{"id":84405,"date":"2020-10-26T12:41:33","date_gmt":"2020-10-26T05:41:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=84405"},"modified":"2020-10-26T12:41:32","modified_gmt":"2020-10-26T05:41:32","slug":"mengenal-profesi-aktuaris-bergaji-fantastis-yang-ujiannya-susah-banget","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-profesi-aktuaris-bergaji-fantastis-yang-ujiannya-susah-banget\/","title":{"rendered":"Mengenal Profesi Aktuaris Bergaji Fantastis yang Ujiannya Susah Banget"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian orang mungkin akan mengernyitkan dahi jika mendengar kata profesi aktuaris. Oleh karena itu, ada baiknya kita berkenalan sejenak dengan profesi ini. Biar makin kenal dan makin cinta kepadanya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aktuaris.or.id\/page\/content\/4\/siapa-itu-aktuaris\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari situs PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia),<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> aktuaris merupakan seorang tenaga ahli yang ditunjuk untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan risiko bisnis. Umumnya, profesi ini sangat diperlukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang asuransi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu khawatir soal gaji.<\/span><a href=\"https:\/\/suneducationgroup.com\/app\/sun-media-app\/news-app\/5-fakta-penting-tentang-profesi-aktuaris\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari situs SUN Education Group,<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> gaji seorang aktuaris pemula (actuarial analyst) bisa mencapai Rp4-7 juta per bulan. Sedangkan pada level tertinggi jenjang karir (chief actuary), gajinya setara direktur utama perusahaan besar. Terdengar \u201cwow\u201d bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara pribadi, saya telah mengenal profesi ini sejak 2015. Hal tersebut bermula dari pengalaman saya saat mencari tempat magang atau PKL. Pencarian tersebut kemudian bermuara pada paman saya yang bekerja di sebuah perusahaan asuransi. Singkat cerita, pertemuan empat mata saya dengan Paman mengalami distorsi secara perlahan. Dari yang awalnya hanya untuk membahas kemungkinan PKL kemudian berkembang menjadi ajang konsultasi karier.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paman saya kemudian menceritakan suatu profesi yang terdengar sangat asing di telinga. Ketika mendengar profesi tersebut dari mulut Paman, saya langsung mengernyitkan dahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian paman saya menjelaskan bahwa aktuaris merupakan satu profesi yang sangat menjanjikan. Di samping memiliki gaji besar, kebutuhan akan tenaganya di Indonesia masih tergolong tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan paman saya tersebut kemudian semakin diperkuat dengan<\/span><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/read\/detail\/285167-prodi-aktuaria-tinggi-peminat\"> <span style=\"font-weight: 400;\">berita yang baru \u2013 baru ini saya baca.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Dari kebutuhan nasional yang mencapai 1100, baru terdapat 602 tenaga aktuaris yang siap pakai. Artinya, persaingan tenaga kerja ini masih tergolong longgar alias belum ketat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendengar cerita Paman, saya merasa sangat antusias. Bagi saya, profesi aktuaris terdengar sangat menjanjikan masa depan yang cerah. Terutama bagi mahasiswa jurusan matematika yang \u201cgalau\u201d seperti saya saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berangkat dari cerita Paman, saya kemudian memutuskan untuk mengikuti ujian aktuaris pada tahun 2017. Pada kesempatan pertama tersebut, saya mengambil mata ujian A20-Probabilitas dan Statistika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus terang, saya benar-benar tidak memiliki gambaran soal ujian tersebut pada saat itu. Alhasil, saya kemudian memutuskan untuk mempelajari soal-soal ujian di tahun sebelumnya. Yup, hanya itu yang bisa saya lakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat memasuki ujian yang sesungguhnya, saya merasa blank seketika. Hal tersebut terjadi setelah saya menelaah soal yang dibagikan oleh pengawas. Antara materi yang diujikan dengan materi yang sudah saya pelajari sangat berbeda jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun pihak pengawas telah menyediakan waktu selama tiga jam, saya tetap saja merasakan kesulitan yang luar biasa. Soal yang disediakan di dalam naskah memang hanya berjumlah 30 butir. Akan tetapi, soal-soal yang diujikan tersebut tergolong HOTS (Higher Order Thinking Skills).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berjalannya jarum jam, hanya beberapa soal yang bisa saya kerjakan. Jumlahnya pun bisa dihitung dengan jari. Sisanya saya tembak saja. Siapa tahu saya dapat jodoh yang baik, nilai yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua bulan setelah ujian, pihak PAI mengirimkan e-mail. Setelah membuka e-mail tersebut, sedu-sedan mulai bergelayut di hati ini. Nilai saya hanya mencapai 33,33. Jauh di bawah standar PAI yang mencapai 70,00.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, saya tidak sendirian mengalami kegagalan ini. Dari puluhan peserta ujian pada saat itu (termasuk saya), hanya dua orang yang berhasil lulus pada mata ujian A20.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar dari kesalahan tersebut, saya kemudian merancang strategi baru. Di samping mempelajari soal-soal ujian terdahulu, saya juga membeli buku berdasarkan panduan silabus resmi yang diberikan oleh pihak PAI. Tak lupa saya berdoa agar diberikan kemudahan dalam menghadapi ujian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada November 2018, saya kembali mengikuti ujian profesi aktuaris. Kali ini, saya memilih mata ujian A30\u2013Ekonomi. Meskipun mata ujian tersebut tidak pernah saya pelajari di jenjang kuliah, saya tetap mengambilnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja saya mengambil mata ujian tersebut dengan perhitungan matang. Bukan sekadar untung-untungan atau nekat. Berdasarkan<\/span><a href=\"https:\/\/www.kaskus.co.id\/thread\/52f092e2fcca1722530000ca\/all-about-aktuaris\/2\/?order=asc\"><span style=\"font-weight: 400;\"> thread <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">yang saya baca di Kaskus, mata ujian ekonomi serta akuntansi tergolong lebih mudah bila dibandingkan mata ujian lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari penentuan alias ujian, saya dihadapkan dengan naskah soal yang memuat 40 butir soal. Lebih banyak daripada mata ujian A20\u2013Probabilitas dan Statistika yang saya hadapi di tahun sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntung, mata ujian A30\u2013Ekonomi memiliki banyak soal yang minim hitungan. Meskipun demikian, saya tetap harus menghadapi narasi soal serta pilihan jawaban yang tergolong HOTS alias menjebak tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan saya tersebut kemudian terbayar manis pada Januari 2019. Saya berhasil lulus dalam mata ujian A30\u2013Ekonomi. Adapun nilai saya pada saat itu mencapai 72,50. Sedikit di atas standar PAI, yaitu 70,00.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semangat yang membuncah tersebut kemudian saya jadikan sebagai motivasi untuk mengambil mata ujian A10\u2013Matematika Keuangan. Dengan menggunakan strategi sebelumnya, tercatat saya mengikuti mata ujian tersebut sebanyak 3 kali pada 2019. Sayangnya, saya gagal di semua kesempatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, saya menyadari satu hal. Tidak mengherankan bila profesi aktuaris berani menawarkan gaji yang tergolong fantastis. Lha wong ujian profesinya saja memiliki tingkat kesulitan yang fantastis.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-era-shinobi-berakhir-ini-5-pekerjaan-yang-cocok-dilakoni-karakter-di-naruto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Era Shinobi Berakhir, Ini 5 Pekerjaan yang Cocok Dilakoni Karakter di Naruto<\/a><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-unik-yang-saya-temukan-saat-bermukim-di-kota-bandar-lampung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a0<\/a><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-fariz-kurniawan\/\"><b>Muhammad Fariz Kurniawan<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya memutuskan untuk mengikuti ujian aktuaris. Profesi ini masih jarang di Indonesia, gajinya pun lumayan. Tapi ujiannya susa minta ampun.<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":22448,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[848,3105],"class_list":["post-84405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-lowongan-kerja","tag-profesi"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}