{"id":86975,"date":"2020-11-06T07:35:56","date_gmt":"2020-11-06T00:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=86975"},"modified":"2020-11-04T20:47:57","modified_gmt":"2020-11-04T13:47:57","slug":"rekomendasi-relawan-dan-influencer-yang-pantas-dapat-jatah-jabatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-relawan-dan-influencer-yang-pantas-dapat-jatah-jabatan\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Relawan dan Influencer yang Pantas Dapat Jatah Jabatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari belakangan ini, ramai sekali perbincangan terkait dengan pengangkatan para \u201crelawan dan Influencer\u201d menjadi pejabat BUMN setingkat komisaris. Dalam 2 bulan terakhir, setidaknya ada 4 relawan non partai yang diangkat menjadi komisaris BUMN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbaru adalah pengangkatan Kristia Budiarto menjadi komisaris independen PT Pelni. Kemudian ada Ulin Yusron dikasih jabatan Komisaris di ITDC, Dyah Kartika Sari diberikan jabatan komisaris PT Jasa Raharja, dan Eko Sulistyo yang disuguhi jabatan Komisaris PLN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu nama-nama relawan dari segmen partai politik juga diberikan kesempatan untuk mencicipi mengabdikan diri di BUMN. Nggak mungkin dong orang partai nggak dikasih jatah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kalangan partai politik, yang paling terkenal ya duet maut dan rival bebuyutan Bung Rocky Gerung yaitu bang Ali Ngabalin, yang sekarang dikasih kursi empuk jadi komisaris PT Pelindo III dan Bu Irma Suryani Chaniago sebagai komisaris independen PT Pelindo I.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semua pemberian kursi jabatan komisaris kepada para relawan ini jangan distigmatisasi sebagai bagi-bagi jabatan. Perlu kita pahami bersama yang dilakukan oleh pemerintah saat ini hanyalah melakukan balas jasa. Para relawan ini sudah mendukung, membela, dan mengkampanyekan Pak Jokowi dengan semangat 45.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu materi dan tenaga sudah banyak dikeluarkan untuk melancarkan propaganda saat kampanye dulu. Ini adalah contoh penerapan asas kekeluargaan dalam bernegara.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Loh, tapi bukannya jadi relawan itu harus ikhlas, ya? Tidak boleh mengharapkan balasan secara materi?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, itu kan teori. Kehidupan ini tidak bisa selalu linier dengan teori. Kalau kebanyakan teori nanti cuma bisa ngomong, nggak bisa kerja. Sekarang yang dibutuhkan adalah orang yang bisa kerja, kerja, kerja. Dan terbukti bahwa para relawan ini telah mampu memberikan kinerjanya secara signifikan dalam membela Pak Jokowi. Jadi pantas lah kalau mereka para relawan diberikan jabatan. Mereka kan juga butuh materi untuk selalu mendukung kinerja Pak Jokowi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebagai upaya untuk mendukung asas kekeluargaan yang diterapkan oleh Pak Jokowi dalam memberikan posisi atau jabatan di BUMN, saya ingin merekomendasikan beberapa nama yang mungkin bisa dipertimbangkan ketika tenaga komisaris dan sejenisnya masih dibutuhkan di lingkungan BUMN.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Permadi Arya atau Abu Janda<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah tidak diragukan lagi bahwa Permadi Arya merupakan relawan Pak Jokowi yang punya loyalitas tinggi. Sudah banyak narasi yang beliau sebarkan untuk membela Pak Jokowi ketika ada tuduhan antek aseng dan komunis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bang Permadi juga terkenal sebagai influencer di bidang anti radikal, beliau ini selalu bisa menyebarkan pesan positif tentang toleransi, loh. Buktinya saat semua orang ingin memboikot produk Prancis karena kecewa dengan perilaku Presiden Macron, eh beliau malah membuat postingan untuk mengademkan suasana dengan mendatangi restoran Prancis. Betul-betul aktivis toleransi dan anti radikal.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Denny Siregar<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sih yang nggak kenal dengan beliau? Setiap narasi yang disebarnya melalui Twitter selalu direspons dengan retweet ratusan. Beda dengan tweet saya yang nggak pernah di-retweet. Bersama dengan Permadi Arya, mereka menjadi duo dalam dunia per-influencer-an dalam menghadapi kemunafikan oposisi yang sering menggunakan isu agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ingat di benak saya 3 tahun lalu ketika hadir di ILC, Denny Siregar berhasil tampil menggebu-gebu menyampaikan gagasannya terkait Reuni 212 sebagai pegiat media sosial sampai-sampai beliau terlihat gemetaran.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Ruhut Sitompul<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada yang salah ketika saya merekomendasikan nama ini sebagai calon kandidat penerima wangsit bagi-bag &#8220;tanggung jawab&#8221; di BUMN. Beliau yang punya rekam jejak politik seperti bunglon dan kutu loncat ini tentunya punya segudang pengalaman untuk menjabat sebagai petinggi di BUMN. Referensi ilmu politik yang dia dapat saat melanglang buana di partai politik lain pasti akan sangat berguna untuk memperkuat sendi-sendi BUMN dari segi politik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau juga selalu pasang badan untuk pemerintah ketika Bung Rocky mengkritik pedas pemerintah. Meskipun sering dilabeli dungu oleh Bung Rocky, Bung Ruhut Sitompul ini tetap gigih dalam mengeluarkan argumentasi saat berdebat. Meskipun argumentasi tersebut premisnya banyak yang berantakan. Tapi nggak apa-apa, yang penting ngomong aja. Bukannya berani ngomong itu baik?<\/span><\/p>\n<h4>#4 Dewi Tanjung<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir tentu saja Bu Dewi Tanjung. Tidak etis kalau saya tidak merekomendasikan relawan dari kalangan perempuan. Nanti saya dikritik dan di-bully SJW lagi. Bu Dewi ini sangat sekali getol melapor-laporkan orang-orang yang menghina pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika gagal menuju ke Senayan pada Pileg 2019 lalu, Bu Dewi Tanjung ini langsung mengambil inisiatif sebagai garda depan dalam urusan lapor-melaporkan. Pokoknya kalau ada yang hina pemerintah, yah siap-siap aja bakal dilaporin sama beliau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari Amien Rais, Gubernur Anies, bahkan Novel Baswedan pun pernah mengalami nasib dilaporkan. Habib Rizieq? Lahyo bola bali, Lurrr.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perilaku melaporkan ini merupakan implementasi dari ketegasan dari seorang Dewi Tanjung. Maka dari itu, saya rasa beliau pantas untuk mendapatkan kesempatan berkarier di BUMN. Daripada ketegasannya terbuang sia-sia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin itulah fantastic four relawan dan influencer yang saya rasa pantas mendapat jatah kesempatan. Track record mereka tidak diragukan lagi. Mereka juga bisa menjadi percontohan untuk generasi yang akan datang, bahwa persyaratan tentang \u201ctidak pernah terlibat dalam kegiatan partai politik\u201d sudah tidak lagi berlaku semenjak relawan politik menjabat sebagai petinggi BUMN.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-jadi-buzzer-produk-sukses-di-twitter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengalaman Jadi Buzzer Produk Sukses di Twitter<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhamad-iqbal-haqiqi\/\">\u00a0Muhammad Iqbal Haqiqi<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terbukti para relawan ini telah mampu memberikan kinerjanya secara signifikan dalam membela Jokowi. Jadi pantas kalau mereka diberi jabatan.<\/p>\n","protected":false},"author":232,"featured_media":87222,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9401,1800,559,9400],"class_list":["post-86975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bumn","tag-influencer","tag-jokowi","tag-relawan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/232"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86975\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}