{"id":86416,"date":"2020-11-02T12:12:48","date_gmt":"2020-11-02T05:12:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=86416"},"modified":"2020-11-02T12:12:48","modified_gmt":"2020-11-02T05:12:48","slug":"serigala-terakhir-the-series-film-aksi-yang-malah-lebih-mirip-sinetron","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/serigala-terakhir-the-series-film-aksi-yang-malah-lebih-mirip-sinetron\/","title":{"rendered":"Serigala Terakhir The Series: Film Aksi yang Malah Lebih Mirip Sinetron!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pas awal September lalu denger film <em>Serigala Terakhir<\/em> (2009) bakal di-remake dalam bentuk serial, wah rasanya nggak sabar banget buat nunggu tanggal rilisnya. Secara, film ini jadi salah satu film paling nostalgik banget sewaktu saya masih SD. Saya SD sudah hobi nonton film baku hantam kayak gini memang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan saya berani jamin, 95% dari temen-temen pembaca\u2014khususnya yang cowok-cowok\u2014pasti juga punya feel tersendiri sama film ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian waktu rumah produksi Screenplay Film resmi merilis trailernya di layanan aplikasi streaming Vidio, sudah kebayang betapa <em>Serigala Terakhir The Series<\/em> bakal jadi film yang sangat seru dan berdarah-darah. Pasalnya, cuplikan-cuplikan yang ditampilkan di trailer adalah aksi-aksi perkelahian yang menegangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi, waktu pihak Vidio mengadakan sesi virtual press conference dengan para cast <em>Serigala Terakhir The Series<\/em>, saya jadi makin yakin kalau serial ini bakal ngasih sesuatu yang beda, dengan alur cerita yang, paling nggak, sama dramatisnya kayak film versi layar lebarnya 2009 silam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya gini\u2014merujuk dari trailer yang sudah beredar, keterangan para cast saat konferensi pers, dan sinopsis yang bertebaran di sejumlah web\u2014serial ini adalah kelanjutan dari versi layar lebar dengan menyorot sisi kehidupan tokoh Alex (Abimana Aryasatya) setelah 10 tahun berlalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang jeli pas nonton <em>Serigala Terakhir<\/em> (2009) pasti tahu dong siapa si Alex itu? Alex adalah salah satu orang kepercayaan bos kelompok mafia Naga Hitam. Tampangnya sering banget nongol bareng tokoh Jarot (Vino G Bastian) dan Fathir Bisu (Reza Pahlevi). Porsi main Alex di<em> Serigala Terakhir<\/em> (2009) memang jadi pemeran pendukung saja, sih. Jatah ngomong nggak banyak, jatah gelut juga cuma sekali atau dua kali gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, di jatah bertarung yang cuma seuprit itu, kelihatan banget kalau Alex adalah tipikal orang yang agresif dan brutal. Nah, ini nih yang bikin saya nggak sabar nunggu serialnya buat segera rilis. Selain pengin tahu cerita dari sudut pandang Alex, yang paling saya nanti ya jelas adegan-adegan perkelahiannya yang brutal. Mumpung porsinya lebih banyak, je. Enam episode, Lur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga akhirnya, sejak episode pertama rilis di Vidio per Jumat, 25 September lalu dan saya ikuti sampai enam episode yang berakhir Jumat, 30 Oktober kemarin, ekspektasi saya bener-bener dibikin terpental jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lah gimana, alih-alih jadi film aksi, serial ini malah lebih kayak sinetron <em>Anak Langit<\/em> SCTV dan sejenisnya itu. Oke, terhibur sih iya, tapi lebih dominan ganjelnya. Namanya serigala itu harusnya kan kelam dan brutal. Bukan yang, ah sudahlah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit spoiler. Jadi <em>Serigala Terakhir The Series<\/em> ini menceritakan tokoh Alex sekeluar dari penjara 10 tahun kemudian. 10 tahun setelah kematian Jarot, empat mantan gengnya, dan setelah matinya bos Naga Hitam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu misi yang dibawa Alex setelah keluar dari tahanan adalah redemption, menebus segala dosa masa lalunya. Dia pengin hidup biasa-biasa saja, tanpa darah, tanpa pembunuhan. Untuk itu dia bertekad buat mencari Aryati (Hannah Al Rashid), kekasihnya, yang juga sudah mempunyai anak darinya bernama Kayla.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia memang berhasil menemukan Aryati dan Kayla. Tapi, dia juga diikuti oleh masalah. Di mana Naga Hitam yang sudah dipimpin Delon (Revaldo), anak bos Naga Hitam sebelumnya, menginginkan dia buat kembali gabung. Nggak cuma itu, rival Naga Hitam (Kapak Merah) juga lagi ngebet buat merekrut Alex.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi dia harus berhadap-hadapan sama Ariel (Rizky Nazar) yang ternyata adalah adik dari Ale (Fathir Muchtar); satu geng Jarot yang dibunuh Fathir Bisu pada <em>Serigala Terakhir<\/em> (2009). Alex memang bersikeras menolak tawaran-tawaran itu. Hingga dia dibuat nggak punya banyak pilihan ketika Aryati dan Kayla jadi pertaruhan. Lengkapnya, tonton sendiri, yeee.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kenapa saya berani bilang serial ini jauh banget dari ekspektasi penikmat film aksi (khususnya film<em> Serigala Terakhir<\/em> (2009)?) Jauh, jauh banget sumpah! Satu-satunya episode yang keren menurut saya cuma di episode pertama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di episode pertama Alex masih tampak gahar, agresif, dan brutal. Walaupun dia sudah nggak mau menghabisi orang, tapi sekali ada yang nyerang dan dia terpaksa harus defence, orang itu pasti dihajar dengan pukulan-pukulan yang mantap. Ngelihat Alex baku hantam di episode pertama itu rasanya kayak enak banget gitu. Bak, buk, bak, buk, pukul kanan, pukul kiri, sikat atas, sikat bawah, musuhnya langsung kelabakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas perkelahian Alex masih bisa disimak di episode kedua sih memang. Di sini Alex juga masih kelihatan sisi serigalanya. Kalau lagi mukulin orang, gesitnya bukan main. Tapi, sejak episode kedua, satu per satu hal ganjil mulai kelihatan dan sialnya terus berlanjut sampai episode terakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, perbedaan pendapat antara Aryati dan Alex malah kayak drama keluarga Indosiar. Dikit-dikit usir, akur lagi, usir lagi. Duh, ini film action woiii!!! Okelah kalau memang inti ceritanya adalah menyorot hubungan antara Alex dan Aryati. Nggak apa-apa kalau mau dibikin dramatis. Tapi, kalau tiap episode selalu ada adegan gini, rasanya kok wagu untuk genre film aksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, intensitas perkelahian antara Alex dengan anak buah Naga Hitam yang dikomandoi Toba (Bizael Tanasale) malah lebih mirip sinetron <em>Anak Langit<\/em>. Terkesan grudak-gruduk dan nggak penting-penting banget. Mana minim koreografi lagi perkelahiannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam satu episode\u2014di episode kedua misalnya\u2014mereka berantem grudukan dua sampai tiga kali, loh. Dan model kayak gini berlanjut sampai episode lima. Ya kayak sinetron <em>Anak Langit<\/em> gitu lah pokoknya. Pas ketemu pasti berantem, kalau sudah kalah langsung cabut sambil lari-lari. Nanti kalau ketemu lagi ya berantem lagi, kalau kalah ya cabut lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, narasi \u201cTapi, demi mereka (Aryati dan Kayla), gua bakal jadi serigala lagi!\u201d yang diucapin Alex di trailer sama sekali nggak terbukti. Kalimat itu kalau dipikir kan seolah Alex ini siap mati-matian jika Aryati dan Kayla diganggu. Dengan kata lain, jika sudah tiba di episode ketika mereka diganggu, pasti bakal tersaji adegan perkelahian yang seru dari Alex. Tapi, nggak ada tuh di film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Garangnya Alex cuma di tiga episode awal. Sisanya melempem karena memang dikit banget jatah berantemnya. Yang dibanyakin malah gaya berantem grudukan ala anak-anak STM antara anak buah Naga Hitam dan Kapak Merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan endingnya, Bruh, ngeselin banget sumpah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya ending film action itu kan pertarungan hidup mati, ya? Nah, jangan harap Anda bisa menemukan hal tersebut di serial ini. Pertarungan tangan kosong satu lawan satu antara Alex vs Ariel lagi-lagi cuma kayak berantemnya anak STM. Nggak ada pertarungan sengit, yang ada malah pertarungan konyol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah ya sudahlah, udah terlanjur ditonton sampai enam episode juga.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dukun-itu-nggak-bisa-mencari-barang-hilang-sudah-nggak-usah-berharap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dukun Itu Nggak Bisa Mencari Barang Hilang, Sudah Nggak Usah Berharap<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aly-reza\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aly Reza<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pas awal September lalu denger film Serigala Terakhir (2009) bakal di-remake dalam bentuk serial, wah rasanya nggak sabar banget buat nunggu.<\/p>\n","protected":false},"author":540,"featured_media":86665,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9367,28,6500,9366],"class_list":["post-86416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anak-langit","tag-film","tag-serial","tag-serigala-terakhir"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/540"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86416"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86416\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}