{"id":84444,"date":"2020-10-22T06:51:18","date_gmt":"2020-10-21T23:51:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=84444"},"modified":"2020-10-21T20:53:06","modified_gmt":"2020-10-21T13:53:06","slug":"sensasi-motor-2-tak-yang-nggak-bakal-ditemui-di-motor-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sensasi-motor-2-tak-yang-nggak-bakal-ditemui-di-motor-sekarang\/","title":{"rendered":"Sensasi Motor 2-tak yang Nggak Bakal Ditemui di Motor Sekarang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor 2-tak memang sudah tak lagi diproduksi lagi. Pasalnya, emisi gas buangnya memang tak ramah lingkungan. Namun terlepas dari itu semua, naik motor dengan mesin 2-tak punya sensasi yang bikin pencintanya bisa susah move on<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang merindukan masa lalu. Ya, kenangan yang selalu menggeliat ketika sedang termenung di sela-sela aktivitas setiap harinya. Tak jarang bakal sukses ingin menikmatinya kembali. Terlebih dengan kenangan yang selalu berkesan, sama mantan misalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya teringat kenangan menggunakan motor 2-tak, motor dengan suara cepreng yang tak jarang bikin gendang telinga sambat, atau asap bak lagi melakukan pembakaran hutan di setiap jalan selalu membuat rindu pencintanya, termasuk saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sayang masa kejayaannya harus terhenti, dan yang paling parah pas lagi sayang-sayangnya. Para penyuka motor yang satu ini pun sedikit menelan rasa ambyar ketika produksinya terhenti. Hanya Kawasaki dan Yamaha yang diketahui mengeluarkan produk terakhirnya, RX King dan Ninja. Berbeda saat masa jayanya tahun \u201890-an dulu yang mana semua pabrikan kompak menjual motor dengan mesin 2-tak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor 4-tak merajai jalanan ketika motor 2-tak berhenti diproduksi. Terlepas dari tak diproduksi lagi, masih banyak yang suka bahkan memburu motor 2-tak untuk dikoleksi ataupun mobilitas sehari-hari. Seperti Yamaha RX-King, Kawasaki Ninja, Suzuki RGR, Suzuki Satria R, Vespa New PX, dan motor 2-tak lain yang masih dicari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit mengenang, begini beberapa sensasi yang selalu membuat saya suka dengan motor 2-tak ini. Tentu saja sensasi yang bakal saya tuliskan nggak bakal ada di motor sekarang.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Suara knalpotnya yang khas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua pasti mengamini kalau suara knalpot motor 2-tak memang merdu sekali. Suara cempreng khasnya yang bagi sebagian orang bikin telinga nggak nyaman, namun bagi yang suka tentu bagai suara Raisa dan Isyana yang di-mix jadi satu hingga merdu nggak ketulungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi jika sudah digantikan dengan knalpot kolong atau racing. Motor 2-tak auto ganteng sekaligus ladang dosa di jalan, deh. Mantap sekali, kan Ngab?<\/span><\/p>\n<h4><b>#2<\/b> <b>Oli samping<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit berbeda dengan motor sekarang yang hanya memerlukan oli mesin. Motor 2-tak butuh yang namanya oli samping, di mana oli samping ini akan bercampur dengan bahan bakar dalam proses pembakaran. Hal ini juga yang jadi sebab motor ini mengeluarkan asap tebal karena oli samping yang terbakar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kebetulan motor Vespa saya belum ada tempat oli samping untuk dicampur dengan bahan bakar secara sistematis, jadi saya menuangkan oli samping langsung ke tangki bahan bakar setelah diisikan bahan bakar. Sedikit kerepotan, namun itulah yang sukses bikin geregetan dan nggak bisa dilupakan. Penasaran sama sensasinya? Makanya coba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, kenapa kudu ada oli samping? Oli samping secara nggak langsung bikin port isap menuju ruang bakar lancar. Hal ini bertujuan agar boring dan piston nggak panas karena gesekan yang berlebih<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semisal nggak pakai oli samping motornya masih bisa menyala nggak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa kok, tapi mesinnya bakal panas dan bisa bikin mesin jebol alias rusak. Dengan kata lain, fungsi oli samping amatlah vital<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Akselerasi \u201cnjambak\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akselerasi motor 2-tak bisa dibilang liar, lebih lagi kalau sudah dioprek mesinnya. Akselerasinya njambak banget. Saya saja kalau naik motor 2-tak nggak berani muter grip gas terlalu dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akselerasi yang spontan dikarenakan proses kerja mesin dua langkah yang cenderung lebih cepat, nggak kayak mesin 4-tak.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4<\/b> <b>Kenceng banget<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, motor 2-tak dengan mesin berkapasitas 150cc bisa mengimbangi motor 4-tak yang mempunyai kapasitas mesin 250 cc. Jika mempunyai kapasitas mesin yang sama, tentunya mesin 2-tak lebih unggul. Hal ini yang membuat saya cinta dengan motor jenis ini, bahkan dengan kapasitas mesin yang kecil saja bisa bikin hati waswas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa bisa mesin ini lebih kencang dibanding 4-tak? Sebab, proses pembakarannya jauh lebih cepat dari motor sekarang yang kudu empat langkah untuk satu proses pembakaran bahan bakar.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5<\/b> <b>Perawatannya mudah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang mengira bahwa motor jenis ini gampang mogok. Padahal jika ditelisik lebih jauh, perawatannya jauh lebih mudah dibandingkan motor 4-tak. Sebab, parts motor ini nggak banyak, jauh lebih banyak dibanding motor 4-tak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor 2-tak memang sudah tak diproduksi lagi, tapi rasa yang tertinggal di hati orang yang pernah mencoba mesin jenis ini langgeng menjadi kenangan yang selalu dirindukan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasang-knalpot-racing-adalah-tanda-pemilik-motor-boros-dan-tidak-setia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pasang Knalpot Racing Adalah Tanda Pemilik Motor Boros dan Tidak Setia<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/budi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Budi<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akselerasi motor 2-tak bisa dibilang liar, lebih lagi kalau sudah dioprek mesinnya. Akselerasinya njambak banget. Serius gila, Ngab.<\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":84506,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9285,9287,9286,9284],"class_list":["post-84444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-4-tak","tag-akselerasi","tag-emisi","tag-motor-2-tak"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84444"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84444\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}