{"id":86693,"date":"2020-11-05T07:01:58","date_gmt":"2020-11-05T00:01:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=86693"},"modified":"2020-11-04T16:26:22","modified_gmt":"2020-11-04T09:26:22","slug":"anime-deca-dence-menggambarkan-perlunya-revolusi-di-tengah-tatanan-ideal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anime-deca-dence-menggambarkan-perlunya-revolusi-di-tengah-tatanan-ideal\/","title":{"rendered":"Anime &#8216;Deca-Dence&#8217; Menggambarkan Perlunya Revolusi di Tengah Tatanan Ideal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang 2020 ini, saya merasa senang karena ada banyak daftar anime yang sangat layak untuk ditonton. Sebagian besar mengusung cerita yang original<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dan cukup menjanjikan untuk dinikmati. Selain berbagai judul anime terkenal yang rilis di tahun ini, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Re Zero Season 2, Haikyuu, God of Highschool, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shingeki no Kyojin, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada satu anime yang memang namanya tidak begitu melambung, tetapi memiliki jalan cerita yang sangat bagus. Anime itu berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Deca-Dence.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Deca-Dence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bercerita mengenai masa di mana umat manusia berada di ambang kepunahan oleh kemunculan misterius makhluk hidup semacam monster yang bernama Gadoll. Manusia yang selamat diceritakan tinggal di benteng bergerak setinggi 3000 meter yang bernama Deca-dence yang dibangun untuk melindungi diri dari ancaman Gadoll.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penghuni Deca-dence terbagi dalam dua golongan: Gear, prajurit elit yang melawan Gadoll setiap hari, dan Tanker yang tidak memiliki keterampilan untuk bertarung. Suatu hari, Natsume, seorang gadis Tanker yang bercita-cita menjadi Gear bertemu dengan Kaburagi, seorang Gear yang berkarakter dingin dan bekerja sebagai seorang tukang reparasi besi Deca-dence.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertemuan keduanya bermula karena Natsume nggak lolos masuk ujian Gear. Lantaran ia tidak terdeteksi oleh \u201csistem\u201d dan tangan kirinya cacat. Sehingga ia ditugaskan untuk jadi tukang reparasi dan akhirnya bertemu dengan Kaburagi di sana. Usut punya usut ternyata Kaburagi dahulu merupakan seorang Gear terkenal yang akhirnya dibuang karena dianggap sebagai \u201cbug\u201d atau penyimpangan di dalam sistem Deca-Dence.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekedar informasi, Deca-Dence merupakan benteng pertahanan umat manusia terakhir yang dipimpin oleh suatu sistem artificial intelligence<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">agar nggak melakukan hal bodoh dan nggak punya takdir nahas seperti yang pernah dilakukan manusia terdahulu. Singkatnya sistem Deca-Dence disusun untuk mencegah melakukan kesalahan layaknya yang dilakukan manusia dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deca-Dence memiliki tujuan untuk menyediakan kehidupan yang tertib bagi seluruh penghuninya sehingga hal-hal yang dianggap menyimpang, misalnya kecenderungan untuk melakukan kejahatan, pemberontakan, hingga sekadar keingintahuan berlebih akan dianggap sebagai suatu penyimpangan dan dianggap sebagai \u201cbug\u201d yang harus dimusnahkan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Analogi bug dengan pergerakan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akui sebagai seorang mahasiswa hukum yang cukup sadar akan permasalahan sosial saat ini, sekaligus sebagai seorang wibu membuat saya senang menganalogikan basis pemikiran jalan cerita suatu anime terhadap keadaan sehari-hari. Salah satunya seperti yang ada di dalam anime ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita bagaimana Natsume yang enggan menyerah untuk bisa membuat suatu perubahan, suatu kondisi ketika para monster Gadoll lenyap meskipun dengan segala keterbatasannya. Serta Kaburagi yang sudah hampir di ujung keputusasaan karena nggak bisa berbuat banyak untuk mengubah keadaan lantaran takut kalau dimusnahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Premis cerita yang sebetulnya sederhana, bercerita mengenai upaya \u201cpergerakan\u201d ke arah yang lebih baik. Meskipun sistem nggak menganggap demikian, dalam perspektif sistem, mereka ini dianggap sebagai bug yang memiliki ketidakpastian yang mungkin akan berakibat fatal ke depannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah sistem tersebut salah? Sebetulnya nggak sepenuhnya karena memang sistem tersebut disusun berdasarkan pengalaman umat manusia sebelumnya yang begitu lalai sehingga menyebabkan kerusakan bumi. Maka dari itu, menurut perhitungan sistem, tindakan para bug ini layak untuk dimusnahkan karena akan mengganggu ketertiban sosial yang sudah dibangun.<\/span><\/p>\n<h4><b>Natsume sang revolusioner<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggambaran tokoh Natsume dalam anime ini dapat dijelaskan dengan beberapa kata yaitu, ceria, naif, dan pantang menyerah. Ia selalu berusaha mempengaruhi sekitarnya untuk terus bergerak maju, ke arah yang menurutnya benar. Meskipun ia sendiri nggak tahu persis di masa depan apakah akan lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya entitas dirinya sebagai bug memang mempengaruhi pola pikirnya yang cenderung nggak bisa ditebak. Wajar saja kalau sistem menganggapnya sebagai sebuah penyimpangan. Akan tetapi, seseorang dengan karakter yang nggak bisa ditebak dan berbeda dari orang lain, justru memiliki hal yang penting untuk membuat orang-orang di sekitarnya berpikir ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para revolusioner di dunia nyata pun memiliki hal yang sama, yaitu karakter pembeda yang merasa keadaan saat ini bukanlah keadaan ideal. Ia pun merasa memiliki kewajiban untuk menggerakan sekitarnya menuju arah yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Deca-Dence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memberikan gambaran yang baik tentang revolusi yang nggak melulu soal keruhnya politik. Melainkan, suatu hal sederhana bahwa revolusi memang selalu didasarkan pada keinginan pantang menyerah untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Tidak perlu mempelajari rumitnya panggung politik, niat untuk memperbaiki keadaan saja sudah jadi titik awal revolusi.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"http:\/\/decadence-anime.com\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Deca-Dence Official Site<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-cabin-fever-penyebab-depresi-di-kala-pandemi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenal Cabin Fever, Penyebab Depresi di Kala Pandemi<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/daffa-prangsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deca-Dence memberikan gambaran yang baik tentang revolusi yang nggak melulu soal keruhnya politik. Melainkan, suatu hal sederhana.<\/p>\n","protected":false},"author":524,"featured_media":87174,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8995,8977],"class_list":["post-86693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-rekomendasi-anime","tag-review-anime"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/524"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}