{"id":84495,"date":"2020-10-24T07:35:34","date_gmt":"2020-10-24T00:35:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=84495"},"modified":"2021-10-31T15:48:01","modified_gmt":"2021-10-31T08:48:01","slug":"ismail-bin-mail-adalah-tokoh-paling-bias-able-seantero-kampung-durian-runtuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ismail-bin-mail-adalah-tokoh-paling-bias-able-seantero-kampung-durian-runtuh\/","title":{"rendered":"Ismail bin Mail Adalah Tokoh Paling Bias-able Seantero Kampung Durian Runtuh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti kena santet, dari dulu sampai sekarang saya tak pernah dibuat bosan dengan tayangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin &amp; Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kiranya, ia sudah ratusan kali diputar ulang di MNCTV, tiga kali sehari; pagi, siang, dan malam hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin &amp; Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini rasanya seperti makan bubur tidak diaduk. Enak sekali (yang bilang bubur diaduk enak, Lu sehat, Bro?) Ia menggambarkan kearifan rumpun Melayu yang kaya akan toleransi dengan cara yang menghibur sekaligus mendidik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia sangat berjasa pada tumbuh kembang saya. Pasalnya, ya\u2026 sudah dari lama juga sih saya nontonin. Mulai dari saya yang belum puber, sampai saya yang sekarang harusnya udah punya anak dan nonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin &amp; Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya masih tetap setia dengan tayangan yang satu ini. Dengan kondisi yang gini-gini aja, alias berubah tapi nggak banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain merasa relate<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">terhadap nilai-nilai yang diajarakan pada isi ceritanya, ada satu hal lagi yang membuat saya makin betah nonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin &amp; Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bukan karena ada Atok Dalang, Uncle<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Muthu, apalagi yang jagain Kedai Runcit. Mail adalah salah satu alasan saya bertahan mengikuti serial ini. Aduh nggak tau, deh. Tiap kali lihat Mail, hati saya deg-degan. Inikah yang namanya c-i-n-t-a? Astagfirullah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari semua tokoh, Mail merupakan tokoh paling bias-able<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">di antara lainnya. Bahkan Opah yang bijaksana pun, tetap kalah dengan pesona Ismail bin Mail. Nggak percaya? Sini saya kasih tau alasannya.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mail ini tangguh sekali, Saudara-saudara. Di antara semua murid Tadika Mesra yang dirahmati Tuhan, Mail masuk ke kategori paling jarang bertingkah manja laiknya anak-anak, apalagi macam Ehsan. Hahaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketangguhan Mail juga kian didukung dengan sepedanya. Untuk ukuran bocah kecil, Mail ini kerap kali dimunculkan sedang mengendarai sepeda besar semacam ontel. Mari taruhan jika Ehsan dan Mail ditinggal di pinggir jalan sembarangan, kira-kira siapa yang akan berhasil pulang ke rumah duluan? Selain itu, tampangnya pun nggak ada imut-imutnya sama sekali seperti Upin dan Ipin, contohnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mail memang kalah imut. Namun, perlu di-bold bahwa komuknya itu cool<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">abeees. Fix no debat. Sayu matanya, belahan rambutnya, suaranya, bahkan sampai ke warna kulitnya merupakan perpaduan yang pas untuk membawa Mail dapat dinobatkan sebagai anak paling kwuereeen.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mail ini pekerja keras, Sobique. Semua yang dia pegang berkemungkinan untuk jadi duit. Mulai dari ayam yang memang biasa dia jual, mainan, rambutan Atok Dalang, bahkan daun sirih di rumahnya pun nyaris hendak ia jadikan duit di episode \u201cJari-jemari Salleh\u201d (Abang Salleh dikira nikah). Ya, meskipun apa-apa yang dia jual rata-rata dihargai cuma \u201cDua singgit, dua singgit,\u201d doang. Namun, ini jauh lebih baik dibandingkan dengan Ehsan yang bolak-balik bilang, \u201cDaddy akulah beli, daddy akulah\u2026 daddy aku lah\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegigihan Mail ini bisa menjadi contoh baik bagi siapapun yang menonton termasuk remaja tanggung bahkan dewasa. Ya, sekadar ngingetin aja ke yang tiap harinya ngeluh nggak punya duit, tapi sibuk rebahan doang. Malu noh sama Mail. Dia mah tiap hari dagang ayam dua singgit. Lah elu, kerjaannya tiap hari minumin Panadol.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dia adalah tokoh yang berpegang teguh pada prinsip, kokoh pada pendiriannya. Di satu episode, saat Upin dan Ipin menceritakan bagaimana mereka ingin sekali menjadi angkasawan, spontan Mei-mei, Ehsan, Jarjit, dan Fizi serentak ingin menjadi angkasawan juga. Tidak dengan Mail. Ia justru mengherankan tabiat temannya yang mendadak latah begitu. Macho banget dah si Mail, nih~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, tidak berarti saya menghapus ingatan perihal sisi kekanak-kanakkan Mail. Dia tetaplah anak-anak seperti yang lainnya. Hanya saja, sifatnya dapat dikatakan selangkah lebih maju mandiri dibanding anak-anak lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andaikan saya ini Susanti, pastilah sudah saya suruh Mei-mei pindah ke tempat duduk yang lain supaya saya bisa terus-terusan di samping Mail. Andai saya ini Susanti, sudah barang tentu saya akan sering mengambil foto Mail lebih banyak jumlahnya dibanding wajah anak-anak yang lain. Andaikan saya ini Susanti, mungkin saya nggak bisa nulis begini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hahaha.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/upinipinofficial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">upinipinofficial<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klarifikasi-dari-fizi-perihal-khilaf-dan-sengketa-dengan-upin-ipin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Klarifikasi dari Fizi Perihal Khilaf dan Sengketa dengan Upin Ipin<\/strong><\/a> <b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nuriel-shiami-indiraphasa\/\"><b>Nuriel Shiami Indiraphasa<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mail adalah salah satu alasan saya bertahan mengikuti serial ini. Aduh nggak tau, deh. Tiap kali lihat Mail, hati saya deg-degan.<\/p>\n","protected":false},"author":825,"featured_media":84700,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[9299,9297,9298],"class_list":["post-84495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-ipin","tag-mail","tag-upin"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84495"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84495\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}