{"id":84580,"date":"2020-10-23T06:01:43","date_gmt":"2020-10-22T23:01:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=84580"},"modified":"2022-01-07T17:05:39","modified_gmt":"2022-01-07T10:05:39","slug":"4-film-yang-siap-menyentil-kemalasanmu-mengerjakan-skripsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-film-yang-siap-menyentil-kemalasanmu-mengerjakan-skripsi\/","title":{"rendered":"4 Film yang Siap Menyentil Kemalasanmu Mengerjakan Skripsi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa harus menyadari bahwa ada banyak hal di dunia yang bisa menyulap rasa malas mengerjakan skripsi menjadi super duper semangat, salah satunya film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu rasanya down di tengah mengerjakan skripsi. Belum lagi, sederet pertanyaan memilukan dari orang tua, kakek, nenek, kakak, adik, ponakan, teman, bahkan kuli bangunan rumah yang selalu menekan agar saya segera lulus. Tidak selesai di situ, tekanan dari para junior yang sudah duluan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sold out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kampus juga seolah menginjak-nginjak harga diri saya sebagai mahasiswa senior yang sudah tahu banyak soal seluk beluk kampus kecuali tahu caranya lulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebenarnya masih terngiang-ngiang omongan lord Mahfud MD yang mengatakan bahwa mahasiswa sekarang hanya mengejar kelulusan. Entah kapan beliau ngomong itu, yang jelas mungkin sudah bertahun-tahun dari sekarang. Saya respek dengan beliau saat masih jadi anak baru di kampus dan memegang teguh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dawuh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat definitif dari beliau. Tapi, saya mulai merasa gelisah saat memasuki usia senja di kampus dan memilih ingin segera lulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan saya ingin segera lulus didasarkan pada dua hal, yakni sisi sosial dan akademis. <\/span><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dari sisi sosial, saya merasa semakin lama di kampus, kita akan semakin sendiri. Teman-teman yang dulu membersamai pun perlahan-lahan mulai hilang dan sibuk dengan kegiatannya. Sebenarnya saya iri dengan mereka, di saat aktivitas keseharian mereka dipadati dengan berbagai kesibukan entah apa lah, saya masih begini-begini saja, ngopa-ngopi, jadi freelancer yang nggak pernah tayang tulisannya, rebahan, dan penonton setia \u201cfive four three two one close the door\u201d.<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dari sisi akademis, saya merasa kampus juga sudah menjadi tempat yang tidak asik untuk ditempati lama-lama. Kampus sekarang menjadi tempat mengerikan bahkan lebih ngeri dari pacar saya. Pacar saya memang suka ngatur-ngatur, melarang saya boncengan dengan cewek lain ini itu, tapi kalau kita marahan paling-paling dia langsung luluh dan manja lagi kalo saya rayu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira tidak ada yang paling kejam daripada sifat posesif pacar saya, eh ternyata kampus malah sungguh luar biasa posesifnya. Kampus bukan hanya doyan mengatur ini itu, tetapi juga gemar ngancam DO lah, nilainya tidak keluar, skorsing, intimidasi terhadap mahasiswa terutama kru pers mahasiswa, dan itu bukan rahasia umum lagi karena sudah banyak terjadi di beberapa kampus Indonesia. Kalau nggak percaya, mulane sergep o moco berita, Beb, begitu kata Bu Tedjo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, dalam kondisi gundah gulana ini saya berpikir bahwa mengerjakan skripsi dan lulus adalah pilihan yang pancen jos. Saya sempat diskusi juga mengawang-ngawang saat sedang asik pup, bagaimana cara agar saya bisa semangat mengerjakan skripsi dan bisa lulus. Akhirnya saya menemukan seperti judul dan lead yang saya tulis di atas, yakni melalui film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akan merekomendasikan empat film yang bisa membangkitkan libidomu dalam mengerjakan skripsi. Meskipun kamu selama ini tidak ada yang menyemangati buat garap skripsi karena jomblo, dengan film ini kamu akan menemukan semangat sejati yang terletak di dalam dirimu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><b>#1 <\/b><b><i>3 Idiots<\/i><\/b><b> (2009)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini diangkat dari novel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Five Point Someone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karya Chetan Bhagat yang rilis pada tahun 2009. Film yang bercerita tentang tiga orang yang bersahabat saat kuliah ini, dipenuhi dengan intrik yang menggelitik, namun sangat menginspirasi. Terutama omongan dari tokoh utama film ini yakni &#8220;Aal izz wel&#8221; yang arti secara tersiratnya sesulit apapun kondisi, yakinlah semua akan baik-baik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu kalimat itu relate dengan kamu yang sedang gusar mengerjakan skripsi karena pada akhirnya skripsimu akan baik-baik saja ketika dikerjakan. Selain itu, film yang disutradarai oleh Rajkumar Hirani ini juga mengajarkan kepada kita agar mengejar impian dengan sungguh-sungguh. Dengan konflik serta alur drama film ini, kamu pasti bakal langsung teringat kewajibanmu untuk segera mengerjakan skripsi.<\/span><\/p>\n<p><b>#2 <\/b><b><i>9 Summer 10 Autumns<\/i><\/b><b> (2013)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film yang bercerita tentang kehidupan seorang bernama Iwan Setyawan ini akan membangkitkan gairahmu untuk mengerjakan skripsi. Film ini seperti film-film motivasi sukses lainnya yang menceritakan perjuangan, pengorbanan, pokoknya suka duka dalam menjalani hidup gitu lah, mulai dari sekolah dasar sampai kuliah, bahkan bisa menjadi direktur sebuah perusahaan di New York.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini diadaptasi dari novel berjudul 9<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Summer 10 Autumns<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditulis berdasarkan kisah penulisnya sendiri yaitu Iwan Setyawan. Percayalah jika kamu menonton film ini, kamu bakal tergerak dan semangat mengerjakan skripsi. Nggak percaya? Jajal o.<\/span><\/p>\n<p><b>#3<\/b><b><i> Back to School<\/i><\/b><b> (1986)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang bakal kamu lakukan sebagai mahasiswa, kalau tiba-tiba orang tuamu ikut kuliah di ruang kelas? Pasti awkward banget kan rasanya. Film yang disutradarai oleh Alan Metter ini cukup memberi warna dalam industri film pendidikan karena hadir dengan konsep cerita yang unik serta nyentrik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba bayangkan jika kamu sedang santuy-santuy, ngopa-ngopi, padahal kamu sudah harus bimbingan dan mengerjakan skripsi tiba-tiba orang tuamu datang ke kampus untuk mengintaimu atau menanyakan kabar skripsimu kepada dosen. Ya sudah jangan dibayangkan, mendingan kamu segera nonton filmnya biar -nggak didatengin orang tua- semangat mengerjakan skripsi.<\/span><\/p>\n<p><b>#4<\/b><b><i> Catatan Akhir Kuliah<\/i><\/b><b> (2015)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film selanjutnya dirilis pada 2015 dan disutradarai oleh Jay Sukmo. Film ini diadaptasi dari novel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan Akhir Kuliah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karya Sam Maulana. Film ini memiliki perjalanan sosio-bullshit yang banyak dialami mahasiswa, termasuk saya. Saat kuliah baru berjalan beberapa hari, teman-teman kelas yang ke depannya bakal jadi teman berjuang saling berikrar bakal lulus dan wisuda bareng-bareng, tapi nyatanya tidak semudah itu, Markonah\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini menceritakan hal itu, kepolosan mahasiswa di awal semesternya. Kemudian menjabarkan aktivitas mahasiswa dengan seabrek tugas dan target lulus yang mengintimidasi. Ndilalah, dalam film ini diceritakan seorang yang ditinggal wisuda oleh teman-temen kelas yang bilang mau lulus bareng, kan sudah saya bilang tidak semudah itu, Markonah\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">So, tontonlah film ini kalau kamu belum merasakan uwunya janjian lulus bareng temen. Kalau sudah merasakan, ya udah sana ambil laptop terus mengerjakan skripsi, kalau pas dibuka belum ada tulisan apa-apa, segeralah tulis &#8220;Cuk, aku kok goblok banget&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-mahasiswa-itb-jatinangor-jarang-terlihat-adalah-perkara-kenyamanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara \u2018Kenyamanan\u2019<\/a><\/b><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa harus sadar bahwa ada banyak hal di dunia yang bisa menyulap rasa malas mengerjakan skripsi jadi on fire, salah satunya film.<\/p>\n","protected":false},"author":1096,"featured_media":29741,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[34,2837],"class_list":["post-84580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-mahasiswa","tag-pejuang-skripsi"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1096"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84580"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84580\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}