara si Mas ini mau jualan emas guna menyongsong hari tua atau membeli mahar untuk perkawinannya. Sangat basic.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis seperti ini, biasanya akan dijawab dengan sumringah oleh circle-nya. Jawabannya pun penuh dengan pertanyaan yang nambah mbingungi. Begini, \u201cDuhhh, ngapain tuh? Kok bisa sampai beliin cincin segalaaa.\u201d Ingat, biasanya huruf akhirannya kelipatan ganjil, misal segalaaa, segalaaaaa, dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya nggak ada yang salah dengan tweet jenis ini. Namun, sebagian orang termasuk saya, pasti bakal ngomel apa salahnya mengutarakan apa yang ia pikirkan ketimbang melemparkan sebuah pertanyaan. Bukannya apa-apa, saya jadi gemes balas tweet-nya. Nggak dibalas ada yang kurang, dibalas malah kelihatan kurang gawean.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tweet yang memberikan kegiatan sehari-harinya dengan penuh misteri padahal nggak misteri-misteri amat. Kalau nggak dicontohkan bakal susah dijelaskan. Untungnya, contohnya banyak. Banyak banget. Banyak sekali. Misalnya gini, \u201cHari ini mau cek lokasi di Gedung Wanitatama, besok GSP, besoknya ke kantor si mas ketemu sama bawahan-bawahannya.\u201d Ada? Ini saya copy paste langsung!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri yang menonjol itu diakhiri dengan sebuah kata yang bikin gemes. Bukan gemes karena lucu, tapi karena bikin penasaran. Padahal ya nggak bikin penasaran-penasaran amat, sih. Kalau tujuannya ke Gedung Wanitatama dan GSP itu mau cari tempat untuk nikahan. Nggak ada kegiatan yang lain. Yo, masak mau cari tempat sparing futsal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lainnya begini, \u201cSi mas kemarin datang ke rumah, ikut cuci mobil sama Ayah. Ih, gemes banget, mungkin persiapan\u2026\u201d Padahal tinggal bilang aja persiapan nikah. Ini kenapa lho selalu dikasih titik-titik. Saya baca tweet malah berasa ngerjain soal esai.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tweet yang memberikan kesan ambiguitas. Contoh terdekatnya adalah orang yang nge-tweet seperti ini, \u201cBeberapa bulan lagi, samping kasur bakal ada yang nempatin, nih\u201d. Atau begini, \u201cBeberapa bulan lagi, malem-malem gini, setelah si mas pulang kerja, pasti ada yang meluk sambil ngelusin punggung aku\u201d. Nggak cuma peluk dan ngelus punggung, sih, Mas dan Mbak, bahkan mau main karambol bareng saja bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada pula yang begini, \u201cYa ampun, nggak kerasa beberapa bulan lagi mobil di garasi bukan cuma diisi mobilnya papa doang yang platnya hitam\u201d. Saya jadi overthinking lho gara-gara tweet ini. Bukan karena iri, saya jadi penasaran apa di garasinya, nggak ada motor atau sepeda, gitu? Garasi saya selain motor itu ada perkakas, onthel, skuter bekas SD, sama jangan lupa kandang kucing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan-kapan saya harus mampir ke rumahnya, ngecek satu-satu perlengkapan garasi rumahnya. Mbel kalau cuma mobil doang.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Keempat<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, no offense ya bagi siapa pun yang merasa, tapi hal ini beneran saya alami. Yakni orang yang mengirimkan foto ke Twitter, isinya seragam bhayangkari dengan tulisan, \u201cSebentar lagi jadi ibu negara.\u201d Salah? Nggak dong. Itu adalah perwujudan rasa syukur yang lumayan unik.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kelima<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, ini yang paling saya suka, yakni tweet yang penuh dengan kejutan. Kawan saya, selepas lulus, ada yang nge-tweet seperti ini, \u201cPuji Tuhan\u201d. Besoknya menikah. Weladalah. Ini rasa bersyukur bisa digunakan untuk apa saja, lho. Habis makan, habis berkegiatan, atau apa pun itu. Ternyata, kata yang menunjukkan wujud untuk bersyukur, bisa juga digunakan \u201ctanda-tanda akan menikah\u201d dan nggak kalah elegan dari keempat tipe sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara mau menikah dengan siapa pun, saya rasa setiap orang punya jalannya. Siapa yang nyana bahwa orang yang ndembik menengan seperti Hina bisa menikah dengan seorang Hokage, kan? Setiap orang itu bebas berekspresi, hanya kadar noraknya saja yang bisa mengukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai akhir, bagi kalian yang merasa selalu sendiri, ada kutipan dari saya untuk kalian, \u201cCinta itu bisa ditemukan di mana saja, bahkan di tempat yang acap kali orang-orang sebut dengan sampah. DM-DM-an via Twitter misalnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/telat-menikah-itu-bukanlah-sebuah-masalah-dan-ini-serius\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Telat Menikah Itu Bukanlah Sebuah Masalah, dan Ini Serius<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melalui riset kecil-kecilan yang saya lakukan, ada ciri tersendiri bagi seseorang yang mau menikah dengan polisi, tentara, atau PNS.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":87221,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906,13087],"tags":[9404,14,421],"class_list":["post-87134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","category-pojok-tubir","tag-abdi-negara","tag-menikah","tag-twitter"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}