{"id":84182,"date":"2020-10-21T06:39:18","date_gmt":"2020-10-20T23:39:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=84182"},"modified":"2021-03-05T16:26:57","modified_gmt":"2021-03-05T09:26:57","slug":"nostalgia-album-hybrid-theory-musik-metal-di-segala-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nostalgia-album-hybrid-theory-musik-metal-di-segala-mental\/","title":{"rendered":"Nostalgia Album &#8216;Hybrid Theory&#8217;, Musik Metal di Segala Mental"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda berkunjung ke rumah saya sekitar 2003-2004an, Anda pasti akan menghirup aroma sedap Indomie Goreng yang tidak hanya direbus, tetapi benar-benar digoreng. Kemudian, Anda juga akan mendengar musik &#8216;keras&#8217; dan &#8216;cepat&#8217; dari single-single di album rap metal<\/span><a href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20201231141902\/https:\/\/www.youtube.com\/playlist?list=OLAK5uy_lSMQPNivp-Z7pyTLWNVS5Po6aXRFqYR7U\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Hybrid Theory<\/span><\/i><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">(2000) milik Linkin Park. Kombinasi tiada tanding dari ibu untuk Minggu pagi kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, Ibu memang sangat suka memutar album tersebut di pemutar VCD, sebelum akhirnya diinvasi oleh Ayah menggunakan album pertama Peterpan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ada satu lagu yang paling menggema di kepala dari album yang kini sudah terjual sebanyak 27 juta kopi ini, hingga membuat saya ikut bersenandung saat usia belum genap 6 tahun, yaitu \u201cRunaway\u201d. Sekecil itu, saya mana tahu dan paham lirik berbahasa inggrisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelak, saat saya menginjak masa remaja dan mampu mengaksesnya sendiri, lagu tersebutlah yang mendorong saya untuk menghafal hampir semua lagu lain di dalamnya. Walaupun saya tetap tidak paham semua maksud lirik-liriknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut saya lakukan sebagai bentuk nostalgia masa kecil yang cukup menggembirakan. Dan tentu saja, untuk terlihat keren di kalangan bocah SMP dengan bersenandung rap ala Mike Shinoda sekaligus teriakan serak ala almarhum Chester Bennington.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar bahagianya, di Oktober 2020 album ini menginjak usia ke-20. Mereka pun merayakannya secara heboh di laman medsosnya. Salah satunya, dengan mengeluarkan album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hybrid Theory <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">20th Anniversary Edition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang berisi lagu-lagu dengan berbagai aransemen. Baik itu oleh Linkin Park sendiri maupun bersama musisi lain. Wujud perayaan ini dirilis 9 Oktober kemarin dan dapat kita nikmati melalui Spotify.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, di dalamnya juga terdapat beberapa lagu dalam versi demo sebelum menjadi bentuk \u201csempurna\u201d seperti yang bisa kita dengarkan saat sudah menjadi album. Hal ini, bagi saya merupakan suatu kemewahan tersendiri karena dapat mendengar lagu yang belum siap sepenuhnya. Ya, semacam napak tilas musik mereka yang konon sudah ditolak banyak label mayor, sebelum akhirnya diterima oleh Warner Bros Records pada 24 Oktober 2000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sudah tua, single Linkin Park yang paling sering diputar di Spotify berasal dari album ini, yaitu \u201cIn The End\u201d, dengan jumlah pemutaran hampir 850 juta. Serta di YouTube, video klip lagu ini juga sudah ditonton sebanyak semiliar kali lebih sejak pertama diunggah pada 2009.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda kini berusia 20 tahun ke atas, pasti nggak akan asing ketika mendengar lagu tersebut. Ya, di zaman warnet masih berjaya, lagu itu sering diputar menyaingi lagu-lagu pop punk yang merajai playlist.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tanpa alasan. Sebab, bagi saya keseluruhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hybrid Theory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun selalu enak didengarkan dalam keadaan apa pun. Betapa album ini mampu menemani saya di pahit-manis kehidupan alay remaja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sedang marah misalnya, tentu kita ingin melampiaskan energi negatif atau apa pun itu keluar dari pikiran. Dengan mendengar semua lagu di album ini sebenarnya, hal tersebut bisa tersalurkan. Tapi, saya pasti selalu memutar ini: \u201cA Place for My Head\u201d, \u201cPushing Me Away\u201d, \u201cBy Myself\u201d, dan \u201cOne Step Closer\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memilih mendengar keempat lagu itu saat marah karena terdapat bagian yang hening sejenak\u2014yang kadang saya gunakan untuk merasakan kemarahan mendalam\u2014kemudian musik menggebrak secara tiba-tiba. Di saat gebrakan itulah, emosi saya terlampiaskan. Walau sekadar ikutan teriak di bagian \u201cyou try to take the best of me, go away!\u201d dari \u201cA Place for My Head\u201d,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">contohnya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, jika saya sedang bersedih, setidaknya \u201cCrawling\u201d, \u201cMy December\u201d, \u201cIn The End\u201d, dan \u201cWith You\u201d, mampu melarutkan saya dalam kesedihan tanpa ikut hanyut. Dengan musik yang tidak banyak hentakan meski tetap ada scream-nya di keempat lagu itu, mampu memberi saya mood baik dan mengangkat mental saya untuk merasa lebih segar dan senang kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mood sudah membaik itulah, saya baru mendengarkan lagu lainnya seperti \u201cForgotten\u201d, \u201cCure for The Ich\u201d, \u201cPapercut\u201d, dll, bahkan semuanya. Meski terkesan \u201cgedubragan\u201d pun, seluruh single dapat didengarkan dalam keadaan bersantai sambil ngeteh atau bahkan untuk memulai hari yang berat dan panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin pilihan lagu-lagu di kondisi mental tertentu di atas saya pilih serampangan tanpa memperhatikan lirik yang dikandungnya. Memang hal tersebut berdasarkan pengalaman dan subjektivitas: mengandalkan \u201croso\u201d yang saya tangkap dan kemudian saya cocok-cocokan sendiri dengan keadaan yang sedang dialami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, persetan lah dengan lirik. Bagi saya sebuah musik eksis dan mbois bukan hanya karena lirik yang dinyanyikan sang Vokalis. Melainkan juga energi dari setiap suara yang terdengar, baik dari vokalis, gitaris, drummer, atau instrumentalis yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, Linkin Park melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hybrid Theory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang menganjurkan pendengarnya untuk menentukan pilihannya sendiri. Sebab, kesamaan unsur musik dengan ritme yang keras dan cepat di dalamnya, seolah tidak ingin dibedakan satu sama lain. Pendengar pun seakan harus menaruh kecenderungan berdasar pengalamannya saat mendengarkan satu-persatu lagu di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, karena hal itulah yang membuat album ini bisa didengarkan oleh siapa saja di kondisi mental seperti apa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan untuk menutup nostalgia ini, izinkan saya mengutip Peter Van Houten, tokoh di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Fault in Our Stars <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2014), yang pernah bilang begini, \u201cHal terpenting bukanlah apa yang dikatakan oleh suara (lirik), tapi \u201crasa\u201d yang diperoleh darinya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stereotip-rajin-pada-orang-yang-suka-membaca-buku-itu-kekeliruan-fatal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Stereotip \u2018Rajin\u2019 pada Orang yang Suka Membaca Buku Itu Kekeliruan Fatal <\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fadlir-rahman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fadlir Rahman<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Linkin Park mengeluarkan album Hybrid Theory (20th Anniversary Edition) yang berisi lagu-lagu dengan beragam aransemen. Saatnya bernostalgia~<\/p>\n","protected":false},"author":933,"featured_media":36640,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3727,248],"class_list":["post-84182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-band-metal","tag-musik"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/933"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84182\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}